4 Ton Batu Cinnabar Diamankan – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

4 Ton Batu Cinnabar Diamankan

PENYELUNDUPAN BATU CINNABAR. Anggota TNI menunjukkan ratusan karung berisi batu cinnabar yang diangkut menggunakan dua mobil truk, di Makoramil 1504 Sirimau, Selasa 18 April 2017.

Rakyatmaluku.com – KOMANDO Distrik Militer (Kodim) 1504 Pulau Ambon, mengamankan empat ton batu cinnabar. Cinnabar ini diamankan bersama dua unit truk, dengan nomor polisi DE 8708 BU dan  L 9250 M, Selasa 18 April 2017 sekira pukul 06.00 WIT.

Informasi yang diperoleh Rakyat Maluku, batu cinnabar dibeli  dari Abuhayer. Abuhayer merupakan pengepul di lokasi tambang batu cinnabar yang berada di Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Setelah itu diangkut  menggunakan motor laut ke Asilulu,  Kecamatan Leihitu,  Kabupaten Maluku Tengah.
Direncanakan cinnabar ini akan dikirim ke Surabaya, melalui kapal kontainer selanjutnya dibawa ke Jakarta untuk dijual.

Diamankannya batu cinnabar setelah anggota Kodim, menerima informasi kalau ada upaya pengiriman cinnabar. Mendapat kabar tersebut, personel TNi langsung bergerak dan mengamankannya di Koramil Sirimau, tepatnya depan Pelabuhan Slamet Riyadi.

Sementara itu pihak Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, melalui Wakapolres Ambon Kompol Agung Tribawanto, mengatakan kalau persoalan cinnabar, itu diambil alih Direktorat reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).  Direktur Reseres Kriminal Umum Kombespol Budi Wibowo mengatakan kalau pihaknya sudah mengamankan benda yang diduga cinnabar.

“Itu kita mendapatkan informasi bahwa ada  teman-teman kita (TNI) yang nangkap. Diduga bahan cinnabar. Setelah itu kita tindaklanjuti,  kita koordinasikan dengan teman-teman yang mela­kukan penangkapan,  kemudian ada serah terima ke kita,” kata Dirreskrimsus Polda Maluku.

Dikatakannya kalau pihaknya sementara mendalami kasus ini. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui apa­kah benda-benda tersebut dilarang atau tidak. “Saat ini sedang kita upayakan untuk melakukan pendalaman, apakah betul bahwa termasuk barang-barang yang dilarang oleh undang-undang, hingga kita mau mencari dan mendapatkan keterangan-keterangan, supaya nanti kita simpulkan apakah telah terjadi tindakpidana ataukah tidak.  Jadi saya minta teman-teman (wartawan) bersabar, besok (hari ini) baru kita bisa sampaikan secara detail,” tutupnya. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top