Manuver Rentanubun Luar Biasa – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Manuver Rentanubun Luar Biasa

  • Huwae: Yang Menentukan Mega

MESKI bakal calon petahana Gubernur Maluku Said Assagaff belum memberikan isyarat secara konkrit siapa
yang layak mendampingi dirinya pada Pilgub 2018 mendatang, namun sejumlah nama yang disebut-sebut akan mendampinginya telah beredar yakni Anderias Rentanubun yang saat ini menjabat sebagai bupati Kabupaten Maluku Teng gara (Malra) dua periode.

Di banding figur lain, nama Rentanubun lebih banyak digadang-gadang untuk men­dam­pingi sang petahana selain karena kemampuan dan pengalaman birokrasi, dari sisi keterwakilan Rentanubun dinilai pas.

Meski demikian, nama Rentanubun belum menjadi harga mati sebab jauh sebelumnya tersiar kabar syarat yang diajukan Assagaff bahwa sang bakal calon wakil gubernur yang ingin berpasangan dengan dirinya haruslah dijamin mendapat rekomendasi dari PDIP. Meski demikian, upaya terobosan tidak membatasi ruang konsolidasi Rentanubun. Buktinya pada sejumlah alat sosialisasi (stiker dan baliho) yang disebarkan dan terpampang pada sejumlah sudut kota sudah terlihat jelas figur Assagaff-Rentanubun telah berdampingan.

Menanggapi hal itu, Direktur Indonesia Research dan Strategy (IRS) Provinsi Maluku Djali Gafur mengatakan, atribut yang telah beredar dan memuat materi pasangan Assagaff-Anderias meskipun belum final bukanlah bentuk kampanye terselubung melainkan hal itu telah terkoordinasi.

“Saya kira, persoalan baliho atau stiker yang sudah tersebar luas merupakan buah komunikasi politik dari kedua belah pihak. Tidak mungkin dengan gegabah Pak Assagaff mengijinkan untuk fotonya dipasangkan berdampingan dengan Anderias, sementara hingga kini persoalan konfigurasi politik Pilgub Maluku belum mengerucut,” kata Djali, kemarin.

Dia mengaku, Anderias mampu mengelola momentum politik di saat posisi bakal calon wakil gubernur menjadi rebutan, justeru Bupati Malra dua periode itu secara leluasa mempaketkan dirinya dengan petahana dan bahkan tersebar luas di masyarakat.

“Ini kemampuan politik Pak Andre yang luar biasa. Ketika posisi bakal calon wakil gubernur begitu menjadi primadona, justeru dia (Andre) dengan leluasa menggunakan photo Assagaff baik dalam tujuan lebih besar untuk mempermulus dukungan publik dan partai politik, maupun mendongkrak tingkat pengenalan dan penerimaan masyarakat (popularitas),” akuinya.

MEGA YANG TENTUKAN
Sementara itu, menanggapi keinginan sang petahana agar calon wakil gubernur Maluku yang akan mendampinginya harus mendapat rekomendasi PDIP, Ketua DPD PDIP Maluku Edwin Huwae mengatakan siapapun berpeluang mendapat rekomendasi PDIP tentunya dengan berbagai pertimbangan maupun persyaratan yang diajukan PDIP.
Tapi, kata Huwae, persoalan rekemomendasi Pilgub Maluku yang menentukan adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Untuk Pilgub, rekomendasinya langsung ditentukan Ketum PDIP Ibu Megawati,” tegas Huwae kepada Rakyat Maluku, kemarin.

Dikatakan, PDIP itu partai terbuka. Siapa saja yang berkeinginan mendapat rekomendasi PDIP untuk bertarung di Pilgub Maluku silahkan saja mendaftar jika pendaftarannya telah dibuka nanti.

Menyoal adanya yang mengklaim akan mendapat rekomendasi PDIP untuk bertarung di Pilgub Maluku, Huwae beranggapan, hal itu sah-sah saja. Tapi hingga kini PDIP Maluku belum secera resmi membuka pendaftaran Pilgub Maluku. “Kalau ada yang mengklaim mendapat rekomendasi PDIP ya saya heran juga. Karena pendaftaran saja belum dibuka,” tandas Huwae.

Mengenai lobi-lobi yang telah dilakukan sejumlah calon agar bisa direkomendasi PDIP, lanjut Huwae, silahkan dilakukan. ‘’Tapi di PDIP tentunya ada syarat-syarat termasuk hasil survey nantinya juga ikut menentukan mengenai siapa yang layak direkomendasikan,’’ tegas Huwae.

