Tetelepta: Waspadai Upaya Merongrong Nasionalisme – Rakyat Maluku
DAERAH

Tetelepta: Waspadai Upaya Merongrong Nasionalisme

Tina Welma Tetelepta

CARUT-MARUT Indonesia saat ini menjadi ancaman disintegrasi bangsa dan terkikisnya kebinekhaan Suku agama dan ras dipersoalkan, ikrar sebangsa, sebahasa dan setanah air seakan diabaikan dan kehilangan makna. Demikian penilaian yang disampaikan Tina Welma Tetelepta, aktifis nasionalis yang juga pengurus Bapilu PDI-P Kota Ambon kepada Rakyat Maluku, Kamis 23 Maret 2017.

‘’Semangat Indonesia-ku Indonesia-mu Indonesia kita semua seakan membeku dalam egoisme kelompok dan golongan. Rakyat seakan dibuat binggung kedaulatan di tangan rakyat kadang tinggal wacana dalam lingkaran tarian para elit saja,’’ pungkasnya.

Ia lelau mencontohkan korupsi yang kini merajalela dan pelakunya justeru para leit yang mestinya menjadi contoh yang baik bagi rakyatnya. ‘’Lihat saja, uang untuk rakyat membuat e-KTP saja dikorupsi beramai-ramai, nilainya pun sangat bombastis, akibatnya rakyat jadi sengsara karena blanko untuk pencetakan e-KTP tidak tersedia,’’ bebernya.

Ditambahkannya, saat ini, Pancasila pun seakan melemah dirongrong kekuasaan. Yang nampak saat ini bukan lagi persoalan siapa yang baik dan benar, tapi siapa yang kuat yang menang atau the most powerful he is ruling. ‘’Ingat bahwa baik dan benar itu memang relatif, tapi kesejahteraan rakyat itu jauh lebih penting dari pada sekedar berkuasa,’’ tambah Wilma Tetelepta.

Yang lebih parah, tambah dia, generasi kekinian pun seakan diracuni oleh pikiran-pikiran sempit yang rasis dan apatis sehingga cenderung melihat sesamanya sebagai musuh lawan dan bukan kawan.

‘’Nasionalisme yang menjadi seruan pendiri bangsa ini atau pun mereka para tokoh yang menjadi mazabnya, terpojok seakan dihambat tak boleh mengakar. Ibu Pertiwi nelangsa. Kami berharap semoga racun itu tak; menyebar keseantero bangsa ini. Kami berharap masih banyak yang siuman dan tak lagi terbuai,’’ imbuh dia. Karena itu, Tetelepta mengimbau agar pemuda-pemudi di bangsa ini segera bangkit dan menyingsingkan lengan baju. ‘’Bangkitlah dan sisingkan lengan bajumu. Sadarilah bahwa nasionalisme akan punah apabila orang yang berjiwa nasionalisme hanya diam dan tidak berbuat apa-apa,’’ ajaknya.

Ia lalu mengutip kata Jenderal Soedirman. “Nasiolisme merupakan suatu kekuatan yang besar. Tak ada yang lebih kuat dari kelembutan dan tak ada yang lebih lembut dari kekuatan yang tenang. Nasionalisme bukan berbicara tentang siapa yang berkuasa dengan tenang. Tetapi siapa yang tenang dia akan berkuasa. Nasionalisme bukan berbicara tentang siapa yang memberi perintah. Tetapi siapa yang lebih dulu harus mau diperintah,” seraya menambahkan, maka berhentilah berhuru-hara tiada guna, karena yang didapat hanya sengsara.

‘’Mari jadi patriot-patriot masa kini yang mengorbankan segenap kemampuanmu, kecerdasanmu untuk kemajuan bangsa ini. Ingatlah tak ada pengorbanan yang sia2. Tak ada pengorbanan yang tak berfaeda. Karena bangsa yang besar ada bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya. Itu kata Soekarno.Merdeka,’’ demikian Tina Welma Tetelepta. (RIO)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top