PDIP Maluku ‘Diobok-Obok’ – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

PDIP Maluku ‘Diobok-Obok’

Rakyatmaluku.com – PERNYATAAN Gubernur Maluku Said Assagaff, yang menjadi incumben di Pilgub Maluku 2018, dan berkeinginan agar bakal calon wakil gubernur Maluku yang akan menpendampinginya mendapat rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku, ternyata dinilai fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Maluku, Nicky Rahalus, sebagai sebuah pernyataan yang sengaja mengobok-obok PDIP Maluku.

‘’Ya, beliau (Said Assagaff) bilang bah­wa ada utang budi kepada PDIP se­hingga kali ini harus direkomendasi oleh PDIP, atau dengan kata lain calon wakil harus dari PDIP itu sama saja mengobok-obok PDIP yang adalah partai pemenang pemilu di Maluku bahkan di Indonesia,” ujar Rahalus, kepada pers, Sabtu 15 April 2017.
Mestinya kalau Assagaff me­rasa punya utang budi kepada PDIP, kata Rahalus, mestinya da­lam melaksanakan tugas dan tang­gungjawab selama periodesasi pertama ini, semangat nawacita harus menjadi perhatian.

Dia kemudian mencontohkan berbagai persoalan di Maluku yang tidak bisa diselesaikan dengan baik, mulai dari masalah pendidikan yang sangat rendah kualitasnya sehingga menjadi keprihatinan Menteri Pendidikan saat berkunjung di daerah ini pekan kemarin, termasuk persoalan-persoalan lain semisal, perjuangan lumbung ikan nasional, Maluku sebagai provinsi kepulauan, serta masalah kesehatan yang terkesan tidak terkonsep dan meninggalkan konsep gugus pulau.

“Bagaimana mungkin beliau mau direkomendasi PDIP sementara semangat Nawacita itu sama sekali tidak nampak. Konflik-konflik di Maluku tidak diselesaikan dengan baik, berikut masalah pertambangan termasuk perjuangan PI 10% saja sampai saat ini tidak jelas,’’ ungkapnya.

Menurutnya pula, pernyataan Assagaff yang mengatakan ditawari Presiden Joko Widodo untuk didukung PDIP mesti dicermati dengan baik.  ‘’Menurut saya tidak mungkin Presiden menge­luarkan pernyataan itu karena pastinya presiden menyadari bahwa beliau bukan Ketua Umum PDIP. Beliau juga adalah aparat partai. Ya, kalau sekedar basa-basi saja boleh0lah, tapi kalau presiden yang menawarkan itu sangat tidak mungkin,’’ tambahnya.

Karena itu, Rahalus juga mendesak agar, DPD PDIP Maluku mengambil sikap terkait pernyataan Assagaff tersebut.  “DPD harus ambil sikapi. Minimal pertanyakan hal ini ke Presiden lewat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta,” desaknya.

Sementara itu, salah satu anak biologis PDIP di Maluku, Iskandar Sanduan menambahkan, PDIP Maluku harus kembali solid untuk melihat agenda-agenda besar yang kini berada di depan mata.

‘’Kalau kemarin, kita mengalami kekalahan di beberapa tempat, mari kita introspeksi diri. Mari kita mengevaluasi kira-kira kekurangan kita ada di mana. Dengan begitu, kedepan PDIP lebih terkonsolidasi dalam menghadapi agenda-agenda politik lainnya, baik itu Pilgub Maluku, Pileg bahkan Pilpres,’’ imbuhnya.
Karena itu pula, Sanduan meminta agar Ketua DPD PDIP Maluku, Edwin Adrian Huwae tidak alergi dengan rencana evaluasi yang akan dilaksanakan pada Rekerda PDIP yang bakal berlangsung akhir April ini.

‘’Ini khan demi kepentingan partai. Wajar kalau dilakukan evaluasi. Jangan alergilah, jangan karena kepentingan orang per orang lalu kepentingan partai dikorbankan,’’ imbuh dia.

Ia mendukung jika dalam Rakerda nanti dilakukan evaluasi terhadap kekalahan PDIP di beberapa daerah, terutama di Kota Ambon yang awalnya ditargetkan harus menang besar. ‘’Ya kalau dalam evaluasi ada yang lalai, ditindak saja. Direkomendasikan ke DPP, DPP-lah yang akan me­ngambil tindakannya. Kalau DPP memutuskan untuk dicopot atau dipecat, ya harus teruma,’’ pungkas dia.

Terkait rencana evaluasi menyeluruh di Rakerda PDIP Maluku akhir Apri ini, pembelaan terhadap Ketua DPD PDIP Maluku datang dari Ketua PAC Kecamatan Leihitu, Faizal Soumena. Menurut Soumena, pihaknya tidak bisa menerima pemberitan media yang disampaikan Evert Kermite berkenan dengan pelaksanaan Rakerda dimana direncanakan akan dilakukan evaluasi.

‘’Pak Evert terlalu tendensius. Beliau memperlihatkan bahwa ada skenario busuk yang ingin menjatuhkan Edwin Huwae. Padahal Rakerda itu bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan tahunan dan mempersiapkan kegiatan selanjutnya, juga program untuk menuntun partai selama satu tahun. Rakerda bukan forum evaluasi tapi ajang mempersiapkan program satu tahun kedepan,’’ sebutnya.

Dikatakan, tidak elok kalau Rakerda itu dijadikan ajang evaluasi ketua DPD PDI-P Maluku. ‘’Ini skenario Evert untuk menggulingkan ketua DPD,’’ ketusnya.
Diitambahkan Faizal, yang mesti menjadi catatan sebagai kader partai, seharunya saat ini pak Evert haus fokus terhadap penugasan partai di Jakarta untuk memenangkan Ahok-Djarot.

‘’Hari ini ketua dan sekretaris sementara memimpin tim dari Maluku di Jakarta terutama para anggota fraksi PDIP. Mereka bekerja habis-habisan untuk memenangkan Ahok-Djarot. Jangan mengacaukan di publik dong,’’ imbaunya. (NAM)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top