Kerusakan Jalan Kebun cengkeh Dijadikan Lahan Rupiah – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Kerusakan Jalan Kebun cengkeh Dijadikan Lahan Rupiah

Ilustrasi

Rakyatmaluku.com – Kerusakan jalan di sepanjang kebuncengkeh, hingga STAIN Ambon, kerap dimanfaatkan se­ba­gai lahan untuk mendapatkan rupiah dari pe­ngguna jalan. Sejumlah pemuda yang tidak jelas asal-usulnya, secara sukarela mengerjalan kerusakan jalan tersebut, dan menagih uang dari pengguna jalan.

Tak segan-segan, para pemuda garong tersebut, nekat mencaci para pengendara, yang tidak memberikan sumbangan atas pekerjaan mereka. Hal ini terjadi, akibat kurangnya kontrol dari pemerintah terkhususnya Dinas Perhubungan Kota Ambon.

Padahal, kerusakan jalan di kawasan Kebuncengkeh, tidak baru kemarin, tapi sudah terjadi sejak lama, dan sampai saat ini belum dibenahi. Alhasil, kerusakan jalan ini dimanfaatkan oleh kelompok pemuda yang tidak mempunyai pekerjaan untuk mendapatkan uang.

Warga yang melintas di ruas jalan tersebut berharap, agar pemerintah terutama Dinas Perhubungan Kota Ambon, termasuk dukungan dari Polantas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, untuk mengontrol hal ini ke lapangan. Pasalnya, perbuatan para pemuda garong ini, kerap menimbulkan masalah, yang tidak dapat dihindarkan termasuk sampai pada tingkat perkelahian antar pemuda. “Ini persoalan-persoalan sepele, yang tidak bisa didiamkan.

Mestinya, para pemuda ini harus ditertibkan sehingga tidak memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan uang, seolah-olah ini pekerjaan mereka,” tegas salah satu sopir angkot, IAIN, yang enggan namanya dikorankan kepada Rakyat Maluku kemarin.

Menurut dia, mereka sering terlibat adu-argumen dengan kelompok pemuda garong tersebut. Tak ayal, caci-maki tak bisa dihindarkan, saat para sopir tidak memberikan uang kepada mereka. Faktanya, kata dia, hampir seluruh titik-titik kerusakan jalan yang diperbaiki, hanya bertahan satu minggu.

Pasalnya, selain dibuat asal-asalan, itu bukan pekerjaan mereka, selain hanya untuk mencari untung dari para pengguna jalan. Ia juga meminta kepada pemerintah untuk membenahi seluruh titik kerusakan jalan di sepanjang kebun cengkeh, hingga STAIN, sehingga tidak dimanfaatkan oleh kelompok pemuda tersebut.

“Kalau jalannya tidak rusak, mana mungkin mereka mau perbaiki. Jadi, intinya itu bukan di para pemuda itu saja, tapi di pemerintah, bagaimana memperbaiki kerusakan jalan itu. Kita bayar pajak setiap hari, ya untuk perbaiki jalan itu,” sindir dia. (WHL)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top