Warga Batumerah Tuntut Polisi Usut Pelaku Penembakkan – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Warga Batumerah Tuntut Polisi Usut Pelaku Penembakkan

Ilustrasi

Rakyatmaluku.com – WARGA Desa batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menyayangkan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Maluku dan Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, lambat mengungkapkan pelaku penembakan Ibnu Kusumah, yang tewas ditembak  di depan Puskesmas Rijali, pada  Jumat, 13 Januari lalu.

“Kami mengapresiasi kinerja polisi dengan cepat  mengungkapkan kasus yang terjadi di batu Koneng. Tapi anehnya, kenapa kasus penembakkan di Batumerah pada  tangal 13 Januari lalu, pelakunya belum diungkap. Padahal, kasus ini sudah tiga bulan,” kata Ketua Saniri Batumerah Salem Tahalua, kepada Rakyat Maluku, di kantor Desa Batumerah,  Selasa, 18 April.

Dikatakan bahwa persoalan yang terjadi di batu Koneng, dengan cepat, sigap dan tanpa menunggu lama, para pelaku sudah ditahan bahkan ditetapkan sebagai tersangka. Sementara penembakkan dan beberapa kasus lain di Batumerah, sebelum terjadi penembakkan, itu polisi bergerak lambat, dan terkesan diam.

“Kasus yang terjadi di Batu Koneng,  ini dalam waktu 1×24 jam,  itu bisa berhasil mengungkapkan pelakunya siapa. Memang kami pemerintah negeri, saniri negeri, tokoh pemuda, tokoh masyarakat,  juga sudah memberikan sebuah presur kepada kepolisian maupun DPRD Kota Ambon terkait kejadian pada tanggal 13 Januari di Batumerah,  sehingga meninggalnya anak kami Ibnu Kusumah. Yang kami sesalkan sampai saai ini polisi belum bisa membuktikan siapa dibalik penembakan,” katanya.

Ditabahkan bahwa diungkapkannya pelaku tidak saja warga Batu Merah, tapi semua masyarakat Kota Ambon, bisa mengetahui pelaku sebenarnya.

“Pada kesempata ini saya minta polisi supaya bisa lebih cepat menangkap atau bisa membuka secara transparan siapa sesungguhnya pelaku penembakkan. Itu harapan kami semua. Bukan saja kepada kita warga Batu Merah, tapi kepada masyarakat Kota Ambon,  keseluruhan bisa tahu siapa pelaku sebenarnya,” harapnya.

Sementara tokoh pemuda Batu Merah mengapresiasi polisi dengan cepat mengungkap pelaku di Batu Koneng. Sayang, pemuda sesalkan, kenapa penembak Ibnu Kusumah belum terungkap.

Memasang juga kalau dilihat konflik di Batu Koneng, kami memberi apresiasi kepada Polisi dalam rangka mengungkapkan pelaku secepatnya. Terkait dengan itu ada beberapa kejadian yang terjadi di Batumerah, sampai  saat ini belum terungkap  sementara daerah lain cepat diungkap. Kami pemuda sangat sesalkan ini,’ ujarnya.
Untuk mengungkapkan kasus di Batumerah, warga bahkan melakukan audens dengan pihak polisi baik Polres Pulau Ambon maupun Polda Maluku, yang digelar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, beberapa waktu lalu. Namun, lanjut dia, sampai detik ini, sudah tiga bulan pascakejadian tersebut, polisi tak mampu mengungkapkan kasus ini.

“Untuk itu kami sudah melakukan audens dengan polisi dan DPRD Kota Ambon,  sampai saat ini pelaku belum ditemukan. Padahal, kalau dilihat dari rentetan kejadian,  peristiwa bukan terjadi pada saat penembakkan saja,  tapi awal dari itu adalah kejadian di Ruko Batumerah. Akibat ini menjadi rentetan sehingga terjadi penembakkan. Polres Ambon harus mengungkapkan rentetan-rentetan kejadian sebelum penembakkan,”

Untuk diketahui, Ibnu Kusuma (14) tewas dengan luka tembakan di bahu kirinya. Sebelum meninggal dunia, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Tantui. Selain pelajar di SMA 13 Ambon ini tewas karena tertembak, turut ditembak, M Yamin Sukur. Yamin Sukur ditembak ditangan kanannya.

