Dorong Kembangkan Potensi Kemaritiman Di Maluku – Rakyat Maluku
EDUKASI

Dorong Kembangkan Potensi Kemaritiman Di Maluku

KEPALA Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Gatot Sihabuddin mengatakan,  Provinsi Maluku sebagai daerah kepulauan  memiliki potensi kemaritiman yang harus dikembangkan kedepan. Sebab itu,  SUPM sebagai salah satu  SMK  yang melaksanakan Program Keahlian Kemaritiman  perlus di dorong  untuk melahirkan generasi-generasi yang berkualitas serta memiliki keterampilan  sesuai program  keahliannya itu.

Menurutnya, kebijakan  tersebut sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia  melalui Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016  tentang Recovery SMK. Salah satu prioritas dari empat program keahliannya adalah Program Kehalian Kemaritiman.Keberadaan SUPM Waiheru Ambon dengan  salah satu program keahlian yaitu Kemaritiman tentunya sangat ideal bagi potensi daerah ini. Nah  ini harus terus kita kembangkan kedepan,’ujar  Gatot Sihabuddin  kepada wartawan,Senin 3 April.

Sebagai tindak lanjutnya   Gatot menuturkan, akan memperjuangkan  SUPM menjadi salah satu  sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan.”Program Keahlian Kemaritiman di SUPM ini mesti kita dorong dalam bentuk DAK Penugasan. Ada empat sasaran dari DAK Penugasan ini  yaitu, Program Keahlian Kemaritiman, Agrobisnis, Pariwisata dan TKJ. Kalau memang prasyaratnya memungkinkan untuk diberikan bantuan  maka kita akan berikan peralatannya.Tentu Kepsek harus memasukan proposalnya untuk diusulkan,”tukas Gatot.

Terkait dengan beberapa SMK  yang  belum melaksanakan UNBK ditahun ini lanjut Gatot, juga akan diperhatikan,sehingga kedepan seluruhnya bisa melaksanakan ujian dengan sistem komputerisasi.”Memang ada beberapa  penyebab sehingga  beberapa SMK belum dapat melaksanakan UNBK  tahun ini. Yang pertama keterbatasan sarana -prasarana berupa komputer,  yang kedua adanya keterlambatan input data oleh SMK  yang  dari segi  perlengkapannya sudah siap. Salah satu contoh SMK 4 Ambon. Dimana mereka sudah siap tapi terlambat dalam proses input data untuk memastikan  kesiapannya sebagai sekolah pelaksana UNBK.’ungkap Gatot.

Menurut Dia,  ujian dengan menggunakan sistem komputerisasi  dari aspek pelaksanaanya  jauh lebih efektif . Sebab, tidak ada  lagi pendistribusian bahan.Apalagi  di Maluku, distribusi bahan jauh lebih mahal  dibandingkan dengan biaya cetak itu sendiri. Nah seandainya saja di Maluku semuanya sudah melaksanakan UNBK maka sangat luar biasa dan begitu banyak anggaran yang bisa dihemat.”Dari 110 SMK  di Maluku,   sudah 35 SMK  melaksanakan UNBK jika dibandingkan tahun lalu hanya sekitar 15. Ini merupakan peningkatan yang signifikan. Kita tetap berupaya kedepan agar seluruh SMK bisa UNBK,”demikian Gatot. (CIK)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top