Pelayanan Publik Di Ambon Belum Maksimal – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Pelayanan Publik Di Ambon Belum Maksimal

Rakyatmaluku.comDIREKTUR Institut Tifa Damai (ITDM) Maluku, Justus Patipawae mengakui, tingkat pelayanan publik di Kota Ambon, yang tersebar pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) belum maksimal. Fungsi pelayanan yang mestinya dijalankan sesuai amanat undang-undang terasa kaku. Ada ketimpangan dimana masyarakat yang mestinya menjadi objek pelayanan berbanding terbalik.

Dikatakan, berdasarkan  hasil asessment  dari  kerja sama  ITDM  dan Ombudsman perwakilan Provinsi Maluku  yang menyasar  fungsi-fungsi pelayanan publik terutama kaitannya dengan issu-issu dasar baik itu issu pendidikan dan issu kependudukan masih sangat rawan  terjadi  pada  intansi pelayanan publik maupun jajarannya. Dimana praktek percaloan,pungli  serta korupsi berpeluang terjadi jika hal itu  tidak cepat dielemenir  lewat penekanan terhadap pelayanan publik yang bersih dan bebas melayani.

Atas dua issu itu kata Patiapawae,  ITDM dan Ombudsman Maluku memilih  Dinas Pendidikan Kota Ambon dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Ambon sebagai contoh untuk dilakukan perbaikan secara perlahan -lahan.”Isu besarnya adalah  bagaimana mengantisipasi agar tidak ada lagi praktek percaloan, pungli dan korupsi,”ujar Patipawae kepada  wartawan, Sabtu 8 April.

Ditegaskan,pendidikan bukan hanya  pelayanan publik di kantor saja, tetapi sampai ke sekolah-sekolah.Dirinya mencontohkan, kegiatan study banding oleh guru yang kerap dilakukan menjelang akhir tahun ajaran.Konsekuensi pembebanan anggaran adalah tanpa sadar kepada  anak melalui ornag tua murid. Dimana guru mematok dan seakan itu menjadi kewajiban anak  guna memfasilitasi study banding tersebut.

Menurut Patipawae, tindakan-tindakan itu dilakukan  bisa saja  pihak penyelenggara pendidikan kadang tidak memahami aturan bahwa apa yang mereka lakukan itu salah.”Ini fakta yang terjadi.

Fungsi-fungsi pelayanan publik  belum berjalan dengan maksimal. Issu-issu dasar dari pelayanan publik  juga masih kerap terjadi,”tutur Patipawae.

Untuk itu kata Dia, lewat  forum yang digagas  beberapa waktu lalu  juga turut melibatkan Kepala-Kepala Sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.”Tujuannya agar  semua duduk bersama, bersinergi punya  persamaan presepsi,”demikian Justus Patipawae. (CIK)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top