30 Guru SM Ikut Kegiatan Penerapan Metode Pembelajaran – Rakyat Maluku
EDUKASI

30 Guru SM Ikut Kegiatan Penerapan Metode Pembelajaran

SEBANYAK 30 Guru, Sekolah Minggu (SM) se-Provinsi Maluku mengikuti kegiatan penerapan metode pembelajaran.Kegiatan yang digagas oleh Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Kanwil Kemenag Maluku yang berlangsung di Hotel Golden Palace Kamis 2 Maret kemarin, dibuka Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku, Drs Jamaludin Bugis mewakili Kakanwil Kemenag Maluku.

Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut, agar para guru dibekali pengetahuan tentang metodik pemberlajaran Sekolah Minggu ,sehingga pemahamannya dapat disesuaikan dengan profil ideal Sekolah Minggu.

Kakanwil Kemenag Maluku dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabag TU, menjelaskan, bahwa Sekolah Minggu meruapakan salah satu pendidikan kegamaan Kristen yang objeknya melibatkan anak usia dini hingga remaja, dengan maksud agar anak-anak lebih dikenal tentang Cinta Kasih Allah. Yesus Kristus dan Roh Kudus terhadap pribadi anak, orang lain dan lingkungan serta semua ciptaan Tuhan.

Melalui kemampuan dan pemahaman guru terhadap metode pembelajaran Sekolah Minggu itu, anak anak dapat diberikan pemahaman dan pengatahunan ajaran agama Kristen, sehigga mereka bisa menjadi ahli ilmu agama Kristen dan mengamalkan ajaran agama Kristen dalam keseharian ditengah keluarga, masyarakat maupun bangsa Indonesia yang majemuk.

Agar tujuan dari pendidikan Sekolah Minggu dapat dicapai sesuai harapan, kata Jamaluddin Bugis, dibutuhkan guru berlatar belakang ilmu pendidikan yang memiliki ketrampilan mendidik dan mengajar, berupa penguasaan metode-metode pembelajaran sesuai yang diharapkan dalam proses pembelajaran anak usia dini hingga remaja.”Mengapa ini dibutuhkan, sebab, sebagian besar guru Sekolah Minggu tidak berlatar belakang ilmu pendidikan kegamaan Kristen, tetapi hanya memiliki pengalaman dan semangat ketrampilan jiwa, dimana sebagian besar guru mengabdikan dirinya untuk berjalan bersama perangkat pelayan Gereja lainya dalam mengembangkan jemat gereja.”kata Jamaludin Bugis.

Untuk mengatasinya maka, Kemenag Maluku melalui Bidang Bimas Kristen, dari tahun-ketahun terus mengangkat berbagai kegiatan pembinaan terhadap pelayanan Guru Sekolah Minggu sesuai dengan perkembangan anak, tanpa menyampingkan profil guru Sekolah Minggu yang ideal dan berwawasan kebangsaan. (CIK)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top