Diduga Dansek PT. BSP Pecat Security Secara Sepihak – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Diduga Dansek PT. BSP Pecat Security Secara Sepihak

Rakyatmaluku.com – KOMANDAN Sektor (Dansek) PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Maluku dan Papua, Andy diduga telah melakukan pemecatan secara sepihak terhadap sejumlah security yang selama ini bertugas di PT.Unilever Cabang Ambon.

Dari empat security yang melaksanakan tugasnya di PT. Unilever Cabang Ambon, tiga diantaranya telah dipecat masing-masing, Rohatip Talaohu, Ramadan Rumbia, dan Semuel Latuheru.

Rohatip Talahou dipecat lantaran melarikan diri saat mengikuti pendidikan di SPN Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Sementara Ramadan Rumbia dipecat hanya karena menanyakan jumlah gaji yang harus diterima security setiap bulannya.

Begitupun dengan Semuel Latuheru yang dipecat karena dituduh Suprindy telah mencuri Bahan Bakar Minyak (BBM), padahal hal tersebut tidak pernah dilakukan.

“Menurut dia Dansek, saya mencuri dan memberikan bensin kepada pihak lain. Namun, saat saya meminta untuk memanggil polisi dalamrangka melakukan memeriksaan, dia malah melarang saya,” kata salah satu security yang dipecat, Semuel Latuheru kepada wartawan, di Ambon,Senin 17 April 2017.

Dengan dalih itulah, kata Latuheru, dirinya kemudian dipecat secara sepihak oleh Dansek. Padahal,  sanksi yang selama ini cukup popular adalah pemberian Surat Peringatan (SP) kepada karyawan, akibat pelanggaran disiplin atau kesalahan ringan yang dilakukan. Pemberian SP ini diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 161.

Tata cara pemberian SP ini diberikan berurutan yaitu masing-masing SP berlaku selama enam bulan. Bila kesalahan masih terjadi, akan ada SP2 dan SP3 atau surat peringatan terakhir, sebelum akhirnya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tetapi perlu juga diketahui bahwa jika pelanggaran yang dilakukan berkategori sangat berat seperti korupsi,maka bisa langsung dikenakan PHK. Kategori pelanggaran yang diberikan SP diatur dalam peraturan internal perusahaan. Lucunya, menurut Latuheru, saat pertemuan antara Dansek dan para security yang berada dibawah naungan PT. BSP pada Sabtu 15 April 2017, dia kembali berdalih bahwa tidak ada pemecatan, melainkan tidak lagi diperpanjang masa kontrak.

“Masa kontrak kita itu berakhir pada 31 Desember 2016. Nah, berdasarkan aturan, seharusnya kita tidak lagi melaksanakan tugas, sambil menunggu surat perjanjian/kontrak yang baru. Akan tetapi, sejak Januari-April 2017 ini kita masih tetap melaksanakan tugas, dan gaji kami masih dibayar. Itu berarti, kontrak kita sudah diperpanjang.

Namun pada rapat tanggal 15 April 2017 ini, Dansek tidak lagi menyodorkan kami kontrak baru,” beber Latuheru.
Dia menduga, pemecatan sepihak ini tidak diketahui oleh pihak PT. BSP di pusat, sehingga Dansek dengan leluasa bisa menilep hak-hak para security yang telah dipecat.

Untuk itu, kata Latuheru, dirinya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan pencemaran nama baik, karena telah menuduhnya mencuri BBM ke pihak kepolisian, untuk diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Selain itu, lanjut dia, dirinya bersama dengan Ramadan Rumbia akan melaporkan persoalan ini ke pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi baik kota maupun provinsi dan ke DPRD Provinsi Maluku.

Selain itu, mereka juga akan melaporkan persoalan ini kepada pihak PT. BSP di Jakarta, dan mempertanyakankan status mereka apakah telah diputuskan kontrak ataukah belum. (ARI)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top