Peristiwa naas menimpa Ibnu Kusuma dan M. Yamin Sukur, terjadi di depan Puskesmas Rijali, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Informasi yang diterima Rakyat Maluku, tawuran pemuda Batumerah dan kelompok warga yang bermukim di Mardika, berawal ketika M. Ali Tahalua, Muhammad S. Rumadaul, Muhammad Rasid Ode, dan Jainal. A. Tahalua, sedang membongkar muatan dari truk yang berisikan buah-buahan. Pada saat menurunkan muatan do Ruko, tepatnya depan Bank Muamalat, muncul sekelompok pemuda dari arah Mardika. Para pemuda tersebut, menyerang 4 warga Batumerah. Karena diserang pakai parang, kayu, serta benda keras lainnya, M. Ali Tahalua cs, langsung kabur ke dalam kampung. Mereka kemudian menceritakan peristiwa penyerangan itu, kepada pemuda lainnya.
Alhasil, para pemuda Batumerah, keluar lewat Lorong Puskesmas, dan terjadilah konsentrasi massa antara pemuda Batumerah dan pemuda dari Mardika.

Waktu saling serang pakai benda keras dan tajam, tibalah anggota Polres Pulau Ambon dan Pp Lease serta prajurit TNI AD yang di BKO kan di Kota Ambon, Yonif 734/Satria Nusa Samudera. Tawuran sedang berjalan, tiba tiba terdengar bunyi letupan senjata api. Siapakah yang menembak, sampai saat ini tidak ada yang tahu.

Penembakan itu mengakibatkan Ibnu Kusuma dan M. Yamin Sukur terkena pelor tajam, dan mereka langsung ambruk di depan Puskesmas Rijali.  Ibnu Kusuma luka tembak di bahu kiri, sedangkan M. Yamin Sukur di tangan kanan.

Kedua pemuda tersebut, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Tidak lama, sekitar pukul 02.00 WIT, Ibnu Kusuma menghembuskan nafas terakhirnya
Akibat tewasnya Ibnu Kusuma, warga Batumerah, menutup jalan utama di Kota Ambon, yaitu Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi ini membuat kemacetan di sepanjang jalan itu. Namun, pukul 05.30 WIT, barikade jalan dibuka setelah aparat kepolisian diterjunkan ke lokasi.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease AKBP Harold Wilson Huwae mengatakan bahwa awal tawuran ini terjadi setelah dua orang tak kenal (OTK) dengan mengunakan sepeda motor, merampas HP salah satu warga di kawasan Ongkoliong. Setelah dikejar sampai di depan Puskesmas Rijali, terjadilah konsentrasi massa, yang berujung pada aksi saling serang.”Jadi datang OTK,  perampasan HP dan pukul mereka (pemuda Batumerah) di Ongkoliong. Setelah itu terjadi konsentrasi. Konsentrasi dibubarkan  anggota dan tembakan peringatan. Tambahkan peringatan ternyata ada korban yang jatuh,” kata Kapolres, kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Untuk pelaku penembakan, lanjut dia, sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan. Termasuk pelaku pemukulan terhadap warga di Ongkoliong.”Masalah nanti siapa yang nembak dan segala macam itu, nanti dilakukan pengusutan oleh aparat. Masih diselidiki, belum tahu masyarakat atau aparat yang tembak. Termasuk pemukulan di Ongkoliong. Karena permasalahan kan berawal dari Ongkoliong,” tegasnya.

Ibu Kusuma ditembak di punggung kiri sedangkan M. Yamin Sukur di tangan kanan. Keduanya dilarikan ke rumah sakit pascakejadian itu, namun tidak lama Ibnu Kusuma meninggal dunia.

“Ibnu Kusuma tertembak di baku kiri tembus pinggang kanan, kalau M. Yamin Sukur di telapak tangan kanan. Korban (Ibnu Kusuma, red) karena pendarahan, 1 jam kemudian setelah penembakkan baru dia meninggal. Dia meninggal dunia di RS Bhayangkara,” tandas Kapolres. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top