Pasar Mardika Rawan Copet – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Pasar Mardika Rawan Copet

Ilustrasi

WARGA di Kota Ambon, ketika berada di Pasar Mardika atau terminal, harus waspada, jika tidak barang-barang berharga yang dibawa saat belanja, hilang dicopet atau di ramas pencuri.Pasalnya, Mardika rawan pencopetan.Buktinya, uang senilai Rp25 juta milik pengusaha Koperasi, Dominicus Buyung Ananto (40), hilang di Pasar Mardika, Jumat, 4 Maret siang. Uang tersebut hasil penagihan yang dilakukan oleh karyawannya, Christ Serhalawan.

Peristiwa tersebut berawal ketika Christ Serhalawan, sedang menagih uang di pedagang yang meminjam uang di koperasi milik Dominicus Buyung. Uang senilai Rp25.600.000, ditaruh dalam tas pingangnya. Waktu asyik menagih, tiba-tiba tasnya diambil orang tak kenal.

Tahu kalau tasnya hilang, Christ, menghubungi Dominicus Buyung, dan mengatakan kejadian dialaminya. Menerima kabar kehilangan uang di pasar terbesar di Kota Ambon ini, Dominicus Buyung, langsung menuju Mardika. Buyung sapaan akrabnya, datang dari Passo, dan dia mengajak Christ menuju Polres Ambon melaporkan kasus tersebut.

Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Iptu Nikolas Anakotta mengatakan, kalau kasus pencopetan di Mardika, dalam penyelidikan.

“Sementara dalam penyelidkan polisi. Baru yang melaporkan (Dominicus Buyung, red) yang dimintai keterangan perihal peristiwa itu,” kata Anakotta, kepada Rakyat Maluku, Minggu, 5 Maret.

Sering terjadinya pencurian maupun pencopetan dan sesekali perampasan terhadap barang bawaan warga, baik dompet atau benda-benda berharga lainnya, mantan Kapolsek Nusalaut, mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat berada di kawasan Mardika.

“Kalau turun belanja, itu dompet, diperhatikan baik-baik, tas duga. Banyaknya orang di pasar atau terminal, itu menjadi kesempatan pencuri. Biasanya mereka menempel calon korban, dan langsung melakukan pencopetan. Para pelaku ini biasanya tiga sampai lima orang. Modusnya itu satu did epan dan yang lain di belakang serta kiri dan kanan korban. Habis mencopet, mereka kabur,” tuturnya. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top