Di bagian lain, Djali Gafur mengakatakn, jika secara spesifik menerawang strategi politik Anderias di menit-menit awal Pilgub Maluku ini upaya menjudge paket politik yang dilakukan tidak lebih dari membentuk marketing agar citranya sebagai figur bisa terdistribusi dengan baik. ‘’Artinya bahwa Anderias membutuhkan tingkat pengenalan yang lebih besar dan hal itu membutuhkan instrument yang konkrit. Salah satu instrument politik yang konkrit adalah memposisikan dirinya berdampingan dengan petahana,’’ ujarnya.

Dikatakan, hal ini merupakan sesuatu yang sah-sah saja selama petahana tidak mengkomplain hal itu. ‘’Tetapi bagi saya, dalam membaca pegerakan Anderias tidak lebih dari upaya menggenjot popularitas dan elektabilitas figur. Ekspektasi politk ini harus dipenuhi sebagai entry point untuk merebut dukungan politik dari partai pengusung,” tuturnya.

Terlepas dari model komunikasi dan strategi politik Anderias, Assagaff sebagai petahana memiliki hak politik yang otonom untuk mencari figur ideal pendamping. Semua orang yang berkepentingan menjadi bakal calon wakil gubernur masih berpeluang berdampingan dengan Assagaff, tergantung indikator-indikator politik untuk mendapatkan kursi nomor dua di Pilkada Maluku bisa terpenuhi.

“Lazimnya, setiap figur yang berkepentingan maju dan berpasangan dengan Pak Assagaff memiliki peluang yang sama, selama indikator-indikator sebagai persyaratan yang ditentukan bisa dipenuhi dan akan menjadi interest politik incumbent,” kuncinya.

DIUNGGULKAN
Sementara itu, menyusul pertarungan opini dan pencitraan semakin yang semakin kuat posisi incumbent dinilai banyak pihak masih sangat berpeluang untuk mempertahkankan kepemimpinanya hingga lima tahun mendatang. “Demokrasi menyiapkan banyak opsi untuk standing position calon kepala daerah atau politisi yang ingin bertarung pada ruang demokrasi di aras lokal. Tapi, dalam perspektif tertentu incumbent masih sangat diunggulkan dan hal itu didukung atas fakta-fakta empiris atas dinamika demokrasi di sejumlah daerah di Indoensia,” kata Fuad Bachmid, tokoh muda Maluku kepada koran ini, kemarin.

Mantan Ketum Ikatan Alumni Mahasiswa Fisip Seluruh Indonesia (ILMIPSI) itu mengatakan, petahana di Pilgub Maluku masih memiliki magnetude politik yang luar biasa. Apalagi, petahana merupakan Ketua DPD Golkar Maluku yang tentunya dalam banyak hal partai beringin tersebut di Maluku akan all out untuk memenangkan pimpinan partai tersebut.

“Pengaruh incumbent masih sangat kuat. Itu dibuktikan dengan hasil elektabilitas calon petahana. Kemudian, sebagai ketua Golkar di Maluku, pastinya, seluruh infrastruktur politik akan bekerja secara maksimal untuk mengamankan sekaligus memenangkan calon petahana,” ucapnya.

Jika sejumlah pihak mengatakan adanya ‘turbulensi’ jika incumbent salah menentukan pilihan politik untuk mengambil calon wakil gubernur, Fuad menegaskan, tentunya pengamatan incumbent dalam mengarsiteki kemenangan pada Pilgub Maluku pasti dengan berbagai pertimbangan yang representatif dan matang.

“Kita belum menemukan formula ideal dalam mendesign figur yang benar-benar representatif, selain mengajukan argumentasi berbasis subjektifitas politik. Namun, dalam mencermati dinamika politik yang berkembang jelang Pilgub Maluku, pastinya incumbent memiliki hitungan dan pertimbangan tersendiri. Tidak gegabah melainkan melakukan berbagai simulasi yang pastinya bermuara pada paket pilkada ideal,” sebutnya.

Dia menegaskan, Golkar masih kuat di Pilgub Maluku. Salah satu indikator atas hitungan politiknya tersebut adalah hasil kemenangan partai beringin pada Pilkada Jilid I dan Jilid II di beberapa daerah, dan tentunya itu akan menjadi lumbung suara bagi petahana di Pilgub Maluku.

“Kemenangan Golkar di Pilkada serentak Jilid I dan Jilid II beberapa waktu lalu mempertegas bahwa incumbent sebagai Ketua DPD Golkar Maluku masih kuat. Karena pastinya secara kuantitas karena daerah-daerah dimana Golkar keluar sebagai pemenang akan menjadi lumbung suara di Pilgub Maluku,” kuncinya. (ASI/RM)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top