BMMB Apresiasi Pemidahan Makam AJ Patty – Rakyat Maluku
DAERAH

BMMB Apresiasi Pemidahan Makam AJ Patty

  • Semangat Nasionalisme Pemuda Bisa Jadi Modal Bersaing

KETUA Dewan Pimpinan Daerah Barisan Muda Maluku Bersatu (BMMB) Provinsi Maluku Abdul Azis Yanlua mengatakan, generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya dengan memiliki kepribadian yang tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, serta mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah digulirkan beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Yanlua yang akrab disapa Chiko kepada Rakyat Maluku, Rabu 22 Maret di Ambon, terkait juga dengan pemindahan makam Alexander Jacob Patty salah satu tokoh nasionalisme dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandu, Bandung, Jawa Barat, ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

“Nilai-nilai perjuangan AJ Patty di zaman kemerdekaan selayaknya menjadi pegangan bagi pemuda di Maluku agar dapat menghadapi berbagai masalah dengan cara-cara yang lembut, ramah, sekaligus memperlihatkan kinerja kecendikian, imajinatif dan bermutu tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, anak muda sekarang ini semakin hari semakin pintar dengan teknologi yang semakin baik ini tentunya menjadi harapan untuk memiliki daya saing terhadap bangsa ini, namun itu tidak akan berarti kalau tidak didamping dengan karakter yang baik, moral yang baik

‘’BMMB bertekad untuk ikut menjadi pelopor semangat nasionalisme membangun potensi generasi muda agar bangsa kita ini akan terus maju,” ujarnya.

Kendati begitu, Chiko berharap agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga berinisiatif menggandeng organisasi massa seperti BMMB dalam menumbuhkembangkan semangat cinta akan negara dan bangsa dengan cara mengasah potensi diri agar bisa berguna.

Kesempatan itu, Chiko juga mengimbau generasi muda di daerah ini untuk untuk bijak dan cerdas menggunakan media sosial terutama yang berkaitan dengan menebar kebencian, kemarahan dan fitnah, mampu menumbuhkan kesadaran dan memupuk kerukunan antar umat beragama, menjaga ketertiban dan keamanan serta tidak muda terpropokasi dengan isu-isu yang menyesatkan.

Saya memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku Said Assagaff yang mempelopori pemindahkan makam Alexander Jacob Patty perintis dan pejuang Kemerdekaan Indonesia asal Maluku, dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandu, Bandung, Jawa Barat, ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

‘’Ini langkah yang harus didukung. Harapan kami, dengan dikembalikan makam AJ Paatty, kaum muda di daerah ini bisa terinspirasi untuk menumbuhkembangkan semangat nasionalisme,’’ pungkasnya.

Untuk diketahui, A.J. Patty dilahirkan di Desa Noloth pada 15 Agustus 1901. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya pada Saparoeasche School di Kota Saparua, melanjutkan studi ke Surabaya, kemudian memasuki sekolah kedokteran Nederlandsche Indische Aartsens School (NIAS).

Baru tingkat pertama almarhum sudah dikeluarkan dari sekolah karena sifat dan tingkah lakunya yang keras. Ia tidak senang dengan pemerintahan Belanda karena politik diskriminasi terhadap militer asal Ambon yang tergabung dalam KNIL.

Dalam sejumlah literatur menyebutkan pada 1919, A.J Patty pindah ke Semarang dan mulai aktif dalam dunia kewartawanan.

Pertama kali mendirikan Perkumpulan Kemakmuran Rakyat Ambon (Maluku). Karena perkembangan gerakan kebangsaan, organisasi yang bersifat sosial ini ditinggalkannya dan mendirikan “Sarekat Ambon” pada 9 Mei 1920 dan membawa ide organisasi ini ke ide nasionalisme Indonesia. A.J Patty masuk dalam Gabungan Partai Radikal (Radikale Consentratie) pada 1922.

Dia dituduh berbahaya oleh pemerintah Belanda, padahal rakyat simpatik pada Sarekat Ambon. Karena dituduh melanggar hukum (adat) dan menghasut rakyat, ia ditangkap dan ditahan oleh Asisten Residen. Kemudian dibawa ke Makassar dan diadili oleh Raad van Justitie. Setelah dihukum, ia diringkus ke Bengkulu, selanjutnya diasingkan ke Boven Digul, Papua hingga pecah Perang Dunia II.

Pada masa Jepang, dia dapat meloloskan diri ke Australia dan saat revolusi kemerdekaan, berjuang bersama Bung Karno dalam mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Negara Kesatuan RI.Sejumlah referensi sejarah menyebutkan A.J Patty meninggal dunia di Bandung pada 15 Juli 1947, namun ada juga yang menyebutkan ia meninggal pada 1957. (NAM)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top