Kadishut Bursel Cs Dituntut 6 Tahun Penjara – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Kadishut Bursel Cs Dituntut 6 Tahun Penjara

KEPALA Dinas Kehutanan (Kadishut) Kabu­paten Buru Selatan (Bursel), M. Tuasamu, dituntut enam tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru. Selain Tuasamu, dua anak buahnya, yakni, Syarief Tuharea selaku ben­dahara dan Januar Risky Polanunu selaku Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) juga dituntut yang sama.

Selain dituntut enam tahun tahun penjara, ketiga terdakwa itu juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp 200 juta dengan subsidair satu bulan kurungan. Untuk tuntutan uang pengganti, terdakwa Syarief Tuharea dan terdakwa Januar Risky Polanunu masing-masing dibebankan membayar Rp 20 juta dengan subsidair tiga bulan kurungan. Sedangkan terdakwa M. Tuasamu tidak dibebankan uang pengganti karena tidak terbukti menerima aliran dana tersebut.

Menurut JPU, perbuatan ketiga pejabat Dishut Kabupaten Bursel itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama mela­kukan tindak pidana korupsi dana reboisasi dan pengayaan hutan pada Dishut Kabupaten Bursel tahun 2010 sebesar Rp 2,1 miliar lebih dari total anggaran proyek sebesar Rp 2.622.376.000.

“Menimbang, berdasarkan fakta-fakta selama persidangan, maka JPU meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini untuk menghukum ketiga terdakwa dengan hukuman selama enam tahun penjara.

Sebab perbuatan ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) KUHP,” ucap JPU Daniel Sinaga, saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Ambon, Jumat, 7 April 2017. Setelah mendengar pembacaan amar tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim R.A. Didi Ismiatun, didampingi dua hakim anggota, Benhard Panjaitan dan Christina Tetelepta, kemudian menunda persidangan hingga Jumat pekan depan, dengan agenda sidang Pleidoi (Pembelaan) dari Penasehat Hukum (PH) ketiga terdakwa.

Usai sidang, JPU Daniel Sinaga saat dikonfirmasi koran ini mengenai tuntutan uang pengganti sebesar Rp 20 juta yang tidak sesuai dengan kerugian keuangan negara dari proyek reboisasi sebesar Rp 2,1 miliar lebih, mengatakan, tuntutan JPU telah sesuai dengan fakta persidangan.

“Memang benar kerugian keuangan negara dari proyek reboisasi ini sebesar Rp 2,1 miliar lebih dari total anggaran proyek sebesar Rp 2.622.376.000. Namun dalam fakta persidangan tidak terungkap aliran dana 2,1 miliar lebih itu. Yang terungkap bahwa terdakwa Syarief Tuharea dan terdakwa Januar Risky Polanunu masing-masing menerima uang dari rekanan Taba Thalib sebesar Rp 20 juta saja,” timpal Daniel. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top