Klarifikasi Insiden Salah Baca Pemenang Puteri Indonesia 2017 – Rakyat Maluku
ENTERTAINMENT

Klarifikasi Insiden Salah Baca Pemenang Puteri Indonesia 2017

INSIDEN pada malam final Puteri Indonesia 2017 masih hangat dibicarakan. Banyak yang tidak bisa menerima kesalahan penyebutan Bunga Jelitha sebagai runner-up kedua yang kemudian direvisi. Tidak sedikit pula yang menudingnya rekayasa alias setting-an untuk meningkatkan pamor acara.Kemarin (2/4) Yayasan Puteri Indonesia (YPI) memberikan klarifikasi.

Mega Angkasa, anggota senior corporate communication PT Mustika Ratu Tbk (yang naik ke panggung pada malam penobatan), menyatakan bahwa kejadian itu murni kesalahan sekretariat dewan juri. ’’Bukan salah (MC) Choky Sitohang atau Zivanna Letisha. Juga bukan dari tim produksi,’’ kata Mega via sambungan telepon kepada Jawa Pos.

Pria yang juga sekretaris dewan juri itu lalu menjelaskan kronologinya. Setelah ketiga kontestan yang masuk top 3 menjawab pertanyaan terakhir, para juri masuk ruangan untuk berembuk lagi. Mereka hanya mendapatkan waktu tujuh menit. Saat itu mereka bersepakat bahwa yang menjadi Puteri Indonesia 2017 adalah Bunga Jelitha Ibrani. Kevin Lilliana (Jawa Barat) terpilih sebagai runner-up 1 dan Karina Nadila (NTT) sebagai runner-up 2. ;Mega menegaskan, tidak seorang pun mengganti siapa yang menyandang gelar Puteri Indonesia. Yang terjadi adalah kesalahan penulisan. Sebab, kolom gelar yang diterima juri berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dulu kolom penulisan gelar dimulai dari runner-up 1, runner-up 2, kemudian Puteri Indonesia. Tahun ini terjadi perubahan. Urutannya dimulai dari runner-up 2, runner-up 1, baru Puteri Indonesia.

’’Kami terburu-buru sekali harus menuliskan hasil voting. Semua sudah tanda tangan dan tidak aware bahwa urutannya terbalik,’’ jelasnya. Alhasil, Bunga (yang disepakati menjadi Putri Indonesia) ditulis paling atas. Padahal, kolom itu ditujukan untuk runner-up 2. Mega menambahkan, Choky sama sekali tidak terlibat dalam kesalahan tersebut. Choky hanya membacakan yang tertera dalam cue card. Insiden itu murni karena ketidaktelitian. ’’Terbukti dengan sontekan yang sebelumnya diberikan kepada Kezia bahwa pemenangnya Bunga,’’ ujarnya. ’’Kami menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan tersebut,’’ lanjutnya.

Di sisi lain, Choky mengungkapkan bahwa insiden pada Jumat malam lalu adalah yang pertama dalam sejarah ajang ratu kecantikan tertua di Indonesia tersebut. Selama lima tahun Choky menjadi host­-nya, penobatan selalu berjalan lancar. Dia lantas menceritakan versinya. Dia dan Zizi mendapatkan amplop tersegel dari juri. Mereka berdua membuka dan membacakannya. ’’Yang saya bacakan saat itu adalah runner-up 2 Puteri Indonesia 2017 dan di sebelah kanannya tertera nama Bunga Jelitha Ibrani – DKI 5,’’ terang Choky saat dihubungi kemarin. Tertulis di bawahnya runner-up 1 Kevin Lilliana dan Puteri Indonesia 2017: Karina Nadila. Setelah nama Bunga disebutkan sebagai runner-up 2, dia melihat kasak-kusuk di meja dewan juri.

Sebagai host, Choky langsung waspada dengan kasak-kusuk tersebut. Dia menyebutnya ’’ada dinamika’’ dan menunggu instruksi selanjutnya. ’’Saya melihat Pak Mega menulis dengan cepat, menandatangani, dan membawa kertas ke atas panggung,’’ paparnya. Kemudian, terjadilah apa yang kita lihat di layar televisi. Mega maju panggung dan memberikan kertas yang direvisi. Kenapa wajah Choky dan Zizi ketika menerima kertas dari Mega sangat tenang? Dia seolah sudah tahu akan ada revisi. Ekspresi makin menguatkan tudingan bahwa kejadian itu direkayasa. Choky membantah anggapan bahwa dirinya tidak terkejut. ’’Ketenangan host bakal membuat lancarnya sebuah acara. Jadi, saya tidak perlu menunjukkan ekspresi (terkejut, Red) itu,’’ tuturnya. (glo/c14/na)

 

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top