Tersisa Waktu 11 Tahun Blok Masela Berproduksi, SDM Harus Diperbanyak – Rakyat Maluku
DAERAH

Tersisa Waktu 11 Tahun Blok Masela Berproduksi, SDM Harus Diperbanyak

Ilustrasi

Rakyatmaluku.com – ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI John Pieris tidak sependapat jika pola On Shore dalam pengelolaan Blok Masela yang telah diputuskan Pemerintah Pusat ditinjau kembali.

“Perdebatan on shore dan off shore itu sudah selesai, dan sudah barang tentu pemerintah pusat memilih on shore, oleh sebab itu perdebatan untuk membuka ulang lagi sebuah persepektif lain tentang blok masela akan memakan energi dan pikiran yang cukup banyak,” kata John Pieris saat memberikan keterangan pers  di Ambon, Senin 10 April 2017.

Perdebatan mengenai on shore dan off shore juga tidak akan berkualitas jika yang terlibat dalam diskusi itu adalah politisi dan pemerhati, bukan mereka yang pakar dan ahli dibidangnya.

“Saya kira harus dilihat secara jernih oleh para ahli dibidang itu. Kalau yang bicara itu pemerhati dan politisi pastinya bicara hanya kulit-kulit saja, dan energri akan habis,” tutur John.

Senator yang sudah dua periode duduk di senayan mewakili daerah Maluku menyatakan, sistem On Shore yang diberlakukan untuk pengembangan Blok Masela sudah melalui kajian yang matang.  Perjuangan agar keputusan itu segera dieksekusi pemerintah pusat juga melalui jalan panjang yang menyita waktu semua pihak.

“Saya dan teman-teman anggota DPD-RI lainnya dan Ibu Mercy Barens kami ikut menegaskan sikap supaya pengelolaan Blok Masela itu menggunakan sistem On Shore,” beber  John.

John juga berpesan agar tidak ada lagi polemik antara kabupaten soal lahan yang akan dipakai untuk pengelolaan dan produksi gas yang ada di Blok Masele. Tetapi dampak ekplorasi Blok Masela, harus bisa membawa dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Kabupaten Aru. Tiga kabupaten itu harus merasakan dampak langsung dari

“ Perebutan soal lokasi itu memang penting, tetapi harus ada pertimbangan rasional, kira-kira lokasi mana yang dekat dengan sumur blok itu. Nah, bagi saya bukan soal di MTB, MBD atau di Aru tetapi bagaimana setelah diekplorasi, masyarakat ditiga kabupaten itu harus mendapat keuntungan yang lebih besar, baik dari sisi ekonomi untuk mengingkatkan kesejahteraan mereka,” seru John.

Selain itu, disisa waktu produksi Blok Masela yang tinggal 11 tahun, pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten MTB dan Aru dan MBD harus segera menyiapkan sumber daya manusia masing-masing.
Pemerintah juga diingatkan tidak perlu menyekolahkan banyak tenaga doktor  untuk memenuhi kebutuhan Blok Masela, tetapi terpenting adalah melatih anak-anak muda Maluku agar bisa menjadi tenaga-tenaga yang siap pakai di Blok Masela.

“Untuk itu SDM harus kita siapkan yang kelas menengah ke bawah, jangan kita bicarakan insyur, magister dan doktor itu terlalu jauh. 11 tahun dari sekarang itu kalau mulai kita siapkan tenaga kelas menengah ke bawa tahun 2028 pasti sudah ada 500 SDM yang memiliki skill dan siap pakai siap bekerja, saya kira itu konsen yang harus kita arahkan ke sana,” saran John. (ARI)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top