Pembangunan Kantor Gubernur Di Rumah Tiga Ditolak PDIP – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Pembangunan Kantor Gubernur Di Rumah Tiga Ditolak PDIP

RENCANA Pemerintah Provinsi Maluku un­tuk memindahkan Kantor Gubernur Maluku ke kawasan Rumah Tiga tepatnya di Kate-Kate nampaknya akan mengalami kendala. Bagaimana tidak, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah menyatakan sikap untuk menolak pembangunan karena sebelumnya di masa pemerintahan Karel Albert Ralahalu, pemerintah provinsi bersama DPRD Maluku telah menetapkan ibu kota Provinsi Maluku akan dipindahkan ke Makariki, Kabupaten Maluku Tengah.

Bahkan sebelum Ralahalu mengakhiri masa jabatannya, telah dilakukan peletakan batu pertama pada lokasi yang akan dibangun pusat pemerintahan Provinsi Maluku itu. Sikap PDIP ini disampaikan secara resmi Benhur G Watubun, Wakil Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPD PDIP Maluku saat konferensi pers usai syukuran HUT ke-44 PDIP yang digelar di Sekretariat DPD PDIP Maluku, Karang Panjang.

“Kami tegaskan bahwa PDIP menolak pembangunan kantor gubernur di Kate-Kate karena sebelumnya pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Karel Albert Ralahalu bersama DPRD telah memetuskan untuk memindahkan ibu kota provinsi ke Makariki, Kabupaten Maluku Tengah dan itu adalah bagian dari merealisasi janji dari Bung Karno saat ke Pulau Seram mengunjungi Masohi, Kabupaten Maluku Tengah,’’ ujar Watubun.

Berdasarkan informasi yang didengar, lanjut Benhur, kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Ambon dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) pada Feberuari 2017 ini akan dirangkai dengan acara peletakan batu pertama pembangunan kantor gubernur tersebut, termasuk juga peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit provinsi bertaraf internasional di Rumah Tiga.

‘’PDIP mendukung pelaksanaan HPN di Ambon juga mendukung kedatangan Presiden RI. Tapi kami tidak setuju dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Gubernur Maluku di Rumah Tiga,’’ pungkasnya.
Untuk diketahui, pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan seluas 4,4 hektar untuk pembangunan kantor gubernur di Rumah Tiga. BPN Maluku bahkan sudah mengkurnya dan saat ini sementara dalam proses ganti rugi lahan kepada pemilik.

Sementara mengenai perayaan HUT PDIP yang berlangsung sederhana di Maluku, Watubun menegaskan bahwa PDIP memfokuskan pelaksanaan HUT di Jakarta karena partai nasionalis ini merasa perlu untuk melakukan konsolidasi untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dari ancaman baik secara eksternal, terlebih lagi secara internal yang saat ini lagi gencar dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Karena itu tema perayaan HUT kali ini adalah PDIP Rumah Kebangsaan untuk Indonesia Raya. PDIP membuka diri seluas-luasnya kepada siapa saja yang mau bergabung dengan semangat nasionalis demi mewujudkan cita cita bangsa dan menuju masyarakat yang sejahtera adil dan makmur dan berbudaya,’’ tandasnya sembari mengutip pernyataan Soekarno Presiden RI Pertama, bangunlah suatu dunia (INDONESIA) di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.

Sebelumnya syukuran HUT ke-44 PDI-P di Sekretariat DPD PDIP berlangsung sederhana. Syukuran diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PDIP serta pembacaan teks Pancasila.

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Maluku, Everth Kermite dalam sambutannya mengatakan, syukuran ini digelar sederhana karena memang perayaan HUT PDIP dipusatkan di Jakarta dan dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris DPD se-Indonesia.

Kermite sempat menuturkan sejarah berdirinya partai, mulai dari gabungan beberapa partai hinggga PDI berubah nama menjadi PDIP. (NAM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top