Tiga Bulan Tak Digaji, Ratusan Fasdes Ancam Demo – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Tiga Bulan Tak Digaji, Ratusan Fasdes Ancam Demo

Ilustrasi

Rakyatmaluku.com – SEBANYAK 105 tenaga Fasilitator Desa (Fas­des) yang bekerja untuk mendukung dan mengawal program SOLID, sebuah Prog­ram Peningkatan Kesejahteraan Petani Kecil (PPKPK) yang  dibiyayi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) meradang.

Sejak Januari hingga Maret 2017 mereka bekerja mendampingi para petani yang mendiami ratusan desa di Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan serta Kabupaten Seram Bagian Barat tanpa mendapat upah sepersenpun sebagaimana kontrak yang mereka tandatangani.
Berbagai pertanyaan selalu mereka layangkan kepada Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pihak yang memenangkan tender tersebut tetapi tak kunjung ada kepastian.

Sejumlah tenaga Pasdes menerangkan jika akti­vitas mereka dilapangan mulai dikurangi, kerja-kerja pendampingan sudah tidak normal lagi seperti biasanya.

Parahnya lagi, secara ekonomi ada sejumlah Pasdes yang tak mampu membayar biaya sewa rumah di kabupaten-kabupaten, bahkan ada yang terancam diusir pemilik kontrakan.

Direktur YPPM Abdul Gani Fabanyo yang dikonfirmasi Rakyat Maluku tadi malam mengaku jika gaji para Pasdes itu memang belum dicairkan pemerintah, dengan alasan yang dia terima dari Pemerintah Provinsi Maluku kalau ada perubahan nomenklatur tentang struktur organisasi Pemerintah Provinsi Maluku, sehingga perlu adanya penyesuaian nomenklatur yang menyita waktu.

“Awalnya kan Badan Ketahanan Pangan, tetapi kemudian berubah menjadi Dinas Ketahanan Pangan, ini yang membuat terjadinya perubahan pada DIPA dan juga administratif lainnya sehingga butuh waktu,” terang Fabanyo.
Menurut Fabanyo, pemerintah provinsi sudah berjanji akan menyelesaikan dan melunasi gaji para Pasdes dalam waktu dekat, setelah proses penyesuaian administratif selesai diproses Dinas Ketahanan Pangan.

“Sesuai informasi yang saya dapatkan besok (hari ini), sudah clear, dan akan dibayarkan,” beber Fabanyo.
Walaupun demikian, Fabanyo menegaskan pi­haknya juga memberikan deathline waktu kepada Dinas Ketahanan Pangan agar segera menyelesaikan dan melunasi upah para Pasdes.

Jika sampai pekan ini  tidak dilunasi, dia menye­rukan kepada semua Pasdes yang ada agar menggelar aksi unjuk rasa meminta hak mereka dilunasi Pemerintah Provinsi Maluku.

Untuk diketahui, Program SOLID merupakan upaya pemerintah meningkatkan penghasilan para petani dan ikut mengantaskan kemiskinan yang melanda petani di Indonesia. Di Maluku program tersebut sudah berjalan sejak 2014 dan akan berakhir tahun 2018.

Diberbagai kabupaten yang ada di Maluku, program yang anggarannya berasal dari bantuan dana talangan salah satu lembaga donor internasional berjalan baik, produksi para petani juga meningkat dari biasanya.
Akan tetapi gaji para Pasdes sering dibayarkan terlambat, kadang terlambat satu bulan dan parahnya kali ini melewati tigal bulan masa kerja mereka dilapangan. (ARI)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top