Korupsi Dana WiFi & Dana Master Plan, 2 Pegawai Dinas Kominfo Maluku Mangkir – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Korupsi Dana WiFi & Dana Master Plan, 2 Pegawai Dinas Kominfo Maluku Mangkir

Rakyatmaluku.com – DUA pegawai Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Maluku mangkir dari panggilan Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kamis, 13 April 2017.Sesuai agenda, dua pegawai tersebut akan diperiksa sebagai saksi atas perkara korupsi dua proyek di dinasnya tahun 2015. Yakni, proyek penguatan jaringan (Wi Fi) di Kantor Gubernur Maluku, dan proyek pembuatan Master Plan.

“Hari ini (Kamis, red) ada dua saksi yang mangkir dari panggilan Jaksa Penyidik. Kedua saksi ini akan diagendakan ulang untuk diperiksa guna melengkapi berkas perkara tersangka Ibrahim Sangadji selaku mantan Kadis Kominfo Maluku ditahap penyidikan,” ucap Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, kepada wartawan, di ruang pers.

Ditanya soal total kerugian keuangan negara atas dua proyek tersebut, Samy mengatakan, hingga saat ini Jaksa Penyidik masih terus berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku untuk kepastian total kerugian keuangan negaranya.

“Ekspose perkara bersama BPKP telah dilakukan pekan kemarin, sehingga tinggal menunggu hasil auditnya saja untuk kelengkapan berkas perkara Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Ekonomi dan Keuangan itu ditahap penyidikan,” tandas Samy.

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, saat menjabat Kadis Kominfo Maluku, Ibrahim Sangadji selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dinilai paling bertanggung jawab atas penggunaan anggaran dua proyek di tahun 2015 itu. Sebab, pencairan sekaligus penggunaan anggaran dua proyek itu diketahui oleh Ibrahim Sangadji.

Kerugian keuangan negara sementara di proyek penguatan jaringan Wi Fi pada Kantor Gubernur Maluku tahun 2015 senilai Rp 168 juta. Kerugian tersebut diakibatkan lantaran pihak Dinas Kominfo Maluku belum membayar pihak ketiga, yakni CV Bintang Timur, selama tiga bulan terakhir di tahun 2015, dengan pembayaran per bulannya senilai Rp 56 ribu.

Tunggakan pembayaran uang Wi Fi untuk tiga bulan terakhir di tahun 2015 senilai Rp 168 juta itu, telah dilunasi oleh CV Bintang Timur kepada pihak penyedia layanan, yakni PT Telkom. Namun, yang menjadi masalah adalah pihak Dinas Kominfo Maluku belum menggantikan uang Wi Fi itu ke CV. Bintang Timur. Pihak Dinas Kominfo Maluku baru melunasinya setelah Direktur CV Bintang Timur Abdul Musani dimintai keterangan oleh Jaksa Penyidik
Sedangkan kerugian keuangan negara sementara dari proyek pembuatan master plan di Dinas Kominfo Maluku tahun 2015 sebesar Rp 800 juta lebih.

Proyek ini diketahui telah selesai dikerjakan 100 persen, sementara pihak ketiga yang mengerjakan belum menerima pembayarannya sebesar Rp 800 juta lebih.

Kepada Jaksa Penyidik, tersangka Ibrahim Sangadji mengaku bahwa telah menggunakan anggaran dua proyek di tahun 2015 itu untuk menjamu atau memfasilitasi kedatangan menteri Kominfo RI beserta istrinya di kota Ambon pada 5 Juli 2015 lalu. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top