Kepsek SMA Namrole Mengadu Ke DPRD Provinsi – Rakyat Maluku
DAERAH

Kepsek SMA Namrole Mengadu Ke DPRD Provinsi

KEPALA Sekolah Menengah Atas Negeri Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Salima Jafar, mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Selasa, 7 Maret 2017, saat kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi Maluku, untuk melakukan pengawasan, di Kabupaten Bursel.

Salima dan para guru SMA Negeri Namrole, tak menyia-yiakan kesempatan kunjungan kerja tersebut, dengan mengadu sejumlah kendala yang dihadapi sekolah yang dipimpinnya.

Jafar mengadukan kendala sarana prasarana, infra struktur maupun tenaga pengajar yang dibutuhkan sekolah tersebut, mengingat sekolah tersebut adalah satu-satunya yang dijadikan sekolah teladan dan contoh bagi sekolah lain yang ada di Kabupaten yang di pimpin oleh Bupati Tagop Sudarsono Soulissa dan Wakil Bupati Ayub Seleky ini.
Dalam kunjungan ini, Komisi D DPRD Maluku ini terdiri dari Jhon Rahantoknam dari PDI Perjuangan, Ramli Mahulete dari PAN, Saoda Tethol dari Partai Gerindra, Temi Oersepuny dari Partai Hanura dan Tin Renyaan dari Partai Nasdem.

Ketua tim Komisi D DPRD Maluku, Jhon Rahantoknam yang di dampingi Sekda Kabupaten Bursel Syahroel Amri Engelen Pawa, disela-sela kunjunganya, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di Bursel ini dalam rangka mengawasan terhadap perkembangan di berbagai bidang seperti pendidikan, kesra, dan koperasi yang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

“Kunjungan kami saat ini dengan agenda untuk melihat beberapa kegiatan yang di biayai oleh APBD Provinsi maupun APBN,” kata Rahantoknam.

Selain itu, Rahantoknam mengatakan dalam kunjungan ini, Komisi D juga akan melihat sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bursel, khususnya SMA dan SMK yang ada di pusat kota Kabupaten, baik itu kondisi sekolah maupun proses belajar mengajar, serta sarana dan prasarana apa saja yang menjadi kebutuhan sekolah.

Rahantoknam yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengaku, setelah menyerap semua keluhan serta aspirasi dari para guru ia bersama kawan-kawan akan memperjuangkan keluhan-keluhan tersebut serta mengupayakan dalam rangka memajukan dunia pendidikan dan yang ada di Kabupaten Bursel.

“Kami juga ingin melihat sekolah-sekolah karena sekarang ini SMA dan SMK sudah menjadi kewenangan Provinsi termasuk dinas-dinas terkait yang di biayai oleh APBD, kami akan lihat dan akan perhatikan,” ujar pria yang akrab di sapa Bung Jora ini.

Ia mengaku, bukan hanya dunia pendidikan yang menjadi perhatian dari Komisi D dalam kunjungan kali ini, tetapi juga terkait dunia kesehatan, sosial dan tenaga kerja yang ada di kabupaten termuda di Maluku ini.
Sementara itu, Kepsek SMA Negeri 1 Namrole Salima Jafar mengungkapkan dalam pertemuan singkatnya dengan Komisi D DPRD Maluku yang berlangsung di kantornya tersebut, telah membahas beberapa point terkait kekurangan baik sarana maupun prasarana yang belum dimiliki oleh sekolah unggulan Kabupaten Bursel itu.

“SMA ini masih memiliki beberapa infra struktur serta sarana yang belum dimiliki, diantaranya untuk kenyamanan sekolah kami, masih dibutuhkan pagar yang belum di bangun sekitar 100 Meter lebih, juga Laboratorium IPA, Laboratorium Fisika, Laboratorium Kimia dan Laboratorium Biologi belum ada. Selain itu, kami juga memintah kepada Komisi D untuk memperjuangkan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer yang sampai saat ini belum diakomodir dalam daftar guru kontrak,” tutur Jafar.

Istri Kepala Badan Kepegawaian dan Pengawasan Sumber Daya Manusia, untuk SMA Negeri Namrole sendiri masih kekurangan beberapa guru pada beberapa mata pelajaran, namun ia berinisiatif dengan kekurangan tersebut ia pun memfungsikan guru-guru yang bisa mengajar untuk mengisi kekosongan tersebut.

Jafar berharap, dengan adanya kunjungan dari Komisi D DPRD Provinsi ini, diharapkan dapat membawa perubahan bukan hanya sekedar pengambilan data atau pengecekan semata.

Sebab, menurut orang nomor satu di SMA Namrole, untuk kunjungan seperti ini sudah dilakukan beberapa kali oleh DPRD Provinsi, namun belum membawa perubahan yang berarti bagi sekolahnya.

“Harapan saya semoga untuk kunjungan Komisi D DPRD Provinsi kali ini bukan hanya untuk mengambil data, tetapi meyerap aspirasi dan memperjuangkanya, sehingga apa yang menjadi keluhan kami dapat terealisasi sesuai dengan kebutuhan,” kata Jafar. (YUL)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top