Buka UAMBN Di MTs Negeri Ambon – Rakyat Maluku
EDUKASI

Buka UAMBN Di MTs Negeri Ambon

KakanKemenag Kota Ambon Rusydi Latuconsina didampingi Kepala MTsN Ambon, Kusnadi Umar saat menyematkan tanda peserta kepada peserta UAMBN/USBN di MTsN Ambon, Senin 17 April.

Latuconsina: UAMBN Komponen Strategis Pendidikan

Rakyatmaluku.com – KEPALA Kantor  Kementerian Agama (KakanKemenag) Kota Ambon, M. Rusydi Latuconsina secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) tingkat MTs yang terintegrasi dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di MTs Negeri Ambon. Pembukaan UAMBN ini ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada  perwakilan siswa peserta UAMBN.Senin 17 April.

Dalam sambutannya, Latuconsina mengatakan,  tujuan pendidikan dalam amanat Undang-Undang  nomor 20 Tahun 2013 tentang sistem pendidikan  nasional adalah untuk  mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan  yang Maha Esa, berahlak mulia, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan bertanggungjawab.

Untuk mencapai tujuan  tersebut, maka dalam penyelenggaraan  pendidikan, penilaian merupakan salah satu komponen pendidikan penting  disamping komponen-komponen lainnya.

Dalam standar nasional pendidikan ditetapkan  bahawa Ujian Madrasah  merupakan bentuk dari penilaian hasil belajar peserta didik pada akhir  satuan pendidikan oleh pemerintah yang bertujuan mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan standar kompetensi lulusan atau nilai  pencapaian kompetensi lulusan secara nasional.

Lanjut Latuconsina,  maksud ujian ini juga  sudah termaktub dalam  Prosedur  Operasional Standar (POS)  bahwa UAMBN  adalah kegiatan  pengukuran dan penilaian pencapaian standar kompetensi lulusan MTs, MA/MAK secara nasional meliputi Mata Pelajaran (Mapel) Al Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqih, SKI , Bahasa Arab dan Ilmu Kalam.

Dijelaskan, UAMBN   memiliki fungsi sebagai bahan pertimbangan  dalam penentuan pemetaan mutu madrasah, umpan balik dalam perbaikan program pembelajaran pada madrasah sebagai alat pengendali mutu pendidikan serta pendorong peningkatan mutu pendidikan pada madrasah.”Dengan tujuan itu maka UAMBN menjadi sangat penting sebagai salah satu komponen strategis pendidikan,”ujar Latuconsina.

Menurut Latuconsina,  madrasah sebagai lembaga pendidikan umum dengan ciri khas Islam disamping kurikulum  sebagaimana kurikulum pada sekolah umum, juga kurikulum dengan materi pendidikan agama Islam. Dengan ciri khas inilah diharapkan  tamatan madrasah akan memiliki kemampuan dibidang ilmu pengetahuan  dan teknologi yang dilandasi iman dan taqwa.

Kesempatan itu Latuconsina  menekankan, nilai  integritas agar selalu dijunjung oleh semua pihak karena kecerdasan  yang dimiliki setiap orang harus diiringi dengan nilai-nilai kejujuran.”Yang paling penting  itu bukan pada pelaksanaanya namun pada nilai-nilai kejujuran dan percaya diri,”tandas Latuconsina. sembari   menghimbau  agar siswa /siswi peserta ujian untuki terus tekun belajar mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh serta membaca soal-soal dengan baik sebelum mengerjakan soal-soal dimaksud.

Sementara itu, Kepala  Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Ambon, Kusnadi Umar  mengatakan,  jumlah peserta ujian tahun ini di MTsN Ambon sebanyak 312  siswa. Mereka  terbagi dalam 16 ruang ujian dengan diawasi langsung 32 pengawas dari seluruh Madrasah di Kota Ambon.

Diakui pelaksanaan UAMBN   tahun ini terintegrasi dengan pelaksanaan USBN  tingkat SMP. Dimana proses pelaksanaanya selisih   satu hari. Untuk USBN SMP berlangsung selama tiga hari, sementara UAMBN dan USBN pada Madrasah berlangsung selama empat hari kedepan.”Hari pertama  Mata pelajaran (Mapel) Al-Qur”an Hadits  dan Akidah Akhlak,  hari kedua, PKN dan Fiqih, hari ketiga IPS , SKI dan terkahir Bahasa Arab. Jadi   karena  ada  penggabungan UAMBN dan USBN maka  proses ujian  pada sekolah madrasah itu berlangsung empat hari,”ujar Kusnadi.

Dijelaskan,  sistem  koreksi  UAMBN tahun inipun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana awalnya koreksi dikembalikan pada tingkat sekolah namun kali ini koreksi sudah dipusatkan  di Kanwil Kementerian Agama.”Ini merupakan  loncatan kebijakan yang sangat positif  dimana  hasil yang diperoleh  nantinya benar-benar munri sesuai apa yang  telah dicapai oleh siswa itu sendiri,”jelas Kusnadi.

Dia  menambahkan, pihak sekolah telah maksimal memberikan persiapan kepada siswa  mulai dari tahapan pemantapan, try out untuk menghadapi rentetan ujian tahun ini. Untuk itu yang diharapkan adalah  bagaimana siswa  fokus terhadap ujian sehingga hasil yang diperoleh adalah hasil maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kesempatan itu Kusnadi juga menghaturkan   rasa terimakasihnya kepada KakanKemenag Kota Ambon yang telah  berkenaan hadir untuk membuka UAMBN dan USBN perdana di MTsN Ambon. (CIK)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top