Pembunuh Anggota Yon Tamalatea Ditahan Di Rutan Polda Maluku – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Pembunuh Anggota Yon Tamalatea Ditahan Di Rutan Polda Maluku

Rendy Kakeleti, pelaku penikaman Pratu Ansar Kurniawan, prajurit TNI AD dari Batalyon 726 Tamalate, Kodam VII Wirabuana, ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Maluku di Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Sebelumnya warga Negeri Dusun Marehunu, Negeri Latea, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ditangkap di perbatasan Malteng dan Negeri Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Selasa, 21 Maret.

Usai diringkus oleh aparat kepolisian gabungan Polres Malteng dan SBB, residivis ini, kemudian digiring ke Polda Maluku, mengunakan mobil, tadi malam (Selasa malam, red).

Terkait kebanaran informasi diamankannya pelaku di Rutan Polda Maluku, juga dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku AKBP Abner Richard Tatuh.

“Iya, benar. Pelaku sementara diamankan di Rutan Polda Maluku. Kasus ini akan ditangi kita. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata mantan Kapolres Maluku Tenggara Barat (MTB), kepada Rakyat Maluku, Rabu, 22 Maret.

Untuk diketahui, Prajurit Satu (Pratu) Ansar Kurniawan, tewas setelah di tikam warga di Dusun Marehunu, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

Anggota TNI dari Batalyon 726 Tamalatea, Kodam VII Wirabuana, ditikam masyarakat setempat yang teridentifikasi atas nama Rendy Kakeleti, saat melerai pertikaian , Jumat, 17 Maret sekira pukul 20.50 WIT.

Akibat peristiwa tersebut, Ansar Kurniawan, mengalami pendarahan hebat. Sebelum akhirnya meninggal dunia, korban sempat dilarikan oleh rekan-rekannya di Puskesmas Pasanea untuk mendapatkan pertolongan pertama, tapi nyawanya tak tertolong.

Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arh Hasyim Lalhakim, menjelaskan kronologis peristiwa yang membuat oknum TNI BKO itu tewas, yakni korban saat itu melerai warga yang sedang berkelahi.  Entah kenapa, tiba-tiba justeru korban ditusuk memakai pisau. Korban kata dia, dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun akibat mengalami pendarahan yang cukup dalam membuat korban meninggal dunia.

“Yang jelas bahwa anggota TNI yang berusaha melerai adanya pertikaian di masyarakat, tetapi menjadi korban. Dan ini hal yang kita sangat prihatin sekali. Dalam keadaan mabuk itu, kemungkinan, dalam kondisi gelap anggota mau melerai malah ditusuk,” jelas Kapendam.

Dikatakannya bahwa, pelaku yang diduga berinisial RK, merupakan residivis.  Dia adalah pelaku pembunuhan beberapa tahun lalu. Ditambahkan, proses hukum kasus penikaman menewaskan anggota TNI Batalyon 726 Tamalatea, diserahkan ke kepolisian untuk mengusutnya. Pasalnya, pelaku merupakan warga sipil.

“Pelaku ini residivis juga. Residivis yang pernah membunuh juga tahun 2010. Semua proses hukum kita serahkan kepada pihak kepolisian. Ini orang sipil jadi permasalahan hukum kita serahkan ke polisi,” tandas Kapendam.
Pada kesempatan itu, Kapendam meminta anggota TNI agar selalu mengedepankan keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas yang sudah aman, damai dan tentram. Biarkan persoalan tersebut ditangani aparat penegak hukum berwenang.

“Ini sudah terjadi ya, kami ingatkan kepada anggota supaya prosedur-prosedur pengamanan itu tetap harus dilakukan. Dan persoalan ini tidak melebar kemana mana. Semua penangan kasus diserahkan ke polisi, tidak ada satu anggota pun bergerak sendiri,” tandas Kapendam.

Perwira tiga bunga di pundak ini berharap, warga dapat membantu aparat kepolisian, agar kasus ini secepatnya ditangani dengan cepat.

“Pelakunya masih kabur makanya lagi dikejar. Kita juga berharap masyarakat juga bisa memberikan informasi kepada kepolisian . Menghimbau juga mungkin keluarganya dapat menyerahkan pelaku sendiri kepada kepolisian,” pesannya.

Sebelumnya, informasi yang diterima Rakyat Maluku, korban ditikam saat hendak mengamankan salah satu warga yang berkelahi. Waktu menuju rumah pelaku pemukulan, Hani, Hani inilah yang memukul adiknya Novhy. Tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut di rumah kepala Dusun Marenuhu, sehingga tiga anggota Pos Latea, pergi ke rumah kepala dusun, Pratu Muhammad Yamin, Prada Agung dan korban sendiri.

Dalam perjalana ke rumah kepala dusun yang berjarak sekitar lima meter, Pratu Ansar Kurniawan, langsung ditikam Rendy dengan sebilah pisau tepat di dada sebelah kiri yang mengakibatkan Pratu Ansar Kurniawan terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Melihat rekannya ditusuk, Pratu Muhammad Yamin, mengejar Rendy, sementara Prada Agung menolong korban. Pelaku tak dapat ditangkap, akhirnya Pratu Muhammad Yamin, kembali ke TKP.

Kemudian sekitar pukul 21.00 WIT, Pratu Muhammad Yahya dan Prada Agung membawa Pratu Ansar Kurniawan kepos untuk dilakukan pertolongan pertama dan melaporkan kejadian tersebut kepada Danpos Latea Sertu Suardi.
Mendapatvkabar anak buahnya mengalami musibah, Danpos Latea bersama Serda Ivan menuju ke TKP. Pukul 21.30 WIT, Danpos bertemu dengan rombongan Pratu Muhammad Yahya ditengah jalan kemudian bersama-sama kembali kepos.

Pukul 21.45 WIT, Danpos Latea bersama dengan Pratu Iksan merujuk Pratu Ansar Kurniawan ke Puskesmas Pasanea di Desa pasanea Kecamatan Seram Utara Barat. Pukul 22.44 WIT, Pratu Ansar Kurniawan meningal dunia di Puskesmas Pasanea. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top