Orno Usul Peneliti Dari Lembaga Internasional Ke Romang – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Orno Usul Peneliti Dari Lembaga Internasional Ke Romang

Barnabas N. Orno

KETIDAKPASTIAN tentang kan­du­ngan merkuri di Pulau Romang Kabu­paten Maluku Barat Daya (MBD) akibat eksplorasi emas oleh PT Gemala Borneo Utama (GBU) membuat Bupati Barnabas N Orno merasa tidak tenang.  Karenanya, ia meminta agar perlu adanya tim investigasi yang kapabel dari lembaga internasional yang menangani tentang kesehatan dan lingkungan hidup untuk melakukan penelitian agar tidak merugikan masyarakatnya di Pulau Romang, di MBD maupun masyarakat Maluku pada umumnya.

Kepada wartawan via telepon seluler, Senin 3 April, dari Jakarta, Orno mengatakan, ada pebedaan yang mencolok dari hasil investigasi tim Unpatti dengan hasil yang dilaporkan inspektur pertambangan Kementrian ESDM.
Tim pertama dari Unpatti melaporkan bahwa kandungan merkuri di Pulau Romang sudah mencapai 60,79 persen, sementara dari inspektur pertambangan Kementrian ESDM, tidak ditemukan sama sekali adanya kandungan merkuri.

Karena itu, Orno meminta agar Gubernur Maluku harus mengambil sikap. ‘’Jika masyarakat masih juga belum percaya hasil penelitian dari ispektur pertambangan, dan pak Gubernur dendiri juga masih bingung, saya rasa perlu untuk menghadirkan tim investigasi yang independen dari lembaga internasional untuk menyelidiki kandungan merkuri di Romang. Ini peru agar tidak ada polemik yang terjadi, dan masyarakat bisa tenang sertia bisa menjamin investasi,’’ jelasnya.

Ditambahkan lagi, permintaan ini disampaikan ke Gubernur Maluku karena hal ini menjadi kewenangan provinsi.
‘’Jika kewenangannya ada di kabupaten, tentu saya sudah lakukan ini. Yang terpenting hasilnya bisa menjamin dan terpercaya, dan jika sampai ada yang masih meragukannya lagi, maka yang bersangkutan silahkan saja langsung menanyakannya kepada Tuhan di Surga saja ‘’ katanya berseloroh.

Ia lalu mengatakan, sampai saat ini dirinya juga masih terganggu terkait kandungan merkuri tersebut. ‘’Saya sendiri masih bingung karena memang awam soal hal ini, apa lagi masyarakat. Tapi jika dibandingkan, kandungan merkuri yang ditemukan tim Unpatti di Pulau Romang ini sudah melebihi kandungan merkuri di Gunung Botak Pulau Buru yang jumlahnya 26 persen. Padahal jelas-jelas pengelolaan emas di Gunung Botak menggunakan merkuri;’’ ujarnya.

Dengan kandungan 26 persen di Pulau Buru saja, lanjut dia, ada buaya yang sudah mati. ‘’Kandungan 26 persen saja ada buaya yang mati. Kalau sampai benar di Romang kandungannya mencapai 60,79 persen, maka mungkin saja di sana sudah tidak ada lagi tanaman, pepohonan, manusia sudah pada sakit karena mengkonsumsi ikan-ikan dan meminum air, hewan piaraan seperti babi, kambing, ayam dan lain-lain  juga sudah pasti pada mati. Apa lagi yang berada di lokasi tambang yaitu di Hila. Tapi khan sampai saat ini tidak ada apa-apa,’’ herannya.

Orno juga menegaskan, jika kandungan merkuri sebanyak hasil analisa tim Unpatti, maka bisa saja selain masyarakat di Romang, masyarakat di Pulau Kisar dan Wetar, di Leti dan Moa bahkan masyarakat MBD sudah terkena dampaknya.

‘’Saya dulunya juga mau makan ikan di MBD saja sudah sangat hati-hati,’’ ujarnya.

