Gubernur Minta Warga Tinggalkan Kawasan Lereng Gunung Api Banda – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Gubernur Minta Warga Tinggalkan Kawasan Lereng Gunung Api Banda

Warga yang sedang melintas menggunakan trans­portasi laut tradisional di sekitar Gunung Api Banda. Foto: Mohas Amir-rakyatmaluku

Rakyatmaluku.com – PENINGKATAN status gunung api Banda di Kabupaten Maluku Tengah, yang naik dari normal men­jadi waspada (level II),  mem­buat Gubernur Maluku Said Assagaff, menginstruksikan Camat Keca­matan Banda Neira, Kadir Sarilan, agar meminta warga yang tinggal dalam radius 1 kilometer dari gunung api Banda, untuk berhenti beraktivitas dan meninggalkan kawa­san tersebut.

“Saya sudah instruksikan Camat untuk minta warga keluar. Nanti kalau statusnya dinaikan lagi, saya minta supaya warga harus mengungsi, jika tidak mau, maka harus dipaksa,” ujar Assagaff, Sabtu 8 April 2017. Assagaff mengaku akan terus memantau kondisi  gunung api Banda melalui laporan dari camat, atau mengecek langsung ke petugas di lapangan. Terutama untuk tahu kondisi gunung api Banda  sudah sampai di mana.

“Kita harus terus berikhtiar. Meski pengalaman-pengalaman yang lalu-lalu itu, kalau gunung api meletus jatuhnya ke arah Timur Laut. Dan itu artinya ke laut, sehingga kota Naira aman, namun tetap harus wasapada,” ungkap Assagaff.

Melalui camat, Assagaff juga mengaku sudah meminta warga agar harus terus waspada. “Saya minta masyarakat untuk tetap tingkatkan kewaspadaan. Ada banyak pulau-pulau di sekitar situ. Misalnya ada Pulau Hatta. Mungkin kalau terpaksa mengungsi, berarti sementara bisa mengungsi ke Pulau Hatta,” tandas Assagaff.

Untuk  diketahui dari data yang ada menye­butkan,  gunung api Banda merupakan pulau gunung api yang dihuni sekitar seribu orang warga.  Permukiman warga yang paling dekat dari puncak jaraknya sekitar 600 meter. Letusan terakhir gunung api Banda terjadi 9 Mei 1988. Tipe letusannya eksplosif, menghasilkan kolom abu ke atas dengan ketinggain 3-5 kilometer. (YAS)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top