Jaksa Ekspose Perkara PNPM TNS Di BPKP – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Jaksa Ekspose Perkara PNPM TNS Di BPKP

Rakyatmaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah (Malteng) menggelar ekspose perkara korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi Sehat dan Cerdas (GSC), untuk dana Multi dan Neo Multi di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) Kabupaten Malteng tahun 2103 – 2015 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku, Selasa, 18 April 2017.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Malteng, Manatap Siregar, ekspose perkara tersebut dilakukan untuk mengetahui total kerugian keuangan negaranya.

“Hari ini (kemarin, red) sekitar pukul 14.00 Wit, kami menggelar ekspose perkara bersama BPKP untuk selanjutnya diaudit guna mengetahui total kerugian keuangan negaranya,” ucapnya, saat dihubungi koran ini, via telpon selulernya.

Untuk perhitungan kerugian keuangan negara sementara, lanjut Manatap, Jaksa Penyidik telah mengantongi total kerugiannya sebesar Rp 1,2 milliar dari total anggaran sebesar Rp 1,7 miliar. “Dari hasil audit Jaksa Penyidik, ditemukan kerugian sebesar Rp 1,2 miliar. Namun untuk memperjelas, maka kita akan menunggu hasil audit dari BPKP selaku tim auditornya,” pungkasnya.

Ditanya soal calon tersangka, Manatap mengatakan, calon tersangka dalam kasus tersebut telah dikantongi Jaksa Penyidik. Namun, pihaknya akan menunggu hasil audit resmi dari BPKP untuk selanjutnya menetapkan tersangkanya.“Calon tersangkanya sudah kami kantongi, namun Ekspose tersangkanya akan disampaikan setelah kami menerima hasil audit resmi dari BPKP,” janjinya.

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, Bendahara PNPM GSC Natalia Moningka diduga telah menggunakan anggaran proyek PNPM GSC di Kecamatan TNS sebesar Rp 1,2 miliar untuk kepentingan pribadinya. Diantaranya, untuk menikah, membeli Mobil merek Avanza dan membeli tanah.

Perbuatan yang dilakukan Natalia Moningka adalah melakukan pencairan fiktif, dengan memalsukan tandatangan ketua Pokja dan beberapa orang pengurus. Ketika anggaran dicairkan sebesar Rp 1,2 miliar, Natalia Moningka tidak menyalurkan seluruh anggaran tersebut secara benar. Alhasil, sebagian masyarakat yang wajib menerima dana PNPN GSC tidak menerima dana tersebut. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top