Ini Hasil Pleno Ketetapan KPU Buru dan KPU Malteng – Rakyat Maluku
DAERAH

Ini Hasil Pleno Ketetapan KPU Buru dan KPU Malteng

Ilustrasi

Rakyatmaluku.comKOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru melakukan rapat pleno terbuka menetapkan asangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2, Ramly Ibrahim Umasugi – Amostafa Besan sebagai Paslon terpilih Bupati – Wakil Bupati Buru periode 2017-2022.

Rapat pleno terbuka itu berlangsung di ruang Aula Kantor Bupati Buru, Kamis (6/4) siang hingga menjelang Sholat Ashar dan dihadiri langsung oleh Paslon terpilih dan para pedukungnya.

Pengesahan itu dibuat dalam satu Keputusan Nomor: 42/Kpts/KPU.Buru/009.433.691/IV/2017, tanggal 6 April 2017 , yang telah menetapkan Ramly Ibrahim Umasugi dan Amostafa Besan (RAMA) sebagai pasangan Calon Bupati- Wakil Wupati terpilih Kabupaten Buru Tahun 2017.

Usai membacakan keputusan tersebut, Ketua KPU Buru, Munir Soamole lalu mewmbubuhkan tanda tangan di atas surat tersebut disaksikan kurang lebih seratusan undangan yang hadir.

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan keputusan kepada Paslon RAMA. Sedangkan Paslon BARU atau yang mewakili tidak hadir dalam pleno tersebut. Munir Soamole dalam sambutan singkatnya menjelaskan, bahwa penyelenggaraan pemilihan Bupati Wakil Bupati alhamdulillah sudah rampung.

Berdasarkan Pleno Rekapitulasi Nomor: 56/KPU/Kab.Buru/009.433.691/II/2017, tentang rekapitulasi hasil perhitungan suara dan penetapan hasil pemilihan Tahun 2917 tanggal 23 Februari 2917, maka
Paslon Nomor Urut 2 dengan slogan RAMA , Ramly Umasugi dan Amus Besan keluar sebagai pemenang dengan suara terbanyak, yaitu sebesar 41.678 suara, atau 58.9 persen dari total suara sah sebesar 70.694 suara dan disusul Paslon Nomor 1 dengan slogan BARU 29.016 suara. 41,1 persen.

Hasil rekapitulasi itu telah ditetapkan dengan Keputusan KPU Buru, Nomor: KPTS/KPU.Buru/009.433.691/II/2017 tentang penetapan rekapitulasi hasil perhitungan suara. Namun, oleh paslon Nomor urut 1, Bakir Lumbessy – Amrullah Madani Hentihu, menyampaikan keberatan melalui kuasa hukumnya ke MK tertanggal 27 Februari 2017.
Dalam keputusan Nomor 20/PHP.PUP-XV/2017 tanggal 3 April 2017, MK mengadili dan memutuskan, mengabulkan eksepsi termohon dan eksepsi pihak terkait (RAMA), mengenai kedudukan hukum tentang legal standyng. Kemudian menyatakan permohonan pemohon (BARU) tidak dapat diterima.

Berdasarkan hasil keputusan MK tersebut, lanjut Munir, maka kemudian KPU Kabupaten Buru perlu menetapkan paslon terpilih dalam rapat pleno terbuka, sebagai dasar pengajuan, pengesahan paslon bupati – wakil bupati kepada pejabat yang berwenang untuk mengesahkan pengangkatan bupati dan wakil bupati Tahun 2017 -2022.

“Dengan pengesahan ini, kita telah berada di penghujung tahapan pilkada. Kita berharap situasi keamanan dan ketertiban yang berjalan dengan aman, tertib, sukses dan lancar dapat kiranya kita jaga bersama-sama.Jangan sampai ada gangguan keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat di daerah yang kita cintai ini,” harap Munir. Pesta pilkada di daerah ini kini telah selesai dilaksanakan pentahapannya sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016, maupun penjabarannya diatur secar spesifik oleh KPU yang menjadi acuan hukum dan landasan pijak KPU Buru selama penyelenggaraan ini berlangsung.

“Tanggal 15 Februari lalu rakyat daerah ini telah memberikan mandat kepada RAMA yang keputusannya telah ditetapkan ada hari ini,” kata Munir.

Sementara itu, Ketua DPRD Buru, Iksan Tinggapy yang dihubungi usai pleno menjelaskan akan menunggu penyampaian hasil pleno KPU secara resmi ke DPRD. Selanjutnya, DPRD akan melakukan rapat paripurna untuk mengesahkan hasil paslon terpilih guna diteruskan ke pemerintah pusat melalui gubernur. (NET)
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Maluku tengah (Malteng) juga mengesahkan Abua Tuasikal dan Marlatu Leleury sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malteng, lewat sidang pleno di Gedung KPUD malteng, Masohi, Kamis (6/4).

Sidang pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua KPUD Malteng Ridwal Tomagola dan didampingi empat pimpinan komisioner lainnya, serta disaksikan langsung oleh Panwas Malteng. Sidang pleno ini sebagaiman melanjutkan keputusan Mahkamah Konstitusi RI yang menolak gugatan Pilkada oleh Alter Sopacua dan Aswar Rahim.
Dalam sidang pleno tersebut, Sekretaris KPUD Malteng Sahalim Latuconsina membacakan surat keputusan KPU Malteng bernomor 10/kpts/KPU.Kab.028.433639/2017, memutuskan Abua Tuasikal sebagai Bupati dan Marlatu Leleury sebagai Wakil Buapti Kabupaten Malteng periode 2017-2022.

Abua yang terpilih sebagai Bupati ikut hadir dalam sidang pleno tersebut, beserta dengan partai pendukung dan tim pemenang. Ketua KPU Malteng, Ridwan Tomagola dalam sambutannya mengatakan, Pleno terbuka tersebut merupakan akhir dari semua rangkaian tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malteng 2017. “Rapat pleno ini merupakan yang terakhir dari semua rangkaian tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malteng untuk Masa masa bakti 2017-2022, dan selanjutnya keputusan KPU ini akan diserahkan kepada DPRD dan Pemerintah untuk selanjutnya dilakukan diproses pelantikan” tandasnya. (NAM)

 

 

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top