Myanmar Belajar Penyelesaian Konflik Dan Kerukunan Beragama Di Ambon – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Myanmar Belajar Penyelesaian Konflik Dan Kerukunan Beragama Di Ambon

PERTEMUAN. Menteri Penerangan/Informasi (Union Minister For Information) Myanmar U Pe Myint (kanan), memberi keterangan kepada Waratwan seusai pertemuan bersama Gubernur Maluku Said Assagaff di kantor Gu- bernur Maluku, Kamis 26 Januari 2017.

PERWAKILAN pemerintah Myanmar yang terdiri dari Menteri Penerangan Myanmar dan Wakil Menteri Dalam Negeri bersama rombongan melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur Maluku, Kamis 26 Januari 2017. Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, kunjungan pemerintah Myanmar itu dilakukan untuk mempelajari cara masyarakat Maluku menyelesaikan konflik horizontal yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.

“Kita tahu bersama bahwa di sana (Myanmar) ada problem kemanusiaan, jadi mereka datang kemari mau melihat, mau tanya dan mau belajar dari kita bagaimana menyelesaikan konflik,” kata Said usai memimpin rapat persiapan pelaksanaan Tanwir Muhamadiyag di Kantor Gubernur Maluku, kemarin.

Menurut Assagaff, selain ingin belajar tentang penyelesaian konflik, kedatangan perwakilan pemerintah Myanmar ke Maluku juga untuk mempelajari bagaimana proses kerukunan antarumat beragama dibangun secara harmonis di daerah berjuluk seribu pulau itu.

“Mereka juga ingin tahu bagaimana kerukunan beragama dibangun di Maluku dengan begitu baik saat ini,” ujar Assagaff.

Selain Menteri Penerangan dan Wakil Menteri Dalam Negeri, rombongan dari Myanmar juga melibatkan sejumlah pejabat tinggi di negeri itu, perwakilan pemerintah provinsi Rakhine serta per­wakilan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Assagaff mengaku meski Maluku pernah dilanda konflik kemanusiaan berkepanjangan, namun kini Maluku telah pulih dan menjadi daerah yang sangat rukun. Bahkan oleh Kementerian Agama menempatkan Maluku sebagai provinsi ketiga paling rukun di Indonesia.

“Maluku saat ini menjadi contoh membangun kerukunan umat beragama dan tekad kita menjadikan daerah ini sebagai laboratorium kerukunan antarumat beragama di Indonesia bahkan di dunia,” tandas Assagaff. (YAS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top