Bupati pertama yang sudah memasuki periode kedua kepemimpinannya di MBD ini juga menegaskan, dirinya sudah mendapat tembusan laporan hasil investigasi inspektur pertambangan Kementrian ESDM yang sudah diuji di laboratorium bersetifikat, dimana dilaporkan bahwa pada lokasi titik koordinat 1 LWD 728, hasil sampel satu per PPM 0,223 dan sampel dua per PPM 0,189. Sementara pada lokasi titik koordinat 2 LWD 735, hasil pengujian sampel satu per PPM 1,672 dan sampel dua per PPM 1,255.

‘’Saya yang awam tidak mengerti angka-angka itu dan kemudian saya bertanya lalu diberikan penjelasan oleh inspektur pertambangan bahwa ternyata tidak ada kandungan merkuri di Pulau Romang.

Dalam surat tindak lanjut investigasi dugaan kasus lingkungan di Romang yang ditandatangani oleh Ir. M Hendrasto M.Sc dalam kapasitasnya sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan dan tembusannya disempaikan berbagai pihak termasuk juga ke Gubernur Maluku, Rektor Unpatti, Kapolda dan pimpinan DPRD Maluku serta Komisi B DPRD Maluku itu, dikatakan bahwa bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sebagaimana poin 5d, maka pencemaran tidak terbukti sama sekali.

Hasil investigasi dai Inspektur Pertambangan yang tentunya sudah diterima juga oleh Gubernur Maluku  ini, tambahnya pula, mematahkan analisa pertama yang dilakukan olah tim Unpatti. Tapi yang jelek, kabar soal merkuri ini sudah telanjur menyebar dan akhirnya membawa dampak negatif bagi MBD.

‘’Saya ketemu dengan berbagai investor termasuk investor perikanan untuk membangun perikanan di MBD, tapi yang mereka persoalkan itu bagaimana dengan kandungan merkuri. Ini khan sangat meruigikan daerah dan masyarakat kita. Ini bukan saja soal MBD tetapi juga Maluku secara keseluruhan. Investor perikanan akan enggan masuk ke Maluku karena persoalan merkuri ini, padahal kita sedang berupaya untuk menjadikan Maluku sebagai lumbung ikan nasional,’’ kesalnya.

Nah, lanjutnya, untuk lebih memastikan lagi tentang kandungan merkuri di Romang, ada baiknya Gubernur Maluku mendatangkan saja tim independen dari lembaga internasional, dengan demikian dapat menjadi jaminan dan daerah serta masyarakat tidak dirugikan.

Bupati MBD juga menyarankan agar lembaga independen internasional yang hadir ke Romang haus juga mengambil sampel dari tumbuhan, hewan termasuk ikan dan dari tubuh manusia agar bisa diketahui pasti apa benar sudah terjadi pencemaran akibat merkuri.

Tentang kelompok masyarakat yang sudah terlanjur terkotak dan bertikai, Orno juga menyampaikan harapannya kepada pihak perusahaan dan pemerintah provinsi agar bisa menyelesaikannya dengan baik-baik. ‘’Yang ada di Pulau Romang itu khan semuanya saling bersaudara. Sebaiknya persoalan ini dibicarakan dengan baik-baik secara kekeluargaan dengan cara duduk satu meja. Tidak ada gunanya saling bertikai,’’.imbuhnya.

Orno juga berpesan kepada kelompok Save Romang dan masyarakat Romang baik yang pro maupun kontra untuk tetap berbesar hati. ‘’Saya tahu apa yang saudara-saudara perjuangkan itu baik adanya, tapi hendaknya kita berbesar hati dan bersabar karena soal perijinan pertambangan itu semuanya sudah diatur di dalam undang-undang. Yang terpenting adalah bagaimana agar memastikan kandungan merkuri di Pulau Romang. Ini hal yang urgen, agar tidak membahayakan kita bersama,’’ kata Orno.

Ia juga minta agar tidak ada pihak yang meng­gunakan hal ini untuk kepentingan politik lalu akhirnya masyarakat di Romang dan MBD, termasuk Maluku yang menjadi korban.’’Ini khan sudah dekat Pilgub, juga sudah dekat Pileg, janganlah. Kasihan kalau persoalan ini dipolitiser karena masyarakat yang tidak tahu apa-apa itu yang jadi korban,’’ demikian Bupati MBD Barnabas Orno.  (NAM)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top