Kader PDIP Nilai Tawaran Assagaff Menarik – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Kader PDIP Nilai Tawaran Assagaff Menarik

Said Assagaff - Hendrik Lewerissa

Rakyatmaluku.com – REKOMENDASI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi bola ‘liar’ yang  digiring bakal calon  gubernur Maluku petahana Said Assagaff menuju Pilkada Maluku.

Posisi bargaining bakal calon wa­kil guber­nur Maluku untuk meng­­­gantikan posisi Zeth Suhu­burua dalam pilkada 2018 harus di­re­ko­­mendasikan PDIP,  tentunya, ini merupakan keistimewaan dalam pertimbangan politik Assagaff.

Saat dihubungi Rakyat Maluku, ka­­der moncong putih Maluku, Jhon Jokohael mengatakan, tawaran peta­hana kepada PDI Perjuangan sangat me­narik. Tentunya, tawaran tersebut akan menjadi pertimbangan internal DPP PDIP apakah akan bersanding dengan peta­hana ataukah justeru mendorong bakal calon gubernur sendiri.

“Tawaran Pak Assagaff soal siapapun dia yang didorong harus memperoleh rekomendasi PDIP sangatlah menarik. Tentunya tawaran ini akan dipertimbangkan DPP PDIP. Apakah akan bersanding ataukah justeru sebaliknya mendorong bakal calon gubernur sendiri,” kata Jokohael, Selasa 11 April 2017.

Tapi, disatu sisi, Jokohael mengaku belum membaca kemana arah PDIP di Pilkada Maluku, tapi apa yang pernah disampaikan Komarudin Watubun selaku Wakil Ketua DPP PDIP juga menjadi pertimbangan dan masukan tersendiri.

“Disatu sisi, ini sangat menarik, namun pada lain sisi, apa yang disampaikan bung Komar tentunya menjadi perspektif tersendiri soal bagimana sikap PDIP nantinya. Tapi sampai saat ini, bahkan saya belum tahu kemana arah DPP PDIP,” paparnya.

Soal sikap personalnya sebagai kader PDIP dalam mencermati dinamika Pilkada Maluku dengan memposisikan tawaran petahana sebagai sebuah opsi, Jokohael menambahkan, PDIP sebagai partai pemenang pemilu di Maluku pasti memiliki alasan dan pertimbangan tertentu.

Sebagai kader PDIP dalam mencermati dinamika Pilkada Maluku dengan memposisikan tawaran petahana sebagai sebuah opsi, kata Jokohael, PDIP sebagai partai pemenang pemilu di Maluku pasti memiliki alasan dan pertimbangan tertentu.

“Namun secara personal, selaku kader partai, apapun keputusan DPP terkait dengan sikap partai di Pilkada Maluku, apakah akan bersama dengan Pak Assagaff ataukah mencalonkan figur sendiri, maka secara konsisten akan all out memberikan dukungan atas keputusan partai tersebut,” tandas Jokohael, yang menambahkan  rekomendasi PDIP akan menjadi buruan semua competitor bakal calon wakil gubernur yang berkeinginan mendampingi Assagaff, baik itu dari internal PDIP maupun eksternal partai.
REALISTIS
Sementara itu konstalasi politik menjelang perhelatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Juni 2018 mendatang kian memanas.

Sang petahana Gubernur Maluku Said Assagaff,  menjadi primadona rebutan kandidat yang ingin mencalonkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur untuk berpasangan dengannya.

Salah satunya  yakni Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa.  Bahkan dengan tegas, Lewerissa mengungkapkan dirinya yang telah mendapat restu dari DPP Gerindra untuk maju sebagai bakal calon wakil gubernur Maluku, berpeluang  mendampingi petahana gubernur Maluku, Said Assagaff.
“Kalau bicara realistis, saya sangat realistis untuk maju sebagai cawagub, berpasangan dengan Pak Bib (Said Assagaff), “ ujar Lewerissa, Selasa 11 April 2017.

Kendati demikian, kata  Lewerissa, pihaknya (Gerindra Maluku) baru akan memulai melakukan survey internal.  Namun dirinya optimis untuk ikut dalam Pilkada Maluku 2018 mendatang, karena secara normatif tidak ada satu partai politik yang bisa mengusung cagub dan cawagub tunggal. Dengan demikian komunikasi dengan parpol lain tidak bisa dihindari.

“Ya semua tergantung evaluasi partai dan komunikasi-komunikasi politik yang di bangun dengan berbagai pihak. Jadi sebagai kader partai,  saya siap menerima apa yang diputuskan partai,” tegas Lewerissa. (ASI/YAS)

 

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top