Jelang UN, Sekolah Di Ambon Menjerit Kesulitan Anggaran – Rakyat Maluku
EDUKASI

Jelang UN, Sekolah Di Ambon Menjerit Kesulitan Anggaran

MENJELANG pelaksanaan Ujian Nasional, baik tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun tingkat SMP, sejumlah sekolah  di Kota Ambon  mengeluhkan kesulitan anggaran.Pihak sekolah terpaksa banting setir mengutang  untuk membiayai opresional dan  penggandaan soal -soal serta kepentingan  UN lainnya.

Penelusuran wartawan koran ini, hampir sebagian besar sekolah baik SMA/SMK, dan SMP menjerit keterlambatan dana Bantuan Operasional Sekolah BOSDA maupun dana BOSNAS.Padahal dana tersebut sangat diharapkan untuk membiayai kebutuhan pendidikan di sekolah apalagi menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

Beberapa kepala sekolah yang ditemui, mengungkapkan keluhan yang sama. Mereka mengatakan,peniadaan uang komite serta bantuan partisipasi orang tua untuk menunjang kebutuhan pendidikan disekolah juga sangat berdampak keras. Dimana dana-dana tersebut awalnya sangat membantu kebutuhan pendidikan jika keterlambatan atau kekurangan anggaran untuk pengembangan pendidikan disekolah.

Mereka mengatakan, mestinya pemerintah berfikir keras untuk mencarikan jalan tengah guna membiayai kebutuhan pendidikan, minimal dana BOSDA, maupun BOSNAS itu tidak terlambat disalurkan sehingga dapat digunakan untuk kepentingan opersional maupun kegiatan lain kaitannya dengan UN ini.

Parahnya, bagi sekolah SMA/SMK yang dalam waktu dekat ini segera melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional belum mendapatkan alokasi dana BOS tersebut, sehingga mereka tunggang-langgang mencarikan jalan keluarnya. Bahkan pula sebagian sekolah terpaksa mengubur rasa malu demi kebutuhan pendidikan terutama pelaksanaan ujian nasional ini.”Kalau dana Bosnasnya belum tersalur, minimal pemerintah daerah segera membijakinya untuk segera merealisasikan dana BOSDA sehingga dapat digunakan untuk pembiayaan kebutuhan pendidikan dan penggandaan soal-soal USBN,”ujar sejumlah kepsek yang ditemui terpisa oleh koran ini beberapa hari kemarin.

Kenyataan ini bukan saja terjadi pada tingkat SMA/SMK, pihak pengelola SMP pun mengeluhkan hal yang sama. Kesulitan anggaran untuk pembiayaan membuat sebagian kepala sekolah putar otak.

Parahnya, ada salah satu Kepsek SMP di Kota Ambon mengungkapkan, saat kembali mengutang pada rekanan yang dianggap selama ini sangat membantu lantas menolak niat dan tujuan pihak sekolah itu.”Sebelumnya, mereka sangat mempercayai sekolah untuk mengutang. Tapi belakangan ini akibat keterlambatan dana BOSDA, BOSNAS kurang lebih tiga bulan, penolakan menjadi jawaban kegelisahan mereka. Kami memang menyadari itu, mungkin saja mereka berfikir jika terlalu banyak mengutang dalam kelamaan akan mempengaruhi roda bisnis mereka,”ujar salah satu kepsek.

Menurut kepsek itu, penolakan oleh rekanan ini menjadi pukulan bagi sekolah. Sebab, tidak ada jalan lain, untuk membiayai kebutuhan sekolah jika adanya keterlambatan penyaluran dana BOS.”Inilah resiko kalau dana BOS terlambat disalur.Mau diapa, mengutang saja sudah ditolak, lantas bagaimana kita memenuhi kebutuhan pendidikan, terutama menjelang pelaksanaan Ujian Nasional ini. Olehnya saya berharap pemerintah setidaknya mempercepat proses dana BOS agar proses terutama penggandaan soal-soal bisa dilaksanakan tanpa ada beban dan tidak berimbas pada pelasksanaan ujian,”harap Dia.

Ternyata keterlambatan penyaluran dana ujian inipun juga terjadi di kabupaten/kota. Beberapa waktu lalu, Komisi C DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Maluku untuk mempertanyakan anggaran ujian nasional tersebut. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku maupun Dinas Pendidikan Kota Ambon diharapkan mengatensi keluhan-keluhan sekolah baik SMA/SMK maupun SMP di Kota Ambon termasuk kabupaten/kota untuk segera menyalurkan minimal dana BOSDA.Sehingga dengan dana BOSDA itu dapat digunakan untuk kebutuhan opersional maupun kepentingan pelaksanaan Ujian Nasional. (CIK)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top