Nasib 10 Warga Suku Terasing Togutil, Diselamatkan Pencari Kayu Gaharu – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Nasib 10 Warga Suku Terasing Togutil, Diselamatkan Pencari Kayu Gaharu

SUKU TOGUTIL. Suku terasing Togutil ber­­kumpul bersama keluarganya di tempat pemukiman di Kelurahan Toloko/SKB Ternate Utara, Kota Ternate. (Foto:Ahmad Ibrahim/rakyatmaluku)

Pertengahan 2016 lalu warga Maluku Utara dikejutkan atas penemuan 10 warga suku terasing
Togutil oleh lima warga Galela pencari kayu gaharu di hutan Wasilei, Kecamatan
Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Kelima orang pencari gaharu itu adalah
Jamaluddin, Gacoko, Badaruddin, Antin, dan Syahrir.

PARA pencari gaharu ini tadinya tak mengira akan bertemu suku Togutil di tengah hutan yang jaraknya bila berjalan kaki bisa memakan waktu 10 hari dengan melintasi empat lapis gunung.

Tak seperti biasanya, para pencari gaharu yang dipimpin Gacoko itu tiba di suatu sungai di hutan sembari terkejut melihat seorang wanita sedang mandi dengan pakaian seadanya terbuat dari anyaman daun atau bahasa lokal disebut “sabeba”. Wanita cantik, tinggi, dan hidung mancung berparas Eropa bernama Ruru itu se­ketika dibuat kaget begitu melihat Gacoko dkk.

Gacoko dan kawan kawan-pun akhirnya mengu­rungkan niatnya tak mau lagi mencari gaharu dan lebih memilih menyelamatkan nasib Ruru. Dengan menggunakan bahasa isyarat, mereka mencoba menenangkan hati sang perempuan tersebut untuk dibawa keluar dari hutan menuju Wasilei.

Walhasil ajakan Gacoko dkk dituruti oleh Ruru. Dengan resiko takut jangan sampai diketahui oleh saudaranya yang lain, para pencari gaharu ini nekat menyusuri belantara hutan Halmahera untuk dapat menyelamatkan Ruru ke pemukiman warga di Wasilei.

Setelah menempuh selama 10 hari perjalanan dengan berjalan kaki mereka akhirnya tiba di Wasilei dan beberapa hari kemudian setelah beristirahat Ruru pun diboyong ke Galela.

Selama di Galela Ruru disambut oleh warga dengan penuh gembira. Dari pembicaraannya dengan Ruru terungkap kehidupan mereka di hutan Halmahera kini sudah sangat sulit akibat kelangkaan bahan makanan dan konflik antarsesama suku Togutil yang saling membunuh hingga memaksa mereka hidup secara nomaden alias berpindah-pindah.

Itu pula yang menjadi alasan, mengapa ketika dijumpai para pencari gaharu itu Ruru merasa tidak lagi takut atau memilih menghindar sebaliknya dia memasrakan dirinya untuk mengikuti ajakan Gacoko dkk untuk keluar dari hutan.

Setelah dua bulan di Galela di bawah binaan Yayasan Sukma yang dipimpin Rahman Saha, Ruru pun mendapat pembinaan dan bisa bersosialisasi.

Mendengar cerita berikut nasib kondisi sebagian keluarga dan orang tua Ruru yang masih berada di hutan, Ruru yang telah berganti nama Nur Hidayanti itu meminta Gacoko dkk untuk kembali lagi ke tempat semula dimana Ruru ditemukan untuk mengajak keluarganya yang lain agar mengikuti jejaknya.

Walhasil, keluhan itu disanggupi warga setempat dan bersama Ruru mereka kembali lagi ke Wasilei dan selanjutnya ke belantara hutan Halmahera untuk mengevakuasi keluarganya. Dengan perasaan was-was takut jangan sampai diserang oleh suku Togutil yang lain mereka akhirnya berhasil memboyong keluarga Ruru berjumlah sembilan orang ke Galela.

Kini, di bawah Yayasan Sukma Maluku Utara nasib ke-10 warga suku terasing Togutil itu telah dipindahkan dari Galela ke Ternate dan berada dalam binaan yayasan tersebut.  Menurut Pengurus Yayasan Sukma Ima, mereka saat ini terus dilatih dan dibekali ilmu pengetahuan untuk bisa bersosialisasi dan membaur bersama warga Ternate yang lain.

Untuk sementara mereka sedang menetap di Kelurahan Moya Ternate Tengah, setelah sebelumnya di Kelurahan Toloko/SKB Ternate Utara di perumahan milik salah satu pengurus Yayasan Al-Munawar, Ternate.

Untuk menyelamatkan masa depannya, keberadaan mereka ini tentu membutuhkan uluran tangan dari semua pihak terkait menyangkut dengan pembiayaan untuk menutupi kebutuhan hidup dan pendidikan putra-putri mereka.
Sampai sejauh ini, menurut Ima, baru beberapa donatur yang bersedia memberi bantuan seperti pakaian dan makanan.

“Kedepan kami sedang memikirkan pendidikan anak-anak mereka. Sementara yang lain seperti perumahan dan pekerjaan kami akan carikan donatur agar kelak mereka bisa bekerja dan punya tempat tinggal tetap,” ujar Ima. (AHMAD IBRAHIM)

 

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top