Waspada!! Narkoba Masuk Kampung – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Waspada!! Narkoba Masuk Kampung

GUBERNUR Maluku, Said Assagaff mengung­kapkan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) saat ini tidak hanya beredar di wilayah perkotaan saja tetapi juga telah masuk ke kampung-kampung yang ada di Maluku.

Pernyataan itu disampaikan, Said Assagaff, saat memberikan sambutan usai pengukuhan  secara adat, Raja Negeri Kailolo Rusdy Marasabessy sebagai Upulatu Sahapory, di Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu 8 Maret.

Assagaff menyebut, ada beberapa fenomena patologi sosial yang membuat dirinya gelisah dan gemes, apa lagi saat mendengar kejadian perkelahian dalam kampung, hingga perkelahian antarkampung, ternasuk narkoba masuk kampung.

“Hampir semua negeri atau kampung, narkoba sudah masuk. Saya mau katakan, mari kita semua memohon ampun. Lalu menjaga negeri ini baik-baik. Ingat pesan orang tua-tua ‘sei hale hatu, hatu hale esepeny’ (siapa balik batu, batu akan berbalik menindihnya),” tegas Assagaff.

Dia lalu meminta para tokoh masyarakat, raja, para saniri negeri, tokoh agama dan tokoh-tokoh pemuda, agar bisa menjadi aparat lapangan yang langsung memberi pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat. Juga segera melaporkan kepada aparat yang berewewenang, jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. “Saya percaya, adanya komitmen kebersamaan dan persaudaraan, baik di antara anggota masyarakat, maupun antar masyarakat dengan pemerintah, maka kita dapat mencegah berbagai hal negatif dalam masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Assagaff katakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku terus betkomitmen untuk meningkatkan pembangunan negeri-negeri adat di Maluku.

“Kita terus mendorong alokasi anggaran melalui skema Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD). Anggarannya terus meningkat dari tahun ke tahun, sesuai amanat Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, maupun peraturan perundang-undangan lainnya, diharapkan dapat mempercepat pembangunan di desa dan negeri-negeri di Maluku,” paparnya.

Hal ini menurut Assagaff, secara langsung bisa mengurangi secara bertahap, tingkat kemiskinan dan membuka keterisolasian di desa menuju masyarakat desa atau negeri yang semakin maju dan sejahtera. Pemerintah juga, tambah Assagaff, terus berupaya memperhatikan pengembangan pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat di desa atau negeri. Dia meyakini, jika kehidupan masyarakat di negeri-negeri semakin berkuakitas dan sejahtera dari waktu ke waktu, maka tidak banyak lagi warga yang pindah dan bermukim di kota-kota seperti di Ambon, dan membiarkan negerinya kosong serta tidak terurus.

“Dengan pemerataan pembangunan, kita bisa mewujudkan Maluku yang rukun, relugius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan,” kata Assagaff.
Sebelumnya, Kepala BNN Provinsi Maluku, Arief Dimjati, mengemukakan letak geografis daerah ini yang bercirikan kepulauan dan berbatasan dengan negara tetangga yakni Australia, Timur Leste dan Papua Nugini, berimplikasi tingginya tingkat kerawanan kejahatan narkoba.

Jaringan sindikat narkoba intensif bereaksi dalam memasarkan narkoba dengan beragam produk seperti permen, kue, parfum, suplemen dan lain-lain.

Hasil Survei yang dilakukan BNN RI bekerjasama dengan Puslitkes Universitas Indonesia, dimana Provinsi Maluku tahun 2015 lalu menempati posisi ketujuh dengan jumlah penyalahgunaan Narkoba sebanyak 27.940 jiwa dari jumlah populasi sebanyak 1.190.200 jiwa. Data penyalahgunaan Narkotika di Maluku untuk mencoba pakai 10.474 orang (0,88 persen) dan teratur pakai 8.151 orang (0,68 persen).

Survei tersebut, kata dia, hanya meliputi pulau Ambon dan Kepulauan Lease, Kabupaten Maluku Tengah dan sudah menempatkan Maluku urutan ke tujuh nasional penyalahgunaan narkoba.

Pengguna narkoba yang tercatat paling banyak umur 18 sampai 30 tahun ke atas. Pemakai terbanyak adalah Kota Ambon.

“Jumlah tersebut kemungkinan meningkat karena sebagian besar wilayah di Maluku Tengah maupun delapan kabupaten lain serta Kota Tual belum disurvei,” tegas Arief. (NAM)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top