Ketua Komisi VII DPR Akui IAIN Ambon Siap Jadi Universitas – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Ketua Komisi VII DPR Akui IAIN Ambon Siap Jadi Universitas

SEMINAR. CENDRAMATA. Rektor IAIN Ambon, Dr. H. Hasbollah Toisuta, menyerahkan Cendramata kepada Ketua Komisi VIII DPR-RI, Dr. H. M. Ali Taher, usai Kuliah Umum di Lt III Aula Rektorat IAIN Ambon, Ambon, Jumat 7 April 2017.

Rakyatmaluku.com – KETUA Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dr H. M. Ali Taher, mengaku, kesiapan sarana dan prasarana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, yang saat ini tengah diusulkan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon kepada Pemerintah Pusat (Pempus) sudah sangat siap.

Tak hanya kesiapan sarana dan prasarana yang sudah matang, tapi, rasio mahasiswa dengan tenaga dosen juga sudah sebanding. Untuk itu, IAIN Ambon sudah sangat layak ditingkatkan menjadi Universitas Islam Negeri. Demikian disampaikan Ali, kepada wartawan usai mengisi Kuliah Umum, dengan tema ‘Pembangunan Hukum di Alam Demokrasi antara Politik, Hukum dan Penegakkan Hukum’, di Aula Rektorat Lt III IAIN Ambon, Jumat, 7 April.

Sejalan dengan itu, Ali berjanji setelah tiba di Jakarta, akan mengumpulkan seluruh pimpinan dan anggota Komisi VIII, untuk mengevaluasi hasil kunjungan Tim Komisi VIII, terkait proyeksi alih status IAIN Ambon. Karena, hasil kunjungan rekan-rekannya itu sangat penting. Setelah melihat IAIN Ambon dari dekat, Ali mengaku, IAIN Ambon sudah sangat siap ditingkatkan menjadi universitas. Selain kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, juga telah siap. “Insha Allah, kita akan melakukan percepatan lewat APBN, agar IAIN Ambon ini bisa segera menjadi Universitas Islam Negeri. Tinggal kelengkapan administratif dan persyaratan teknis lainnya yang perlu disiapkan segera. Dari sisi kapasitas kelembagaan, kampus, jumlah mahasiswa dan rasio dosen sudah memenuhi syarat. Tinggal persoalan administratif dan kelengkapan lainnya menyusul,” sebut Ali.

Bagi Ali, sangat beralasan IAIN Ambon ditingkatkan menjadi Universitas Islam Negeri. Karena, selain letaknya di kawasan Indonesia Timur, di kawasan Indonesia Timur juga belum ada Universitas Islam Negeri. Di sisi lain, IAIN Ambon saat ini tengah menjadi corong pada lembaga pendidikan tinggi Islam Negeri di kawasan Timur Indonesia. Sehingga itu, wajar kalau ditingkatkan menjadi universitas. Karena, menurut pandangan Ali, kalau ditingkatkan menjadi universitas, maka secara otomatis, kampus yang saat ini baru mengembangkan tiga fakultas agama itu, dapat membuka fakultas-fakultas umum.

Kalau dibuka fakultas umum, maka ruang akses pendidikan bagi masyarakat akan semakin mudah, dan tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Jawa atau Sumatra dengan biaya yang tinggi. Selain mengurangi biaya bagi masyarakat di kawasan Timur Indoenesia, juga akan mengurangi akan penduduk dari provinsi ke pulau Jawa. “Salah satu pilihan menjadikan IAIN Ambon sebagai Universitas, karena, menjadi center of exelent, untuk perguruan tinggi Islam yang ada di kawasan Timur Indonesia. Menjadi tempat transit berbagai daerah, budaya, latar belakang agama, sosial, ekonomi, sehingga kita memandang perlu, IAIN Ambon menjadi universitas. Karena, merupakan kebutuhan semua masyarakat, bukan semata-mata kebutusan politik, tapi berdasarkan kebutuhan masyarakat.”

Dan, menurut Ali, sekaligus untuk membantu alumni khususnya lulusan dari madrasah aliyah, pesantren, maupun sekolah-sekolah umum lainnya, yang tidak tertampung di universitas umum, dapat memilih IAIN atau UIN Ambon. “Ketika IAIN Ambon sudah menjadi UIN. Para lulusan ini dapat memilih UIN Ambon, karena sejalan dengan menjadi UIN, akan dibuka fakultas umum, sekaligus untuk memberikan ruang pelayanan kepada masyarakat secara terbuka,” sebut Ali.

Ali mengaku, tidak akan tinggal diam dengan keinginan masyarakat Maluku, terutama di bidang pendidikan. Untuk itu, selaku Ketua Komisi yang bermitra dengan Kementerian Agama RI, ia akan mendorong pihak kementerian, agar dapat mempercepat alih status IAIN Ambon menjadi universitas. Bahkan, Ali mengaku, kalau saja dirinya lebih dulu menjabat Ketua Komisi, sebelum ada pengusulan beberapa IAIN menjadi Universitas beberapa waktu lalu, maka IAIN Ambon, dipastikan masuk dalam daftar usulan penandatangan Presiden RI, tersebut. Sayangnya, ia baru saja menjabat Ketua Komisi VIII, dan IAIN Ambon merupakan agenda pertama kunjungannya ke perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia. Untuk itu, ia berharap semua kelengkapan yang diminta segera disiapkan oleh IAIN Ambon, dan langsung disampaikan untuk dievaluasi, sehingga proses ini dapat dipercepat.

Di tempat yang sama, Rektor IAIN Ambon, Dr. H. Hasbollah Toisuta, menjelaskan, alih status IAIN Ambon menjadi universitas merupakan bagian penting dari visi-misi, sekaligus menjadi kebutuhan pemerintah dan masyarakat di Maluku, serta kawasan Timur Indonesia umumnya. Selain mendapat dukungan langsung dari Ketua Komisi VIII DPR-RI, serta Tim dari Komisi VIII yang berkunjung ke IAIN Ambon baru-baru ini, proposal alih status menjadi universitas juga telah disampaikan kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dalam hal ini Kementerian Agama RI, dan, sudah dibahas oleh Tim Menteri.

Saat ini, Tim IAIN Ambon yang bekerja, tengah menyiapkan kelengkapan administrasi yang diminta pasca evaluasi. Bila tak ada aral, maka proposal yang sementara dalam perbaikan segera dibawa kembali ke Pempus, untuk dapat dievaluasi. “Kita terus mematangkan proposalnya. Dari segi jumlah mahasiswa, lahan maupun bangunan, infrastruktur semuanya sudah siap, termasuk tenaga dosen kita, yang jumlah sudah lebih dari 40 orang.” Tentu, alih status ini menjadi bagian penting dalam pembangunan Maluku ke depan.  (WHL)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top