Warisan Nasionalisme Almarhum KH Hasyim Muzadi Harus Mengakar – Rakyat Maluku
DAERAH

Warisan Nasionalisme Almarhum KH Hasyim Muzadi Harus Mengakar

Almarhum KH Hasyim Muzadi

KYAI HAJI (KH) Hasyim Muzadi, telah pergi meninggalkan kita. Kamis 16 Maret sekitar pukul 06.15 WIB, tokoh nasionalis ini menghembuskan nafasnya yang terakhir di Kota Malang. Namun banyak sekali warisan berupa nasehat dan petunjuk serta contoh hidup yang ditinggalkan Dewan Pertimbangan Presiden itu kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Hal ini dikatakan, Elvis Saidmas Watubun, Pegurus Presidum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dua periode 2011-2013 dan 2013-2015 kepada Rakyat Maluku, Kamis 16 Maret di Ambon.
Menurut Saidmas, KH Hasyim Muzadi adalah seorang tokoh Muslim yang dikenal sebagai tokoh moderat dan toleran, tanpa pernah harus meninggalkan prinsip-prinsip agama. ‘’Baginya, sikap moderat dan toleran tidak boleh mengorbankan aqidah,’’ pungkasnya.

Menurutnya lagi, prinsip Indonesia merdeka yang bertaqwa pada Tuhan YME adalah segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada egoisme agama.

‘’Segenap agama yang ada di Indonesia harus mendapat tempat yang sebaik-baiknya. Beribadah menurut aqidahnya tanpa rasa takut. Kita para pemeluk agama yang ada, saling hormat-menghormati satu sama lain, karena sebagai bangsa kita adalah satu kesatuan, mulai dari ujung Sumatera sampai Papua yang bernegara untuk meraih tujuan bersama, bukan hanya Pulau Jawa saja, bukan hanya agama tertentu saja, tetapi semua untuk satu dan satu untuk semua,’’ jelasnya.

Nah, lanjut dia, warisan nasionalisme ini yang harus dipupuk agar terus mengakar di bumi Nusantara Indonesia.
‘’Nasionalisme itu adalah perasaan senasib, sepenanggungan, sejiwa dengan bangsa dan tanah air. Hanya dengan semangat nasionalisme dapat muncul perasaan cinta kepada tanah air, cinta kepada sesama tanpa membedakan suku ras dan agama. Nasionalisme juga merupakan jiwa bangsa Indonesia, hidup dalam buminya bangsa Indonesia. serta tidak memandang bangsa lain lebih rendah derajatnya,’’ beber Elvis Saidmas Watubun.

Pengurus DPC PDI-Perjuangan Kota Ambon ini juga mengatakan, sebagai mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Muzadi adalah sosok panutan bukan saja bagi para santri tetapi bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena almarhum selalu mengajarkan tentang makna kehidupan, termasuk kehidupan bernegara dan perdamaian.

‘’Almarhum paham betul bahwa Nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang bersumber pada nilai-nilai luhur Pancasila, yang selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan,’’ tandasnya.

Karena itu, dalam menjaga dan memumpuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme mesti di wujudkan dalam setiap dimensi kehidupan bernegara dan bermasyarakat. ‘’Jadi, sebenarnya almarhum sudah mengajarkan kepada kita agar menghindari paham kesukuan chauvinisme, ekstrimisme serta kedaulatan yang bersifat sempit,’’ tambah dia. Elvis melihat bahwa ada upaya dari beberapa pihak untuk mematikan semangat nasionalisme di negara ini, karena itu, pembinaan nasionalisme juga perlu memperhatikan paham kebangsaan yang mengandung pengertian persatuan dan kesatuan Indonesia. ‘’Artinya para penghuni wilayah negara ini adalah persatuan bangsa Indonesia. Selain itu sikap rela berkorban untuk kejayaan dan kemakmuran bangsa harus juga ditanamkan kepada generasi muda di negara ini, sampai ke pelosok, tak terkecuali di Maluku,’’ ulas dia.

Di akhir kata, Watubun berharap agar segala upaya KH Hasyim untuk umat dan bangsa diterima oleh Allah. “Bapak KH Hasyim Muzadi telah menyempurnakan semua pengabdiannya untuk umat dan bangsa Indonesia dengan amal saleh dan keteladan yang baik. Satu kalimat beliau yang saya ingat dan paling berkesan adalah ‘Keikhlasan itu tidak tampak dan tidak perlu ditampak-tampakan, tetapi Allah akan menampakan hasil dari keikhlasan itu’. Doa seluruh komponen bangsa ini bagi almarhum diterima di sisi-Nya,’’ kata dia sambil menutupnya dengan kata Amin. (NAM)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top