Standar Minimum Pelayanan Pendidikan Di Aru Dan Ambon Belum Terpenuhi – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Standar Minimum Pelayanan Pendidikan Di Aru Dan Ambon Belum Terpenuhi

Muhadjir Efendy

Rakyatmaluku.com – MENTERI Pendidikan dan Kebu­da­yaan RI, Prof.  Dr.  Muhadjir Efendy, MAP, meninjau pelaksanaan Ujian Nasional, berbasis kertas maupun berbasis komputer di Ka­bu­paten Kepulauan Aru, yang merupakan salah satu daerah terpencil di Provinsi Maluku, Rabu 12 April 2017. Kepada wartawan di Ambon, Kamis 13 April 2017, Muhajir katakan, dengan berkunjung ke daerah terpencil ini, dia ingin mendapatkan masukan dari “bawah”.

“Terutama dari para guru dan penyelenggara sekolah, tentang kebutuhan-kebutuhan yang sangat mendesak, sangat mendasar dan harus segera dipenuhi oleh pemerintah. Supaya penyelenggaraan sekolah di wilayah Maluku, khususnya di Kabupaten Kepulauan Aru itu bisa segera dipercepat,” ujarnya.

Dengan begitu, menurut Muhajir, kualitas pelayanan pendidikan di daerah terpencil ini bisa segera sejajar dengan dengan wilayah-wilayah lainnya.

Dia mengungkapkan, dalam kunjungan di Aru, yang ditemukan, masih banyak sekolah yang standar minimum pelayanannya belum terpenuhi. Baik berupa ruang kelas, termasuk sarana prasarana lainnya.

Ada juga yang paling mendesak bagi sekolah-sekolah yang jauh dari pusat perkotaan itu, ialah sarana prasarana daya listrik dan jaringan listrik,” ungkapnya.

Muhajir juga menyebut, kebutuhan tempat tinggal guru juga masih sangat besar. Dibutuhkan sampai di atas 1.000 rumah untuk para guru, terutama untuk pulau-pulau pada wilayah-wilayah terpencil, yang jauh dan secara spasial itu memang harus ada kebijakan khusus.

“Langkah konkrit dari Kemendikbud soal temuan-temuan itu, nanti akan dibicarakan di rapat tingkat pimpinan,” katanya. Kabupaten Kepulauan Aru merupakan sebuah kabupaten kepulauan yang terletak di sisi tenggara Provinsi Maluku, berbatasan langsung dengan Australia di Laut Arafura.

Kabupaten ini terdiri dari sekitar 187 pulau, dengan 89 di antaranya berpenghuni. Dengan tutupan hutan seluas 730 ribu hektare, di Kepulauan Aru tutupan hutan setara dengan 12 kali dari luas daratan Singapura.

Kepulauan Aru sejak dahulu dikenal sebagai pe­nghasil mutiara berkualitas tinggi, dan dikenal sebagai “Mutiara Dobo”. Selain itu juga dikenal ketika terjadi pertempuran di Laut Aru, yang menyebabkan Komodor Yos Soedarso beserta RI Macan Tutul tenggelam pada pertempuran tersebut.

TINJAU TIGA SEKOLAH DI AMBON
Setelah kembali dari kunjungan kerjanya dari Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Efendi, juga meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tiga sekolah di kota Ambon.

Tiba Di Bandara International, Kamis 13 April 2017, sekira pukul 13.00 WIT, Muhajir beserta Direktur Jenderal SMP Supriyanto dan staf teknis Kemendikbud, didampingi  Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Staf Ahli Gubernur Halim Daties beserta jajaran Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku langsung menuju SMA Negeri 7 Ambon.

Setibanya di SMA Negeri 7, Muhajir beserta rom­bongan disambut Kepala Sekolah SMK 7, Laurens Makatipu, siswa-siswi, para guru dan pegawai dan langsung meninjau ruangan pelaksanaan UNBK yang pada saat itu akan dimulai sesi kedua, yang diikuti 34 siswa dari total keseluruhan siswa 102 orang.

Dalam tinjauan, Mendikbud Muhajir Efendi sempat berbincang-bincang dengan beberapa peserta ujian terkait kesiapan siswa dalam pelaksanaan UNBK. Dilanjutkan dengan peninjauan beberapa ruang kelas.

Dari SMA Negeri 7, Mentri kemudian melanjutkan tinjauan ke SMA Negeri 3, dengan jumlah keseluruhan siswa yang mengikuti UNBK mencapai 245 peserta. Komputer yang disediakan mencapai 82 unit yang tersebar di beberapa ruangan, sebagian komputer tersebut dipinjam dari SMK 2 dan SMA Negeri 4.

Selain meninjau pelaksanaan UNBK, Menteri juga meninjau ruang belajar, WC siswa dan sejumlah ruangan lainnya.
Usai dari SMA 3, Muhajir beserta rombongan meninjau plaksanaan UNBK di SMA Negeri 5 Ambon, yang diikuti sebanyak 259 peserta yang terbagi dalam 3 ruangan.

Sama halnya di SMA Negeri 7 dan SMAN 3, Muhajir juga meninjau ruang kelas, WC dan beberapa ruangan lainnya. Setelah melihat semuanya, orang nomor satu di Kemendikbud ini sempat memuci kebersihan sekolah berlokasi di desa Lateri ini.

Disela-sela tinjauan tersebut, Mendibud Muhajir Efendi mengajak Wakil Gubernur Maluku Z. Sahuburua  untuk memanen kangkung, yang merupakan hasil kerja siswa. Disela-sela tinjauan UNBK, kepada pers, Muhajir Efendi mengakui dalam kunjungannya mendapat masukan baik dari para guru dan kepala sekolah  tentang kebutuhan-kebutuhan yang sangat mendesak, mendasar yang harus segara dipenuhi pemerintah. Agar penyelenggaraan sekolah di wilayah Maluku bisa dipercepat, sehingga kualitas pelayanan pendidikan bisa sejajar dengan wilayah.

“Dari hasil tinjauan, fasilitas yang ada masing-masing sekolah masih standar minimum, baik itu standar pelayanan belum terpenuhi, berupa ruang kelas, sarana prasarana yang lain, kemudian sekolah-sekolah yang jauh dari pusat perkotaan, itu yang paling mendesak. Begitu juga dengan sarana prasarana listrik dan jaringan, kemudian tempat tinggal guru, terutama diwilayah pulau – pulau terpencil.

Sehingga harus ada kebijakan kebijakan khusus terkait persoalan ini. Kami belum bisa langsung mengambil langkah atau kebijakan, nanti tiba di Jakarta baru kita dibicarakan di tingkat rapat pimpinan untuk mengambil kebijakan dalam mengatasi persoalan pendidikan yang ada di daerah,” ujar Muhajir.

Sementara terkait pelaksaan UN, dirinya meng­ungkapkan tidak akan toleransi jika terjadi kecurangan.  “Lebih baik mereka kesulitan dalam me­nger­jakan soal-soal itu, tetapi dia percaya diri, dari pada dibantu pihak luar termasuk guru. Hal ini tentu akan merusak integritas dari sekolah itu sendiri,” tegas Muhajir. (YAS)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top