Edan, Wanita Ini Korupsi, Untuk Nikah, Beli Mobil & Beli Tanah – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Edan, Wanita Ini Korupsi, Untuk Nikah, Beli Mobil & Beli Tanah

Rakyatmaluku.com – EDAN memang, dana Program Na­sional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi Sehat dan Cerdas (GSC), untuk dana Multi dan Neo Multi di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) Kabupaten Malteng tahun 2103 – 2015 ternyata dikorupsi oleh bendaharanya yang adalah seorang wanita bernama Natalia M untuk menikah, membeli Mobil merek Avanza dan membeli tanah.

Setidaknya hal ini terungkap melalui pengakuan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah (Malteng), Robinson Sitorus kepada wartawan di ruang pers Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Jumat 7 April 2017.

“Dari hasil penyelidikan, Jaksa Penyelidik telah mengantongi keru­gian keuangan negara sementara dari PNPM GSC di TNS sebesar Rp 1,2 miliar. Dan dari hasil penyelidikan juga terungkap bahwa anggaran Rp 1,2 miliar tersebut diduga digunakan Natalia untuk menikah, membeli Mobil merek Avanza dan membeli tanah,” akui Sitorus, kepada wartawan, di ruang pers Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Jumat, 7 April 2017.

Ia menjelaskan, modus yang digunakan Natalia adalah melakukan pencairan fiktif, dengan memalsukan tandatangan ketua dan beberapa orang pengurus. Ketika dicairkan Rp 1,2 miliar, lanjut Sitorus, Natalia tidak menyalurkan seluruh anggaran tersebut secara benar.

“Jadi, Natalia  selaku bendahara telah memal­sukan tandatangan ketua Pokja maupun tandatangan pihak-pihak lain yang wajib menerima dana PNPN GSC, namun tidak menerima,” jelas Sitorus.

Ditingkat penyidikan ini, kata Sitorus, anak buahnya selaku Jaksa Penyidik yang terdiri dari Manatap Sinaga, Bobby Virgo Septa Saputra dan Julivia Selano, akan memanggil sejumlah saksi-saksi, diantaranya, pihak Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM di Kecamatan TNS, pihak Pokja maupun warga masyarakat Kecamatan TNS untuk menemukan perbuatan tindak pidana yang dilakukan sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Sejumlah saksi-saksi dalam waktu dekat akan dipanggil untuk diperiksa. Selain itu, pekan depan kami akan mengekspose perkara ke BPKP untuk kembali menghitung total kerugian keuangan negaranya. Dan ditahap penyidikan ini, kami juga akan kembali mengumpulkan bukti-bukti paling sedikit lima alat bukti untuk selanjutnya menetapkan tersangkanya berdasarkan bukti-bukti tersebut,” tandasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi dana PNPM di Kecamatan TNS tersebut mencuat setelah masyarakat di Kecamatan TNS yang tergabung dalam kelompok penerima dana bergulir tersebut tidak pernah menerima dana bantuan pemerintah itu.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata dana PNPM tersebut memang tidak diserahkan ke­pada kelompok usaha perempuan yang berhak menerima bantuan tersebut, akan tetapi digunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadinya. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top