Tersisa 4 Nama Calon Kuat Pendamping Assagaff – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Tersisa 4 Nama Calon Kuat Pendamping Assagaff

Said Assagaff

Rakyatmaluku.com – BAKAL calon Gubernur Maluku pe­tahana Ir. Said Assagaff yang dipastikan maju dalam Pe­milihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur-Wakil Gubernur secara serentak tahun 2018 mendatang, telah mengantongi empat nama yang akan mendampinginya sebagai bakal calon gubernur Maluku.

Empat nama yang salah satunya akan dampingi Assagaff dan akan meng­gantikan posisi Z. Sahuburua itu berdasarkan hasil survey yang dila­kukan tim sukses Assagaff terhadap 16 bakal calon wakil guber­nur Maluku.

“Ada empat orang yang bagus. Namanya nanti dulu,kan waktunya masih panjang, “ ujar Assagaff, kepada pers, Senin 10 April 2017, yang menolak menyebutkan empat nama tersebut. Menurut Assagaff, hasil survey yang dilakukan memang terdapat hanya empat nama yang memiliki survey tertinggi. Karenanya dari empat nama tersebut akan kembali diseleksi melalui survey hingga tersisa satu nama yang diputuskannya sebagai bakal calon wakil gubernur Maluku dan akan mendampinginya di Pilkada 2018 mendatang.

“Empat nama ini akan saya sampaikan juga ke DPD Golkar Maluku kemudian akan diseleksi kembali,” tandas Assagaff.

Sementara itu dari informasi yang diperoleh Rakyat Maluku, syarat bakal calon wakil gubernur Maluku yang diinginkan Assagaff tetap harus direkomendasi PDIP. Soal siapa yang akan direkomendasi PDIP, Assagaff menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang berlangsung di PDIP.

“Iyah siapapun yang akan dipilih sebagai balon wagub Malku mendampingi Pak Assagaff syaratnya memang harus direkomendasi PDIP, dan ini mutlak,” tandas orang dekat Assagaff, kepada Rakyat Maluku, tadi malam.
Dari empat nama tersebut kata orang dekat Assagaff itu, nama Ketua PDIP Maluku Edwin Huwae satu diantaranya, selain itu juga ada nama Ketua Gerindra Maluku Hendrik Lewerissa.

“Sebenarnya awalnya ada juga nama Pak Herman Koedoboen, namun perkembangan terakhir sepertinya Pak Herman memilih untuk menjadi bakal calon gebernur. Tapi politik itu tidak ada yang tidak mungkin nanti dilihat. Namun yah itu, syaratnya masih sama harus direkomendasi PDIP,” tandas orang dekat Assagaff itu.
Mengenai nama Bupati Maluku Tenggara Andreas Rentanubun yang belakangan spanduknya terpasang dampingi Assagaff, orang dekat Assagaff ini mengaku pemasangan baliho itu dilakukan oleh tim Andreas Rentanubun, dan memang telah mendapat persetujuan dari Assagaff.

“Iyah memang sebelum dipasang telah meminta izin dari Pak Gub (Said Assagaff) dan beliau setuju saja, tidak masalah. Tapi untuk dipilih menjadi bakal calon wakil gubernur tentunya ada sejumlah persyaratan lain. Salah satunya yang saya bilang itu, harus direkomendasi PDIP Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya bakal calon Gubernur Maluku petahana Ir. Said Assagaff memang memberikan ‘sinyal’ calon wagub yang mendampinginya harus direkomendasikan PDIP.

“Silahkan saja semua berproses, termasuk juga saya. Tapi saya sedikit membuka bocoran, calon wagub yang akan mendampingi saya, harus mendapat rekomendasi PDIP,” ujar Assagaff, saat berbincang dengan Rakyat Maluku.
Assagaff tidak memberikan alasan pasti kenapa calon wagub harus yang mendapatkan rekomendasi PDIP, namun bagi Assagaff itu merupakan salah satu syarat sebagai pendamping dirinya di 2018.

“Siapa saja silahkan, kalau hasil survei-nya bagus dan mendapat rekomendasi PDIP maka itu yang saya pilih,” tandas Assagaff.

Menyoal perihal stiker dan spanduk yang mulai banyak beredar, dirinya dipasangkan dengan Bupati Maluku Tenggara (Malra) Andreas Rentanubun, Assagaff mengaku dirinya memang telah diberitahu Bupati Malra Andreas Rentanubun perihal stiker dan spanduk yang akan dipasangkan berpasangan dengan dirinya.

“Iyah saya memang diberitahu hal itu. Dan silahkan saja, karena memang sementara di survei. Yang lain juga silahkan juga berproses, karena nanti akan ada pertimbangan siapa yang saya pilih,” tegas Assagaff. (RM/YAS)

 

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top