Pasutri Pencuri Uang SAR Diringkus Di Makassar – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Pasutri Pencuri Uang SAR Diringkus Di Makassar

Ilustrasi

Rakyatmaluku – PASANGAN suami istri (Pasutri) yang diduga mencuri uang milik SAR Kota Ambon, senilai RP 268  juta lebih, yang diletakkan dalam mobil dinas  ketika mobil di parkirkan di Aneka Motor, pada Rabu, 5 April lalu, berhasil diringkus.

AT dan istrinya, ditangkap di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin, 10 April dini hari oleh tim gabungan Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Polda Sulsel dan Polresta Makassar. Pasutri ini diamankan di jalan.
“AT beserta istrinya, karena diduga ada keterlibatan. Istrinya juga mendapatkan uang dari hasil kejahatan itu.

Sebentar sore (Rabu, 12 April, red) mereka tiba di Bandara Pattimura. Yang bawa mereka itu KBO Reskrim (Ipda R Ramdani) dan Kanit Buser (Apitu Ashari Lallo). Ditangkap di Makassar. Pelaku ada dua orang, satu masih pengembangan,” kata Kasat reskrim AKP Tedy, kepada Rakyat Maluku, di Polres Ambon, kemarin.

Dikataknnya, usai membawa kabur uang pesangon milik Banad SAR, AT dan istrinya langsung kabur meninggalkan Kota Ambon, keduanya menuju Makassar, tempat kelahiran para pencuri.

“Hari Rabu, 5 April,  berangkat pakai Pesawat garuda. Ada barang, tapi  sudah berubah menjadi barang bukti pengganti. Ada emas, sound sistem dan kwitansi pembayaran hutang. Uang yang diambil itu sudah dialih fungsikan. Memang murni pencurian, kejahatan Pasal 262 dan  263 KUHP. Kita dibantu Resmob Polda Sulsel, Resmob Polresta Makassar,” terangnya.

Untuk diketahui, uang tunjangan milik  Badan Sar Nasional  (Basarnas) Kota Ambon, dibawa kabur orang tak kenal (OTK). Pelaku mencuri uang senilai Rp268 juta lebih, dengan cara  memecah kaca mobil dinas Basarnas.
Peristiwa ini terjadi di Toko Aneka Motor, di Kecamatan Sirimau, ketika dirinya memarkirkan kendaraan roda empatnya,Rabu, 5 April sekira pukul 14.45 WIT.

Untuk mengungkapkan pelaku pencurian, warga RT 004/RW 007,  Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini, melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, guna diselidiki.

Paur Subbag Humas Polres Ambon Iptu Nikolas Anakotta menjelaskan, saat itu dia pergi mengambil uang tunjangan di Bank Mandiri Cabang Ambon, di Jalan Patiimura. Dalam pengambilan dana tunjangan, korban ditemani temannya, Makmud Murad dan Rofa Heru Wijayanto.

“Sampai di Bank Mandiri, ia mengambil uang, kemudian mereka pergi ke Toko Aneka Motor, untuk menservis mobil kantor tersebut.  Ketikanya turun dari mobil sementara mobil diparkirkan di halaman parkir Aneka Motor. Tak lama, Welmin Marlo Komul menghubungi adiknya Varyo, untuk menjemputnya,” kata Anakotta, kepada wartawan, Jumat, 7 April.

Setelah itu, lanjut Anakotta, kakak beradik itu, pergi ke Toko Aman Jaya, guna membayar tagihan tiba ditempat percetakan Aman Jaya. Pelapor kemudian mengajak Varyo bersamanya pergi membayar tagihannya. Sebelum pergi, korban menyerahkan kunci mobil kepada kedua rekannya.

“Korban menyerahkan kunci, kedua rekannya itu kemudian menuju ke mobil, untuk mengunci mobil. Sebelum mengunci mobil dinas, rekan sejawat korban memeriksa uang di dalam mobil, ternyata sudah tidak ada. Atas peristiwa itu, korban merasa dirugikan, sehinga pelapor melaporkan kasus ini ke kita,” jelasnya. (M1)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top