Bapak Tua Di Wailela Diduga Setrika ABG Di Bawah Umur – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Bapak Tua Di Wailela Diduga Setrika ABG Di Bawah Umur

Ilustrasi

MASNU Marajan (51) warga Wailela,  Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, kini berurusan dengan pihak kepolisian Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, karena diduga menganiaya AFG (12). Siswa sekolah dasar ini diculuk pahanya pakai setrika sehingga mengalami luka.

Kekerasan terhadap anak di bawah umur, dilakukan Musnu Maraja,  di rumah korban, Jumat, 31 Maret sekira pukul, 21.00 WIT.

Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Iptu Nikolas Anakotta mengatakan, saat itu korban berada di rumah, tiba-tiba pelaku masuk dan tanpa sebab, menganiaya  AFG. Alat yang digunakan untuk melancarkan askinya terhadap Anak Baru Gede (ABG), adalah setrika.

“Pelaku ini masuk ke rumah korban dan menempelkan setrika di paha kiri korban, sehingga AFG mengalami luka bakar serius. Penyebabnya masih dalam penyelidikan,” kata Nikolas Anakotta, kepada wartawan, Senin, 3 April.
Kasus ini diketahui Marzeth Ilintutu. Marzeth kemudian membawanya dan dia menginterogasi AFG di  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku.

“Waktu Marzeth Ilintutu mengamankan korban di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Di kantor Dinas, korban ditanyai dan AFG mengatakan kalau dirinya dianiaya pelaku dengan cara menaruh setrika yang sudah panas di pahanya. Dihadapan penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon, korban  membenarkan kalau pelaku telah menganiaya korban pakai setrika,” ucapnya.

Dikatakannya, pelaku nantinya disurati untuk dimintai keterangan oleh penyidik. Saat ini baru korban dan saksi diperiksa. Jika pemeriksaan pelaku nanti, terbukti Masnu Marajan, melakukan tindakan tersebut, ia akan diancam dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014  tentang Perlindungan Anak.

“Yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangannya dan kami juga akan melibatkan saksi, apa bila dalam proses pemeriksaan pelaku terbukti bersalah, maka yang bersangkutan kami tetapkan tersangka,” tutupnya. (M1)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top