Amankan Penertiban GBU Gubernur: Polda Akan Turunkan Pasukan Ke Romang – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Amankan Penertiban GBU Gubernur: Polda Akan Turunkan Pasukan Ke Romang

Said Assagaff

GUNA mengantisipasi polemik yang akan timbul akibat rencana penertiban terhadap tambang emas di Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), maka Polda Maluku siap melakukan pengamanan di lapangan. Sejumlah pasukan bahkan telah disiapkan Polda Maluku, guna diterjunkan ke Romang, untuk mencegah ketika ada gejolak yang timbul di masyarakat. Demikian disampaikan Gubernur Maluku, Said Assagaff, kepada wartawan kemarin.

Gubernur mengaku, dirinya telah mengkoordinasikan hal ini kepada Kapolda Maluku. Kebijakan untuk menutup produksi tambang emas yang dilakukan PT GBU di Pulau Romang sudah final. Hanya untuk proses penutupannya, harus merujuk kepada amanat undang-undang, yang menegaskan, jika satu tambang ditutup maka harus ada kajian anlisis dari inspektur tambang. “Saya sudah perintahkan Kepala Dinas ESDM untuk menurunkan inspektur tambang bersama Unpatti melihat apakah benar terjadi pencemaran lingkungan atau tidak. Saya janji jika terjadi pencemaran lingkungan pasti saya tutup,” kata dia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Hak Wilayat Pistos Noya, mengungkapkan, dirinya mempunyai kewajiban untuk mengomentari persoalan ini, karena wilayat yang memberikan hak kepada perusahan untuk beraktifitas. Kata dia, peristiwa pengrusakan balai desa serta aset perusahaan yang terjadi di Romang berasal dari pemberitaan yang memuat pernyataan dari Prof. Dr. Agus Kastanya, bahwa tanah dan air sudah tercemar dengan zat merkuri. Ditambah dengan isi pengumuman oleg Gereja kepada masyarakat. Sehingga membuat terjadi pertentangan antara satu dengan lain. Ia mengaku, pemberitaan yang disebarkan telah meracuni masyarakat, untuk itu akan dibuktikan secara yuridis formal, apakah mengajukan gugatan ke pengadilan atau melaporkan hal ini ke pihak kepolisian karena telah termasuk dalam pemberitaan yang bohong. “Dalam pengembangannya kami akan meminta polisi untuk menentukan ahli dari luar untuk turun melakukan penelitian dilokasi pengambil sampel dari tim Unpatti sebelumnya.” Dikatakan, hasil kajian yang dilakukan tim studi Unpatti sebelumnya belum valid, mengingat Pemerintah Daerah akan kembali menurunkan tim independen gabungan dari Inspektur tambah dan Unpatti, untuk mengkaji kepastiannya. Hasil itulah, baru kemudian dapat diakomodir sebagai akhir dari proses penelitian terhadap kondisi alam di kawasan Pulau Romang, pasca hadirnya PT GBU. (WHL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top