Teror Bom Di Saparua Dan SBB – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Teror Bom Di Saparua Dan SBB

Ilustrasi

Rakyatmaluku.com – AKSI orang tidak bertanggungjawab yang bertujuan mengacaukan situasi keamanan di Maluku yang telah kondusif kembali terjadi.

Bagaimana tidak, dalam dua hari terakhir, pada dua lokasi ber­beda yakni di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Kabupoaten Seram Bagian Barat (SBB),  tiga bom diledakkan orang tak dikenal.

Yakni  di perbatasan Desa Porto-Haria, Senin 18 April 2017 sekira pukul 20.30 WIT, dan di  Desa Waesamu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten SBB, pada Selasa 18 April 2017 sekira pukul 03.00 WIT. Beruntung, tiga ledakan buah bom pada dua tempat berbeda ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kasus ini sempat membuat warga yang berada di dekat lokasi ledakan menjadi panik.

Informasi yang diperoleh Rakyat Maluku menyebutkan, ledakan di Saparua terjadi di samping Rumah Sakit Umum (RSU) Saparua, dengan sekali bunyi bom yang diduga rakitan.

Mendengar ledakan bom, aparat TNI-Polri langs­ung diterjunkan ke TKP, guna mengecek kondisi. Sayang, setelah dicek, polisi maupun tentara tidak me­nemukan barang bukti, hanya tercium bau belerang. Saat kejadian, warga  Haria dan Porto, baru selesai ibadah. Sampai saat ini warga kedua desa tidak mengetahui motif OTK melakukan peledakan di tempat tersebut.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease AKBP Sucahyo Hadi ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau dirinya belum mengetahui peristiwa pelemparan bom di perbatasan Porto-Haria.

“Ini saya masih cek, baru dapat informasi. Barusan Kapolsek memberitahukan saya. Cek kebenaran info karena saya belum tahu TKP sebenarnya,” kata Kapolres, Selasa 18 April 2017.

Sementara di Kabupaten SBB terror bom terjadi Desa Waesamu, terjadi dua ledakan. Ledakan yang diduga bom, pertama di depan kediaman mantan Raja Desa Waesamu A. Reunussa dan kedua depan kediaman W. Latuperissa.
Akibat ledakan bom tersebut memicu reaksi dari masyarakat Desa Waesamu, sehingga terjadi konsentrasi masa dan disertai dengan pemblokiran jalan sepanjang  Jalan Trans Seram di Waesamu.

Kapolres SBB AKBP Agus Setiawan mengatakan kalau kalau kasus peledakan dua bom ini masih dalam penyelidikan, bahkan untuk mengungkapkan kasus ini Polda Maluku langsung diterjunkan ke TKP melakukan olah TKP.

“Iya ledakan bom di jalan. Saya baru kembali dari TKP. Tadi juga Tim Polda Maluku melakukan olah TKP,” kata mantan Kasubdit III Direktorat reserse Kriminal Umum Polda Maluku, kepada Rakyat Maluku melalui telepon selulernya, kemarin.

Kapolres meminta agar warga tidak terprovokasi dengan ledakan tersebut, sehingga tidak ada gejolak di tengah-tengah warga. “Kita pihak Polri dan TNI mengharapkan tidak terjadi gejolak dan tidak ada lagi tindakan teror bom. Tim kami juga sudah melakukan olah TKP. Mengharapkan agar masyarakat dapat meredam amarah. Dan agar akses jalan segera dibuka. Kami juga susah berkordinasi dengan Polda untuk memback-up dalam melakukan penyeledikan permasalahan yang terjadi,” tandas Kapolres. (AAN)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top