Kandidat Kuat Ketum KONI Maluku 2017-2022 – Rakyat Maluku
ALL SPORT

Kandidat Kuat Ketum KONI Maluku 2017-2022

MUSYAWARAH Olahraga Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku bakal dilaksanakan
pada Agustus 2017 mendatang.

Rapat Anggota XIII KONI Maluku awal Maret kemarin telah membentuk tim penjaringan, penyaringan dan seleksi calon ketua umum KONI Provinsi Maluku 2017-2022 untuk memudahkan dan memperlancar suksesi di tubuh KONI Maluku. Di lain sisi kini telah terendus ke permukaan sejumlah figur yang digadang-gadang mampu memimpin KONI Maluku masa bakti lima tahun ke depan.

Yakni, Gubernur Said Assagaff, Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, Komisaris PT Bank Maluku Izack Saimima, Ketua Harian KONI Maluku Tony Pariela, Wakil Ketua II KONI Maluku Albert Fenanlampir, pengurus KONI Maluku Amin Buton dan Agus Lomo, serta Ketua Pengurus Provinsi PODSI Maluku Anos Yermias. Siapa yang lebih berpeluang? Tampaknya dari nama-nama tersebut, Pariela masih berpeluang kuat untuk memimpin KONI Maluku jika melihat rekam jejaknya selama menukangi wadah berhimpun seluruh induk organisasi cabang olahraga itu lima tahun terakhir.

Selain keberhasilan Maluku mendulang sukses PON XIX/2016 Jawa Barat dengan meraih tujuh emas, tiga perak dan sembilang perunggu dan prestasi lain di BIMP-EAGA 2016, Pariela juga mampu melakukan efisiensi anggaran olahraga total Rp 16,5 miliar yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Maluku dalam beberapa tahap.

Penyebab utama yang lain, Assagaff dan Sahuburua dihadang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor:3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang melarang pejabat publik merangkap jabatan sebagai ketua umum KONI, sementara Saimima terganjal aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membatasi kewenangan serupa bagi pejabat publik dan keuangan. Praktis ketiga sosok ini bakal berpikir ulang untuk mencalonkan diri atau dicalonkan sebagai calon ketum KONI Maluku di Musorprov KONI Maluku 2017.

Kemampuan Pariela untuk melobi dan meyakini legislator relatif mumpuni jika dibandingkan dengan kapasitas sosok-sosok lain. Kelemahan Pariela adalah akibat kurangnya perencanaan menyebabkan banyak pengprov cabor yang kurang simpati kepadanya menyangkut pembagian bonus yang mengecewakan sejumlah pelatih yang sukses membesuti atletnya meraih medali di PON XIX.

Sementara itu, kabar yang berhembus di sela-sela perhelatan Rapat Anggota XIII KONI Maluku belum lama ini menyebutkan Pariela bakal masih dipercayakan anggota KONI Maluku untuk memimpin wadah ini periodesasi lima tahun ke depan. Kita tunggu saja pelaksanaan Musorprov KONI Maluku nanti! (ROS)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top