Tahap I Kasus Aborsi Tawiri – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Tahap I Kasus Aborsi Tawiri

Palu Hakim

KASUS aborsi yang menghebohkan warga Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, pada Jumat, 20 Januari lalu, dengan tersangka sepasang kekasih, yaitu NML dan K, mahasiswa Politeknik, berkas mereka telah dikirim oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon.

Tahap I kasus penguguran jabang bayi ini, nantinya Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik, akan diteliti lagi noleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jika pemeriksaan nanti, jaksa mengatakan lengkap, maka akan ditindaklanjuti dengan tahap dua.

“Berkasnya sudah diserahkan pada jumat, 3 Maret, pekan kemarin, guna di pelajari jaksa. Kalau belum lengkap nanti P19. Nanti penyidik akan melengkapi berkas itu sesuai petunjuk jaksa,” jelasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, warga Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, dihebohkan dengan penemuan sesosk janin bayi di Pantai Tawiri, Jumat, 20 Januari sekira pukul 06.30 WIT.

Bayi lelaki yang diduga berusia 6 bulan itu, pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, Febry Yunike Louhenapessy (15). Saat hendak membuang sampah di talit pantai.

Setelah melihat janin bayi, gadis yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) ini, melaporkan kepada orangtuannya, dan tidak alam, orangtua korban memberitahukan temuan anak mereka itu, ke polisi.

Informasi yang diperoleh Rakyat Maluku, sebelum, menemukan bayi malang tak berdosa yang dibuang orangtuanya ke laut, siswi kelas satu SMS, Kamis pagi, hendak membuang sampai di laut. Waktu naik di atas talid pantai, ia melihat janin di bibir pantai. Janin tersebut, tidak dibungkus pakai plastik atau pakaian, sehingga terlihat jelas.

Karena takut, Febry Yunike Louhenapessy, kembali dan melaporkan apa yang dilihatnya kepada ibunya, Arhentine Leonora Leisina, kemudian Leonora Leisina, bersama sanaknya yang lain, Nike Louhenapessy, pergi ke pantai, untuk melihat bayi itu.
Arhentine Leonora Leisina, mengangkat janin tak berdosa itu dan memasukkanya ke dalam plastik, setelah itu Leonora Leisina, menyuruh Ronald Louhenapessy melaporkan ke Polsek Kawasan Bandara Pattimura.

Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Iptu Nikolas Anakotta mengatakan kalau kasus ini sementara dalam penyelidikan.
“Dalam penyelidikan, kalau ada yang mengetahui kejadian ini, segera lapor ke polisi terdekat,” pesannya.

Ia mengatakan, dari hasil visum luar yang dilakukan dokter di RS Bhayangkara, umur janin, anatar 6-7 bulan.“Panjang janin 25 cm, lebar dada janin 5 cm dan berat janin ditambah plasenta 3 ons,” tutupnya. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top