Pendeta Refialy: Jumat Agung Peristiwa Penting – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Pendeta Refialy: Jumat Agung Peristiwa Penting

Umat Kristiani Kota Ambon mengikuti Perjamuan Kudus di Gereja Maranatha, Jumat 14 April 2017. Prosesi Perjamuan Kudus ini dilakukan pada Jumat Agung untuk memperingati kematian Yesus melalui penyaliban dan Paskah sebagai perayaan atas kebangkitan Yesus dari kematian.

Rakyatmaluku.com – WAKIL Ketua  II Sinode GPM Maluku, Pen­­deta mengatakan, Jumat Agung atau kematian Yesus Kristus hingga kebang­kitannya merupakan peristiwa yang sa­ngat penting dan bukan hanya sekedar perjamuan.

“Karenanya harus dimaknai dengan benar oleh seluruh umat Kristen, tentang pengor­banan Yesus Kristus yang rela mati demi menebus dosa-dosa kita,” ungkap Pendeta Refialy,  kepada pers di Kantor Sinode, Kamis, 13 April 2017.
Selama ini, kata Pendeta Refialy, khususnya di GPM, Jumat Agung hanya diperingati oleh orang dewasa. Jumat Agung hanya dirayakan oleh orang-orang yang sudah diteguhkan sebagai anggota sidi gereja. Ditahun ini, perayaan Jumat  Agung juga dinikmati oleh anak-anak.

“Hal ini dilakukan supaya memberikan arti dan makna kematian Yasus Kristus bagi anak-anak. Siang hari setelah ibadah Perjamuan Kudus, ada ibadah Jumat Agung bagi anak-anak. Ibadah untuk anak-anak itu tidak ada prosesi perjamuan, tetapi ibadah tersebut dikhususkan untuk mengajarkan kepada anak-anak arti Jumat Agung,” jelasnya.

Berselang tiga hari kemudian, umat Kristen akan merayakan peristiwa Paskah. Yang mana peristiwa ini merupakan peristiwa pembebasan. Pembebasan manusia dari segala dosa melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
“Paskah atau kebangkitan kebangkitan Kristus, menandakan kemenangan bagi umat Kristen, sehingga awal pertumbuhan iman Kristen itu ketika peristiwa Paskah atau Yesus Kristus bangkit dari kematian sekaligus momentum pembebasan manusia dari dosa,“ katanya.

Menurutnya, Paskah bukan hanya sekedar menja­lankan tradisi, tetapi umat Kristen harus benar-benar memaknai Paskah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus benar-benar memaknai arti dari Paskah yang sesungguhnya. Umat Kristen harus jadikan Paskah untuk menjalani kehidupan yang baru dan tidak lagi diiringi dosa. Sebab, iman Kristen lahir dari Paskah. Itulah sebabnya mengapa Paskah harus benar-benar dimaknai dengan betul,” ungkapnya.

Pendeta Paulus Refialy menjelaskan, perayaan Paskah tahun ini, berbeda dari tahun sebelumnya. Sebab, umat GPM dihimbau untuk menjalankan betul arti sebuah peristiwa kebangkitan Kristus. Olehnya itu, perayaan Paskah akan berlangsung selama seminggu penuh.

“Paskah tahun berbeda dari tahun sebelumnya. Karena Minggu dan Senin akan ada ibadah Paskah. Kemudian Hari Selasa pekan depan ibadah Paskah khusus untuk kaum laki-laki. Kemudian hari Rabu ibadah Paskah untuk kaum perempuan,” lanjutnya.

Berlanjut dihari Kamis, perayaan ibadah Paskah akan dilaksanakan oleh  pemuda dan pemudi GPM.  Selanjutnya hari Jumat, ibadah Paskah akan berlangsung di unit-unit sektor pelayanan.

“Selain itu, kita inginkan agar Paskah tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya agar dirayakan lebih meriah dan dimaknai dengan benar. Terutama untuk mempraktekan arti Paskah di kehidupan sehari-hari. Baik hidup semasa umat Kristen, maupun dengan umat beragama lainnya. Yang mana hidup damai dalam cinta kasih terhadap sesama manusia,” tegas Pendeta Paulus Refialy. (NAM)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top