Oknum Polisi Bandar Narkoba Terancam Hukuman Mati – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Oknum Polisi Bandar Narkoba Terancam Hukuman Mati

EMPAT oknum personel Polres Buru, Bripka WM, Brip­ka GS, Brigpol NSR, dan Bripka AP, yang terlibat sebagai pengedar dan pema­kai shabu-shabu, sudah ditetapkan sebagai ter­sangka, dan sementara menjalani pena­hanan di rumah tahanan (rutan) Polda M­aluku, guna mem­­pertanggungjawabkan per­buatan mereka.

Atas kasus ini, ke empat oknum polisi ini dijerat Pasal berlapis Undang-undang No­mor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Khusus untuk WM, karena dalam masalah terse­but, bertindak sebagai bandar, maka dia terancam hukuman mati.

“WM diduga melanggar Pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum dan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditambah 1/3 dan Pasal 114 (2) No 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana mati, seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditambah 1/3. Untuk tersangka GS, NRP dan AP, diganjar Pasal 114 (1), 127 (1) dan Pasal 131 UU 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun,” tutur Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Kombespol Thein Tabero, kepada pers di ruang kerjanya, Rabu, 15 Maret 2017.

Dia menjelaskan, hasil penyidikan WM mengaku jika barang terlarang itu di dapat dari seorang pelaku yang bermukim di luar Provinsi Maluku. Meski identitasnya telah di kantongi namun Tabero enggat menyebutnya dan memberitahukan pasti daerah asal pelaku tersebut. Sebab masih dalam penyelidikan.

“Barangnya dari luar Maluku. Nantilah baru kita sampaikan jika sudah ketangkap. Kami juga sedang mengincar oknum polisi lainnya,” aku Tabero.

Menurutnya, penangkapan terhadap empat oknum personel Polres Buru, setelah diringkusnya empat warga sipil, yaitu AR, RG, MD dan AA. Dari mereka inilah, terungkap penjualan shabu-shabu itu. Mereka mengaku kalau barang haram tersebut diperoleh dari Bripka GS.

“Empat warga ditangkap pada tanggal 8 Maret 2017. Tanggal 10 Maret 2017 Bripka GS diciduk dan tanggal 11 Maret 2017, WM, NRP dan AP tangkap. Kalau WM ditangkap di kamarnya di kawasan Gunung Botak, dan diamankan barang bukri 16 paket shabu dan uang tunai Rp60 juta rupiah. Di tangkap di dua tempat berbeda” jelasnya.

Dikatakn Thein Tober, yang didampingi Kapolres Buru AKBP Leo Simatupang, tim juga menyita sebungkus rokok sampoerna avolution mentol yang didalamnya terdapat 1 paket sabu, empat buah korek api gas, sebuah kanebo berisi bong asli yang terbuat dari kaca (alat hisap sabu).

“Tim juga menemukan sebuah kotak alat pembersih telinga yang berisi sedotan plastik (pipet), sumbu, dan pipa kaca,” jelasnya.

Sebelumnya, empat oknum anggota Polres Buru masing-masing berinisial NRS, GS, AP, dan WM ditangkap, karena mengkonsumsi narkoba.

Informasi diperoleh Rakyat Maluku, penangkapan tersebut dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Iptu Jufri Jawa. Dan dari tangan empat pelaku ini, diamankan sejumlah barang bukti berupa 16 paket sabu, uang tunai Rp60 juta, dengan rincian Rp50 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp10 juta pecahan Rp50, Handphone berjumlah 8 buah, alat penghisap kristal putih (sabu-sabu) berupa bong dan dompet.

Setelah diamankan, empat personel menjalani pemeriksaan urine. Hasil tes urine menujukan WM, NRS dan GS positif Narkoba, sementara AP negatif.

Sumber Rakyat Maluku menjelaskan bahwa WM adalah penjual narkoba, di mana NRS, GS dan AP membeli barang haram tersebut. Pasalnya, dari tangan tiga oknum polisi ini, diamankan barang bukti sabu-sabu.

“GS dua paket sabu, NRS 3 paket sabu dan AP 2 paket sabu. Mereka ini merupakan jaringan narkoba di Kabupaten Buru,” kata sumber tersebut kepada Rakyat Maluku, yang meminta namanya tak dikorankan. Keempat anggota Polres Buru ini setelah ditangkap telah ditahan di rumah tahanan (rutan) Tantui, sekaligus dilakukan pemeriksaan.
Kapolda Maluku Brigjen Polisi Ilham Salahudin, dikonfirmasi Rakyat Maluku via telepon selulernya tadi malam, membenarkan penangkapan empat oknum polisi yang bertugas di Polres Buru itu.

“Ya, betul. Mereka saya sidik, saya pidanakan. Jadi bukan lagi dugaan, mereka betul terlibat narkoba. Kalau hukumannya nanti tanya jaksa dan hakim,” tegas Kapolda. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top