Tantangan Berat Maluku Ke PON 2020 Papua – Rakyat Maluku
ALL SPORT

Tantangan Berat Maluku Ke PON 2020 Papua

Tampak atlet-atlet dan pelatih Arkilo Muaythai Klub Ambon berswafoto seusai berlatih di halaman SMA Kristen YPPKPM Ambon, kawasan Urimessing, Ambon, belum lama ini.

Rakyatmaluku.com – SEBAGAI salah satu daerah yang ikut membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 1945, semestinya kini prestasi olahraga Maluku tetap berada di peringkat 10 besar nasional.

Tetapi justru sebaliknya prestasi olahraga daerah ini dari Pekan Olahraga Nasional ke PON terus saja mengalami penurunan drastis dari sisi prestasi. Bahkan jika dikaji kembali catatan pretasi daerah ini di empat edisi PON terakhir, 2004 Sumatera Selatan, PON 2008 Kalimantan Timur, PON 2012 Riau, dan PON 2016 Jawa Barat, Maluku masih tetap bertengger di peringkat 20 nasional.

Sekarang muncul keprihatinan baru menyusul krisis kepemimpinan yang melanda KONI Maluku yang akan menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) pada Agustus 2017 mendatang. Sebab, sejumlah kandidat, seperti Gubernur Said Assagaff, Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, dan Komisaris PT Bank Maluku Izack Saimima yang lebih digadang-gadang pemerhati dan praktisi olahraga menggantikan Karel Albert Ralahalu justru terhalang aturan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melawang pejabat publik dan komisaris menjadi ketua umum KONI.

Di tengah kegaulauan mencari sosok tepat pengganti Ralahalu di markas KONI Maluku, dunia olahraga daerah ini dipusingkan dengan telah dan bakal hengkangnya sejumlah atlet berprestasi dan potensial Maluku ke provinsi lain, Jawa Barat, Banten, Papua Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur dan Jawa Timur dengan alasan mencari penghidupan lebih layak ketimbang hanya sekadar menjadi Satuan Polisi Pamong Praja yang saban hari mengusir pedagang kaki lima di Pasar Mardika, Kota Ambon.

Tak hanya atlet, sejumlah pelatih pun telah mengeluarkan warning untuk berpindah ke lain hati menyusul pembagian bonus tak rasional dari KONI Maluku sepulang PON XIX.

Siapa pun yang bakal terpilih menjadi ketum KONI Maluku 2017-2022 bakal memikul tanggung jawab berat dari aspek pendanaan dan pembinaan sebab saat ini Maluku krisis atlet-atlet lapis kedua yang kemampuannya sepadan dengan atlet-atlet pendahulu yang sebagiannya telah menyatakan gantung sepatu dan gantung sarung tinju seusai PON XIX. Akankah prahara ini terus menghantui atmosfer pembinaan olahraga Maluku dua hingga tiga tahun ke depan? Semoga Musorprov KONI Maluku nanti mampu memecah kebuntuan dimaksud. (RONY SAMLOY)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top