Laka Lantas Di Ambon Meningkat – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Laka Lantas Di Ambon Meningkat

Ilustrasi

Rakyatmaluku.com – KASUS kecelakaan lalu lintas di Kota Ambon, bila dibandingkan wilayah lain di Maluku, itu cukup meningkat. Pasalnya, kurangnya pemahaman warga tentang rambu lalu lintas, serta faktor jalan, menjadi pemicu laka lantas terjadi.

Untuk mengurangi permasalahan tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku, mengumpul semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam urusan ini, guna membicarakan serta mencari solusi mengatasi laka lantas ini.
“Kita sudah merasakan kalau jam-jam sibuk, seperti pagi dan sore di Batumerah,  kita tidak bisa memaksa  lewat. Kalau ada laka lantas pasti meninggal dunia. Tugas kita yang ada disini untuk menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga keselamatan di jalan. Laka lantas  yang tertinggi di Kota Ambon,  dari 179 kasus,  72 yang meninggal, kemudian disusul Malteng, Tenggara, Buru,  MTB, MBD,” kata Direktur lalu Lintas Polda Maluku Kombespol Heru, dihadapan perwakilan Dinas Perhubungan Maluku, Dinkes Maluku dan Jasa Raharja.

Menurutnya, dikumpulkannya instansi terkait agar sama-sama memberi pemahaman tentang lalu lintas, sehingga laka lantas di dapat ditekan.

“Saya sebagai pejabat yang baru (Dirlantas) baru empat bulan ya. Untuk mengumpulkan rekan-rekan kembali untuk mengaktifkan kegiatan forum angkutan lalu lintas jalan. Saya berkeinginan melalui forum ini kita akan mensinergikan kegiatan-kegiatan kita sehingga dampaknya yang dirasakan masyarakat itu  bisa lebih terasa,’ ujarnya.

Diyakininya bahwa, dengan sinergitas stekholder, maka Kota Ambon bisa tertib, rapi dan dapat memperoleh penghargaan di bidang lalu lintas. Dikatakan, volume kendaraan di Maluku, setiap tahun mengalami peningkatan. Sesuai dengan data yang diperoleh Ditlantas, setiap tahun ada kendaraan roda dua maupun empat meningkat dari 1.200 hingga 1.500 unit.

“Saya yakin. Dan bapak ibu sekalian berkeinginan Kota Ambon ini tertib, ingin rapi,  ingin mendapatkan sesuatu dalam bidang lalu lintas. Itu keinginan dan harapan kita sekalian. Kendaraan di Maluku, ada penambahan volume kendaraan menjadi  130 ribu, dari 130 ribu 75 persen ada d Kota Ambon. Tahun 2014, penambahan 16 ribu 2015. Kita presentasi setiap tahun 1.200 sampai 1.500 kendaraan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tatap muka itu, Dirlantas meminta peserta agar mengingatkan keluarga atau masyarakat, apabila mengalami kecelakaan, segera melaporkan ke polisi. Karena syarat memperoleh santunan Jasa Raharja, harus ada laporan polisi.

“Setiap data kecelakaan yang terjadi segera laporkan ke kepolisian karena ini terkait dengan santunan asuransi Jasa Raharja,  karena salah satu pengurusan santunan adalah laporan polisi,” ingatnya. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top