44 KK Desa Moro Serut Korban Pencemaran Lingkungan Tambak Udang – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

44 KK Desa Moro Serut Korban Pencemaran Lingkungan Tambak Udang

Ilustrasi Tambak Udang

Rakyatmaluku.com – AKTIVITAS pabrik udang yang beroperasi di Kawasan Arara Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Puluhan warga yang mendiami pesisir Pantai Desa Moro kini diserang menyakit gatal-gatal, setelah memanfaatkan aliran sungai yang ada untuk keperluan mandi dan mencuci.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI John Pieris mengaku saat melakukan kunjungan reses dan bertatap muka dengan 44 kepala keluarga yang ada di kawasan pantai Desa Moro mendapati hal demikian.

“Saya saksikan sendiri. Kulit anak-anak dan orang tua yang ada diserang gatal-gatal, mereka mengaku air sungai yang ada sudah tercemar limbah, “ ungkap John kepada wartawan, Rabu 12 April 2017.

Warga menyatakan, hulu sungai dimanfaatkan pihak perusahaan untuk mengaliri limba hasil produksi pabrik udang. Secara otomatis limba itu mengalir ke hilir menuju pantai.

Akan tetapi saking banyaknya limba yang dibuang membuat sungai yang ada sudah tercemar dan sudah tidak lagi dipakai warga untuk keperluan keseharian.

John mengaku, dulu warga menggunakan sungai tidak sekedar untuk keperluan mencuci dan mandi tapi juga untuk dikonsumsi. Sayangnya sejak perusahaan itu ada, lambat laut kualitas air makin menurun dan sudah tidak steril digunakan untuk keperluan apapun.

Bukan hanya itu, sumur-sumur yang digali warga dan berada tidak jauh dari bibir sungai juga ternyata mengandung limba dan mereka tidak dapat menggunakannya.

“ Desa Moro itu satu-satunya desa yang dekat dengan pabrik. Warna sungai sudah pekat sekali. Tak ada yang hidup disungai itu. Sejak lama mereka kesulitan air bersih.

Saya usulkan mereka diberi bantuan pompa air manual, bisa saja delapan KK mendapat satu pompa air, mungkin dengan cara itu mereka bisa menikmati air bersih,” kata John.

Bukan hanya itu, warga sekitar juga tidak menikmati penerangan sebagaimana warga negara lain di Indonesia. Padahal dulu ada aliran listrik yang dialirkan dari pabrik udang namun sekarang sudah putus. Hanya kepala Desa Moro dan Gereja yang mendapat penerangan dari pihak perusahaan.

“Kurang lebih tiga tahun tidak ada penerangan di desa itu. Saya melihat tanggungjawab perusahaan sama sekali tidak ada, CSR perusahaan itu kemana saja,” beber John. (ARI)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top