Rebut Tiket PDIP, Assagaff Lawan ‘KOKO’ – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Rebut Tiket PDIP, Assagaff Lawan ‘KOKO’

Said Assagaff
  • Assagaff: Saya  Menunggu Keputusan Golkar 

HARAP-harap cemas bagi sejumlah figur yang sedang bermanuver untuk berdampingan dengan sang petahana Gubernur Maluku Said Assagaff di Pilkada Maluku 2018, menyusul sinyal positif petahana untuk berdampingan dengan figur yang mengantongi rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sinyal itu juga seolah mempertegas pertemuan Assagaff dan Edwin Huwae selaku Ketua DPD PDIP Maluku. Edwin menjadi salah satu figur muda potensial PDIP di Maluku yang sedang dikaitkan dengan konfigurasi pilkada Maluku 2018. Jika sinyal tersebut mengarah kepada dukungan PDIP, maka tradisi banteng akan memberikan rekomendasi kepada kader politik, atau figur yang siap masuk dan menjadi bagian dari PDIP.

“Ini menjadi lompatan politik yang cukup menggila, jika incaran petahana di pilkada Maluku berpasangan dengan kader atau non kader yang memiliki rekomendasi PDIP, maka pertarungan hanya menyisahkan jajak pendapat politik, atau pertarungan tanpa lawan sepadan. Bahkan bisa jadi Assagaff akan lawan Kotak Kosong (KOKO). Karena PDIP memang menjadi salah satu parpol yang memiliki ancaman serius di etalase pilkada Maluku 2018,” kata Direktur Indonesia Research dan Strategy (IRS) Maluku, Djali Gafur, kepada Rakyat Maluku, Senin 13 Maret 2017.

Djali mengaku, sejauh ini Assagaff memang impresif dalam membangun komunikasi politik dengan beberapa ‘pemain’ lama di pilkada Maluku, dan juga diplomasi lintas pimpinan parpol. Pola komunikasi yang inklusif yang dilakukan Assagaff bisa mengunci pergerakan lawan atau rival politik dalam perburuan dukungan parpol pengusung.

“Assagaff memang impresif dalam membangun komunikasi politik dengan beberapa ‘pemain’ lama di pilkada Maluku, dan juga diplomasi lintas pimpinan parpol. Pola komunikasi yang inklusif yang dilakukan Assagaff bisa mengunci pegerakan lawan atau rival politik dalam perburuan dukungan parpol pengusung. Incumbent sangat memahami betul menjaga ritme politik dan menciptakan kondusifitas publik dengan berbagai wacana-wacana yang sangat berdampak pada psikologi lawan tarung,” akui Djali.

Tapi, lanjut Djali, jika keinginan Assagaff untuk bersama dengan PDIP dalam koalisi gerbong petahana meleset, maka sangat mungkin ‘duel’ Pilkada Maluku semakin kencang. Apalagi nama Herman Keodoboen disandingkan bersama Abdullah Vanath dilain sisi, atau maneuver Tagop Soulissa yang juga mengincar rekomendasi banteng, sampai dengan kesiapan Komarduin Watubun ‘turun’ gunung maju di Pilkada Maluku.

“Skema politik yang coba dikonstruksi team pemenangan Assagaff, sementara lagi dijalankan. Tapi jika meleset dan PDIP bersikeras untuk merebut kekuasaan Maluku, maka rivalitas politik akan semakin tinggi eskalasinya. Apalagi, sedang digagas rival politik Herman-AV, atau Herman-Tagop, dan bahkan sampai dengan Komarudin Watubun, artinya peluang PDIP merapat ke Assaggaff relatif kecil,” tuturnya.

TERGANTUNG GOLKAR
Sementara itu, kepada pers, di kantor gubernur Maluku, kemarin, Assagaff kembali menegaskan dirinya akan mematuhi sepenuhnya apa yang menjadi keputusan Partai Golkar terkait Pilgub Maluku 2018 mendatang.
“Sebagai kader Partai Golkar, saya tentunya akan tunduk sepenuhnya kepada keputusan Partai Golkar, termasuk soal bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi saya nantinya,” ujar Assagaff.

Disingung tentang, Bupati Maluku Tenggara (Malra) Andrias Rentanubun, yang gencar men­sosialisasi dirinya sebagai pasangan wakilnya, Assagaff kembali menandaskan bahwa itu telah mendapat ijinnya secara pribadi.
“Beliau ketemu saya dan minta dirinya sosialisasi. Dan saya bilang silahkan saja. Siapa saja bisa sosialisasi diri,” ujar Assagaff.

Pasalnya, lanjut Assagaff, sosialisasi diri bukan hanya sebatas ingin mencalonkan diri sebagai bakal calon wagub, melainkan bisa juga untuk pileg, menjadi anggota DPD, atau DPR RI.

“Sekarang survei bakal calon wakil gubernur masih terus dilakukan,” tandas Assagaff. Saat ditanyai perihal adanya dorongan dirinya berpasangan ulang dengan Z. Sahuburua, yang saat ini mendampinginya sebagai wakil gubernur Maluku, Assagaff meminta untuk menanyakan langsung kepada Sahuburua. “Silahkan tanya langsung kepada kepada yang bersangkutan,” tegas Assagaff. (ASI/YAS)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top