Koalisi Assagaff-Huwae Lebih Potensial Di Pilgub Maluku – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Koalisi Assagaff-Huwae Lebih Potensial Di Pilgub Maluku

Said Assagaff - Edwin Huwae

Pilkada Maluku memang masih tahun depan, tetapi atmosfir poli­tiknya sudah mulai terasa. Sejumlah nama baik kader partai maupun figur yang memiliki latar belakang profesional telah dimunculkan sebagai konsumsi publik. Tentunya tidak ada yang salah dalam melihat dinamika dan mobilisasi issu terkait politik kepala daerah di Maluku 2018.

Setelah ‘melobi’ Edwin, mun­cul lagi wacana Assagaff akan meminang kader Gelokar yang kini menjabat Bupati Maluku Tenggara, Andreas Rentanubun. Memang, tesis politik Golkar-Golkar di Pilkada Maluku belum ter­bantahkan dari segi peluang kemenangan, mengingat rezim pe­merintah Maluku saat ini, yang diisi dua kader Golkar terbaik, yakni Said Assagaff-Zeth Suhuburua. Na­mun, eskalasi bisa saja berubah seiring kepentingan dan kebijakan politik ditingkat lokal.

Djali Gafur, peneliti Sosial-Politik Maluku Institute menilia, Djali Gafur wacana yang dikem­bangkan timses atau pihak ter­tentu memiliki orientasi jelas pada kontestasi pilkada, dengan mendorong calon pendamping Assagaff. Pilihan politik, menurut Djali bukan berdasarkan selera, melainkan hitungan yang matang dari berbagai aspek, termasuk membaca pe­luang menang kalah dan sikap politik partai tertentu yang menjadi lawan tarung, semisal PDI-Perjuangan.

“Demokrasi elektoral lebih menjadikan akse­ptabilitas (Keterterimaan, kecocokkan dan kepan­tasan) seseorang terhadap publik. Bagimana reaksi publik terhadap calon kepala daerah, ini yang menjadi rujukan, bukan selera orang perorang. Maksudnya bawah tidak salah dan sah saja sepanjang tidak ada batasan dalam berdemokrasi seseorang mencalonkan diri atau mendorong calon tertentu dalam sebuah kontestasi politik, tetapi, yang perlu dihitung peluang dan tantangan politik calon kepala daerah yang diusung,” kata Djali memberikan penelian kepada Rakyat Maluku, saat dihubungi, kemarin.

Menurut dia, jika berhitung logis menelisik le­bih dalam wacana Assagaff bertemu Huwae ke­mu­dian dikemas menjadi isu lobi koalisi Golkar-PDI-Perjuangan di Pilgub Maluku, memang praktis menguntungkan Assagaff sebagai incumbent. Pasalanya, PDI-Perjuangan menjadi salah satu parpol dengan basis politik yang riil di Maluku. Memiliki infrastruktur partai yang relatif sempurna serta loyal dan taat terhadap fatsun, ketimbang parpol lainnya termasuk Golkar sendiri. Jika PDI-Perjuangan menjadi rival politik Assagaff, maka pastinya posisi incumbent terancam karna bakal kewalahan menghadapi geliat PDI-Perjuangan.

“Manuver Assagaff beberapa waktu lalu bisa ditafsirkan secara politik untuk membangun koalisi politik secara praktis dengan PDI-Perjuangan. Entah apa materi dalam pertemuan tersebut, tetapi Assagaff merupakan simbol kepemipinan Golkar di Maluku dan memiliki kepentingan menjadi Gubernur untuk periode kedua, sementara Edwin adalah simbol PDI-Perjuangan karena merupakan pimpinan partai di Maluku yang secara moril harus menang dalam semua agenda pilkada, termasuk Pilgub Maluku,” tuturnya.

Djali juga menilai jika memang Assagaff memlih untuk melanjutkan kepemimpinan dua periode sesama kader Golkar, pastinya akan menimbulkan reaksi politik dibeberapa parpol peserta pilkada.
“Jangan sampai keputusan politik yang tidak dibarengi dengan hitung-hitungan yang konkrit bisa menjadi Assagaff sebgai comon enemy bagi parpol lain yang merasa bahwa, distribusi kader partai sangat penting. Misalnya ada Hendrik Lewerissa mewakili Gerindra, H Ayu Hassanusi dari Hanura, dan beberapa politisi lainnya yang tentunya memiliki rekor politik yang cukup baik,” katanya.

Djali menurutkan, upaya Assagaff untuk mendapatkan dukungan PDI-Perjuangan di Pilkada Maluku merupakan ikhtiar politik yang baik, maka salah satu cara adalah dengan mendekati Edwin Huwae. Karena memang Edwin salah satu kader muda PDI-Perjuangan di Maluku yang dalam karier politiknya sedang bersinar, terlepas dari nantinya ada friksi internal.

“Ikhtiar Assagaff sangat bagus dengan mendekati PDI-Perjuangan. Edwin adalah salah satu politisi muda PDI-Perjuangan Maluku yang memang sedang bersinar dalam karier politiknya. Jika Assagaff bisa memperoleh restu PDI-Perjuangan maka tentunya langkah politik Assagaff jauh lebih efektif dan diprediksikan sulit terkalahkan apalagi Kuning-Merah telah menjadi paket kepemimpinan,” ucapnya.

Djali pastikan jika Assagaff-Edwin maka, kekuatan politik kedua pasangan tersebut di Pilgub Maluku tidak bisa lagi dibendung. (ASI)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top