Tuntaskan Korupsi Reverse Repo & Gunung Botak, Pekan Depan, Jaksa Periksa Pihak Terkait – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Tuntaskan Korupsi Reverse Repo & Gunung Botak, Pekan Depan, Jaksa Periksa Pihak Terkait

TIM penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mengagendakan untuk mulai memanggil pihak-pihak terkait untuk memberikan keterangan guna menuntaskan kasus dugaan korupsi Reverse Repo atau pembelian surat-surat berharga Bank Maluku sebesar Rp 238,5 miliar, serta menuntaskan kasus dugaan korupsi di Sungai Anhoni, kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, pada pekan depan.

Menurut Kepala Seksi Penyidik (Kasi Dik) Kejati Maluku, Ledrik Takandengan, pemanggilan pihak-pihak terkait itu guna menemukan titik terang perbuatan melawan hukumnya ditahap penyelidikan. “Penanganan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) proyek pengadaan Kantor Bank Maluku cabang Surabaya, kami anggap sudah selesai, karena berkasnya sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Ambon. Olehnya itu, saat ini tim Jaksa penyelidik tengah fokus untuk pekan depan memanggil sejumlah pihak terkait guna mengungkap dugaan korupsi Reverse Repo dan Gunung Botak,” ucap Ledrik, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin, 21 November 2016.

Ia menjelaskan, dalam kasus korupsi Reverse Repo ini, Jaksa penyelidik akan kembali memintai keterangan dari sejumalah pejabat PT Bank Maluku-Maluku Utara (Malut) yang mempunyai peran atau memahami soal mekanisme pembelian surat-surat berharga. Seperti tugas Treasury dan tugas Kepatuhan.

“Treasury merupakan salah satu kegiatan inti dalam bank yang berfungsi dan bertanggung jawab untuk mengelola dalam pembelian surat berharga dan investasi. Sedangkan tugas Kepatutan dalam Bank adalah serangkaian tindakan atau langkah-langkah yang bersifat ex-ante (preventif) untuk memastikan bahwa kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank telah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia,” jelas Ledrik.

Untuk diketahui, berdasarkan temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa transaksi pembelian Reverse Repo atau surat berharga sebesar Rp 146 miliar dan USD 1.250 itu dilakukan oleh pihak Bank dengan PT. Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas. Dari transaksi surat berharga yang diduga bodong itu, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 238,5 miliar dari total anggaran sebesar Rp 300 miliar.

Sedangkan dalam kasus korupsi di Gunung Botak ini, lanjut Ledrik, Jaksa penyelidik akan kembali memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku, Ismail Usemahu, untuk dimintai keterangan soal pekerjaan proyek pengangkatan sedimen di Sungai Anhahony, yang dikerjakan PT. Cita Cipta Pratama (CCP) dengan Direkturnya Mansur Lataka.

“Yang bersangkutan (IU, red) nantinya akan di panggil ulang untuk dimintai keterangan guna mengetahui mekanisme lelang tender proyek pekerjaan pengangkatan sedimen di Dinas PU Maluku, yang kemudian menetapkan PT. Cita Cipta Pratama (CCP) sebagai pemenang tendernya, dengan anggaran proyek sebesar Rp 1,3 miliar yang diduga bersumber dari dana Aspirasi DPRD Maluku Komisi B,” terangnya.

Selain itu, Jaksa penyelidik juga mengagendakan pemanggilan terhadap Kepala Dinas (Kadis) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Martha Nanlohy, untuk dimintai keterangan soal pekerjaan proyek normalisasi Sungai Anhahony, yang dikerjakan PT. Buana Pratama Sejahtera (BPS) dengan Direkturnya Mintaria Loesihaan. Pasalnya, dalam pekerjaan proyek tersebut, diduga terdapat gratifikasi sebesar Rp 4,6 milliar yang disetor PT BPS ke rekening pribadi Nanlohy.

Dalam kasus ini Nanlohy telah menerima dua kali setoran dari PT BPS dengan dalih bahwa dana tersebut merupakan dana hibah. Pertama pada bulan November, dan berikutnya bulan Desember 2015, dengan total uang yang disetor sebesar Rp. 4,6 milyar.

“Jadi, dari informasi sementara yang diperoleh bahwa PT BPS ini akan menyetor setiap bulannya ke rekening pribadi milik Nanlohy sebesar Rp 2,3 milyar hingga April 2016. Sehingga total uang masuk ke rekeningnya selama enam bulan sebesar Rp 13,8 milliar. Nah, perbuatan inilah yang akan kita telusuri,” ungkap Ledrik. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top