Siswa SMK Di Ambon Cabuli Gadis Di Bawah Umur – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Siswa SMK Di Ambon Cabuli Gadis Di Bawah Umur

Ilustrasi

Rakyatmaluku.com – AKSI tidak senonoh dilakukan salah satu siswa SMK di Kota Ambon berinisial LAK (16), yang tega mencabuli salah seorang gadis di bawah umur, sebut saja namanya Mawar, yang tak lain adalah pacarnya sendiri.

Aksi yang dilakukan LAK terhadap Mawar bisa dikategorikan nekat karena dilakukan di bawah salah satu jembatan di Kecamatan Nusa­niwe yang juga merupakan lokasi pemandian warga setempat.

Aksi nekat LAK ini akhirnya diketahui orang tua mawar yang kemudian melaporkannya kepada aparat kepolisian, Rabu  12 April 2017 sehingga LAK harus berurusan dengan aparat keamanan di Polres Ambon. Peristiwa yang akhirnya diketahui ibu korban  (Mawar) saat melihat tanda, bekas ciuman di leher anak gadisnya  yang masih berusia 12 tahun ini.

Setelah ditanyai ibunya, korban (Mawar) akhirnya menceritakan kepada ibunya terkait apa yang dilakukan LAK.
Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Iptu Nikolas Anakota, kepada pers menjelaskan terjadinya peristiwa itu yakni  sebelum  pelaku dan korban bertemu di jembatan, pelaku terlebih dahulu mengirim pesan singkat ke nomor HP milik korban.

Isi  SMS, tersebut yakni kalau pelaku menunggu korban di lorong jalan, tapi korban membalas SMS pelaku dengan mengatakan  kalau dia  takut ibunya.

Tak habis akal, LAK kembali mengirim pesan, dengan mengatakan kepada korban agar dirinya datang bersama sepupunya.

“Setelah korban dan saudaranya menemui pelaku, saudara korban MA, kemudian pergi meninggalkan keduanya,” kata Iputu Nikolas Anakotta, kepada wartawan Kamis, 13 April 2017.

Perginya MA, ternyata dimanfaatkan LAK. Di mana korban diajak sama kekasihnya itu  ke jembatan dan korbanpun disuruh LAK untuk berbaring diatas pahanya. “Waktu berbaring diatas paha pelaku, pe­laku tak menunggu lama langsung melakukan ak­sinya dengan mencium kasar leher korban sehingga meninggalkan bekas,” jelas Iptu Nikolas.
Sekembalinya ke rumah, korban (Mawar) langsung masuk ke kamar dan tidur. Namun ke esokan harinya barulah ibu korban  melihat bekas “gigitan” di leher anaknya itu. Karena itulah ibunya menanyakan soal apa yang dialami anaknya.

“Karena takut korban pun mengungkapkan kalau dirinya telah di cium kasar oleh pelaku. Mendengar penuturan korban, ibu rumah tangga ini melaporkan kasus yang dialami korban ke polisi,” tandas Iptu Nikolas. (M1)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top